lucu juga ya,lomba kesopanan kok melalui umpatan ??

Wassalam
Abdul Mu'iz

> POLITISASI BERAS ADALAH PERBUATAN BAJINGAN!!!
>
> ayo, siapa yg mau menilai pernyataan saya ini tidak sopan?
> ayo kita berdiskusi siapa yang paling tidak sopan.
>
> salam,hamzah sahal
>
>
>
>
> ________________________________
> From: Mukhlisin <[email protected]>
> To: [email protected]; [email protected]
> Sent: Thursday, March 12, 2009 8:16:59 AM
> Subject: [kmnu2000] Profesor Pertanian Gugat Iklan Swasembada Beras
> PKS-Demokrat
>
>
>
> Profesor Pertanian Gugat Iklan Swasembada Beras PKS-Demokrat
> Rabu, 11 Maret 2009 18:02
>
> Yogyakarta, */NU Online
> /*Profesor di bidang pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) Mohammad
> Maksum menggugat iklan politik tentang swasembada beras oleh Partai
> Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat yang ditayangkan di
> sejumlah stasiun televisi swasta. Iklan itu dinilai membodohi rakyat
> tani miskin (RTM).
>
> Menurutnya, klaim swasembada beras 2008 masih sarat pertanyaan. Kalau
> pun swasembada benar-benar terjadi bukan disebabkan oleh program
> pembangunan, namun oleh usaha RTM sendiri yang aktif berproduksi untuk
> memenuhi kebutuhan hidup.
>
> "Sungguh semua itu adalah politisasi  yang berlebihan terhadap sebuah
> capaian dan keputusan politik. Atau barangkali lebih lebih tepat kalau
> disebut sebagai kebodohan politis dan pembodohan publik," kata Prof
> Maksum kepada /NU Online /di Yogyakarta, Rabu (11/3).
>
> Menurut Prof Maksum yang juga Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama
> (PWNU) Yogyakarta, masyarakat Indonesia sudah sangat beradab dan tidak
> akan terpengaruh dengan model kampanye murahan. "Membangun simpati
> publik seharusnya dibangun dengan level keberadaban yang lebih tinggi,"
> katanya.
>
> Seperti disimak dalam tayangan iklan televisi, program swasembada beras
> pemerintah diklaim secara sepihak oleh PKS sebagai prestasi dari menteri
> yang merupakan partai kader ini. Sementara Partai Demokrat mengklaim
> swasembada itu merupakan prestasi presiden yang berasal dari partai ini.
>
> Maksum menyebutkan sedikitnya 5 partai politik yang mengklaim atas
> monopli prestasi bahwa tahun 2008 tidak impor beras.
>
> "Swasembada beras diklaim sebagai keberhasilan partai A dan disahut
> partai B. Kemudian sukses tersebut juga disamput oleh partai C lalu
> ditimpali parpol D dan E dengan menjanjikan implikasi kesejahteraan RTM
> mendatang yang lebih baik. Itu semua materi kampanye berbasis isu yang
> persis sama. Padahal realitasnya swasembada beras itu masih menyimpan
> segudang persoalan," katanya.
>
> Ditambahkan, iklan lainnya yang menggelikan adalah soal penurunan harga
> bahan bakar minyak (BBM). Beberapa pejabat pemerintahan dari partai
> politik tertentu menaikkan harga BBM kemudian menurunkannya pada saat
> musim kampanye.
>
> "Lihat saja Malaysia sudah bertubi-tubi menurunkan harga BBM-nya bahkan
> jauh hari sebelumnya, juga beberapa negara tentangga kita yang lain.
> Dari fakta itu bukankah justru lebih tepat kalau keputusan penurunan
> tersebut dimaknai sebagai sebuah keterlambatan, bukan prestasi," kata
> Maksum. (nam)
>
> Komentar:
>
> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
> Muslih MUHAMMAD <http://atana- atana.blogspot. com> menulis:
> Wong namanya partai, walaupun PKS yang ngaku paling ISELAM, tetapi
> mereka juga manusia, sehingga masih punya nafsu. Kerja jadi menteri gak
> ikhlas, yang demokrat jadi presiden juga gak ikhlas, di pamerkan,
> diomongkan (walaupun sebenarnya juga membohongi alias ngapusi),,,, , gak
> dapat pahala
> ITUlah negara kita, yang jadi pejabat mengklaim, ITU (keberhasilan)
> adalah usahanya.... .
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>


Kirim email ke