Trimakasih, Mas Syafei..

Saya sampai detik ini masih konsisten utk tidk menyekolahkan anakku (6,3 
tahun). Saya senang bahwa dia sadar tidak sekolah, ibunya juga tidak 
mempersoalkan. Saya betul-betul muak dg dunia sekolah. Katanya ada BOS, 
gratis. Tapi pungli semakin merajalela. Jika dibandingkan, besaran uang utk 
pungli lebih besar daripada uang utk SPP sebelum ada BOS.

Bukan itu saja persoalannya. Sebenarnya yang lebih saya prihatinkan adalah 
metode para guru dalam mengajar. Di samping konvensional banget (otoriter, 
tidak demokratis, sok paling benar, dll), mereka suka terang-terangan 
memamerkan kecurangan-kecurangan. Dalam ujian misalnya, banyak sekali guru 
yang memberikan tidak sekedar tip, bahkan contekan-contekan. Aah.. pokoknya 
menedihkan dah.
Saya bersyukur sekali anakku telah mampu membaca lancar (bahkan running text 
di TV sudah terbaca baik olehnya). Ini jasa besar ibunya.

Saya di mana-mana selalu mengajak teman-teman yg sudah mulai meragukan 
sekolah... ayolah jangan ragu utk tidak menyekolahkan anaknya.  Kewajiban 
kita adalah mendidik anak kita, tidak membiayai sekolah mereka. Hidup ini 
sederhana, kita syukuri, kita jalani, jangan merugikan orang lain, berbuat 
baik dan berguna utk orang lain... sudah.

Ndak punya biaya utk menyekolahkan anak.... itu menjadi "blessing in 
disguise" bagi kita. Sebab dg tidak sekolah, kita akan jauh lebih berpotensi 
untuk belajar.

Kita harus sadar, bahwa belajar adalah suatu tindakan yang aktif. "Tholabul 
'ilmi fariidhatun". Menuntut ilmu adalah kewajiban. Menuntut adalah kata 
kerja aktif tidak pasif. Apa yg terjadi di sekolah kebanyakan merupakan 
suatu proses yg pasif. Anak dicekoki berbagai pelajaran yg tak mungkin 
dikuasai semuanya. Tidak berdasar keinginan/minatnya.
Nah, "tolabul ilmi" yang sejati harus berdasar minat dan keinginan.

***

Saya prihatin sekali melihat para petani di desa... Banting-tulang mencari 
dana utk menyekolahkan anaknya... dan pada ujungnya anaknya menjauhi dunia 
pertanian. Bayangkan.. Indonesia yg dikenal sbg negara agraris, kian hari 
lahan pertanian menyusut, fakultas-fakultas pertanian ditutup gara-gara 
nggak laku. Saya ndak sedih fakultas-fakultasnya ditutup, karena belajar 
pertanian bisa tanpa sekolah. Tapi yg pertama itu yang menyedihkan... 
orang-orang sangat tidak melirik pertanian kecuali terpaksa. Kebanyakan.


Maaf.. jika berlebihan. Gara2 terlalu semangat kali...:))

Salam uncschooling...

Arif Hidayat


----- Original Message ----- 
From: "Ichank Syafeie" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, February 09, 2009 11:50 PM
Subject: Re: [kmnu2000] Apa Salahnya Tidak Sekolah?


Keren
Aq Setuju bgt

--- On Thu, 1/29/09, Arif Hidayat <[email protected]> wrote:
From: Arif Hidayat <[email protected]>
Subject: [kmnu2000] Apa Salahnya  Tidak Sekolah?
To: [email protected]
Cc: [email protected], [email protected], 
[email protected]
Date: Thursday, January 29, 2009, 4:35 AM











            Apa Salahnya Tidak Sekolah?

Kritik atas tayangan Halal (Minggu pagi 21 Des 08)



Yth Pengelola Program Halal Trans TV



Kirim email ke