temans,
he2 itulah parpol, sering sembarangan, gak pebuli partai dakwah, partaiIslam 
partai nasionalis.....pokok-e agenda-nya satu pingin menang

Tapi diam2 ada pembelajaran dibaliknya mulesnya kita dengan jumlah parpol yang 
buanyak itu, rakyat semakin kritis..namanya juga iklan, dilakukan oleh orang 
yang punya duit kan?

M kasih postingnya


Salam,

Ala'i












--- On Thu, 3/12/09, Mukhlisin <[email protected]> wrote:
From: Mukhlisin <[email protected]>
Subject: [kmnu2000] Profesor Pertanian Gugat Iklan Swasembada Beras PKS-Demokrat
To: [email protected], [email protected]
Date: Thursday, March 12, 2009, 2:16 AM











    
            

Profesor Pertanian Gugat Iklan Swasembada Beras PKS-Demokrat

Rabu, 11 Maret 2009 18:02



Yogyakarta, */NU Online

/*Profesor di bidang pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) Mohammad 

Maksum menggugat iklan politik tentang swasembada beras oleh Partai 

Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat yang ditayangkan di 

sejumlah stasiun televisi swasta. Iklan itu dinilai membodohi rakyat 

tani miskin (RTM).



Menurutnya, klaim swasembada beras 2008 masih sarat pertanyaan. Kalau 

pun swasembada benar-benar terjadi bukan disebabkan oleh program 

pembangunan, namun oleh usaha RTM sendiri yang aktif berproduksi untuk 

memenuhi kebutuhan hidup.



"Sungguh semua itu adalah politisasi  yang berlebihan terhadap sebuah 

capaian dan keputusan politik. Atau barangkali lebih lebih tepat kalau 

disebut sebagai kebodohan politis dan pembodohan publik," kata Prof 

Maksum kepada /NU Online /di Yogyakarta, Rabu (11/3).



Menurut Prof Maksum yang juga Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama 

(PWNU) Yogyakarta, masyarakat Indonesia sudah sangat beradab dan tidak 

akan terpengaruh dengan model kampanye murahan. "Membangun simpati 

publik seharusnya dibangun dengan level keberadaban yang lebih tinggi," 

katanya.



Seperti disimak dalam tayangan iklan televisi, program swasembada beras 

pemerintah diklaim secara sepihak oleh PKS sebagai prestasi dari menteri 

yang merupakan partai kader ini. Sementara Partai Demokrat mengklaim 

swasembada itu merupakan prestasi presiden yang berasal dari partai ini.



Maksum menyebutkan sedikitnya 5 partai politik yang mengklaim atas 

monopli prestasi bahwa tahun 2008 tidak impor beras.



"Swasembada beras diklaim sebagai keberhasilan partai A dan disahut 

partai B. Kemudian sukses tersebut juga disamput oleh partai C lalu 

ditimpali parpol D dan E dengan menjanjikan implikasi kesejahteraan RTM 

mendatang yang lebih baik. Itu semua materi kampanye berbasis isu yang 

persis sama. Padahal realitasnya swasembada beras itu masih menyimpan 

segudang persoalan," katanya.



Ditambahkan, iklan lainnya yang menggelikan adalah soal penurunan harga 

bahan bakar minyak (BBM). Beberapa pejabat pemerintahan dari partai 

politik tertentu menaikkan harga BBM kemudian menurunkannya pada saat 

musim kampanye.



"Lihat saja Malaysia sudah bertubi-tubi menurunkan harga BBM-nya bahkan 

jauh hari sebelumnya, juga beberapa negara tentangga kita yang lain. 

Dari fakta itu bukankah justru lebih tepat kalau keputusan penurunan 

tersebut dimaknai sebagai sebuah keterlambatan, bukan prestasi," kata 

Maksum. (nam)



Komentar:



------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Muslih MUHAMMAD <http://atana- atana.blogspot. com> menulis:

Wong namanya partai, walaupun PKS yang ngaku paling ISELAM, tetapi 

mereka juga manusia, sehingga masih punya nafsu. Kerja jadi menteri gak 

ikhlas, yang demokrat jadi presiden juga gak ikhlas, di pamerkan, 

diomongkan (walaupun sebenarnya juga membohongi alias ngapusi),,,, , gak 

dapat pahala

ITUlah negara kita, yang jadi pejabat mengklaim, ITU (keberhasilan) 

adalah usahanya.... .



[Non-text portions of this message have been removed]




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke