Bawaslu: Skandal DPT Paling Gawat 
 
JAKARTA- Pemungutan suara yang digelar Kamis 9 April 2009 hari ini masih 
dibayangi kisruh daftar pemilih tetap (DPT). Mulai masih banyak warga yang 
tidak masuk DPT hingga anggota TNI/Polri dan orang meninggal yang justru masuk 
DPT.

Bahkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) semakin sering menerima pengaduan 
tentang pemilih belum terdaftar menjelang detik-detik pencontrengan. Kisruh DPT 
ini berpotensi menjadi masalah terbesar dalam pesta demokrasi kali ini.

�Masalah DPT merupakan potensi terbesar yang mengancam penyelenggaraan 
pemungutan suara besok (Kamis 9/4 hari ini, Red.),� kata anggota 
Bawaslu, Wahidah Suaib Wittoeng, di sela-sela deklarasi kesiapan pengawasan 
pemilu, Rabu (8/4) kemarin. Menurut dia, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di 
daerah terus melakukan penyisiran DPT hingga tadi malam menjelang pemungutan 
suara.

�Kami menerima pengaduan banyaknya pemilih yang belum terdaftar dari 
Kepulauan Riau, Sulawesi, dan Bekasi,� katanya.

Kondisi tersebut, kata dia, bisa menyebabkan tingginya angka golput 
administratif. Dengan kata lain, masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya 
bukan atas kehendak diri sendiri tetapi karena masalah pendataan.

Dia menambahkan, alangkah baiknya jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan 
koordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjelang pemungutan suara. Hal 
itu perlu dilakukan karena masalah DPT sudah berlangsung secara masif. 
Contohnya, di Bekasi ada 1.000 kepala keluarga yang tidak terdaftar dalam DPT. 
Ironisnya, lanjut Wahidah, KPU sudah beberapa kali menjamin sudah tidak ada 
lagi masalah dalam DPT. �Ini aneh. Sejak awal KPU selalu menjamin bahwa 
DPT sudah jelas dan selesai. Padahal di lapangan jelas-jelas ada masalah 
seperti itu,� katanya.

Dia menambahkan, DPT menjadi terkesampingkan karena perhatian KPU tersita untuk 
memasok logistik agar bisa tiba tepat waktu di daerah sehingga penyisiran DPT 
tidak berjalan optimal. �Kami tidak semata-mata menyalahkan KPU, namun 
masyarakat juga punya andil,� kata Wahidah.

Menurut dia, kesadaran masyarakat untuk mengecek keberadaan namanya dalam 
daftar pemilih sementara (DPS) sangat rendah. �Ke depannya, pemilih 
harus berbasis pendataan domisili,� ujarnya.

Dia berharap agar Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), pengawas, dan 
saksi bisa dipastikan untuk menerima salinan DPT. Ketiga pihak itu pun perlu 
untuk terus menjalin komunikasi menjelang detik-detik terakhir menuju 
pemungutan suara.

SDA Nilai Disengaja

Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali (SDA) usai bertemu Ketua Umum PBNU KH Hasyim 
Muzadi di Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (8/4) kemarin, juga 
gundah akan kisruh DPT. Sebab jika hal itu dibiarkan pasti akan mempengaruhi 
kualitas demokrasi di Indonesia.

Menurut SDA, DPT yang tak valid bisa membuat masyarakat tak percaya pada hasil 
Pemilu. Karena itu, sebisa mungkin KPU harus segera menyelesaikan masalah 
tersebut, sebelum pemungutan suara berlangsung. �Jangan sampai 
masyarakat ragu dengan hasil Pemilu,� katanya.

SDA tak sependapat jika masalah DPT disebut hanya kesalahan pendataan, tapi ada 
indikasi kesengajaan. �Kalau orang yang sudah meninggal masuk DPT 
mungkin ada kesalahan, tapi ini kan ada kloning atau nama ganda,� jelas 
mantan Ketua Umum PB PMII ini.

TNI/Polri

Bukan hanya itu, beberapa anggota TNI dan Polri di Kabupaten Jember, Jawa 
Timur, juga masuk dalam DPT dan menerima formulir C-4.

Hal tersebut terungkap setelah beberapa anggota TNI dan Polri mendapatkan 
formulir C-4 (undangan) untuk memilih dalam Pemilu 2009 yang digelar Kamis hari 
ini.

Salah seorang anggota Polri di Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Aiptu 
Suprapto, Rabu kemarin, mengaku, mendapat undangan memilih di TPS dekat 
rumahnya, Selasa malam, dan undangan tersebut diantar langsung oleh petugas 
kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) setempat. �Saya terkejut 
mendapat undangan untuk memilih, padahal sesuai aturan, anggota Polri tidak 
boleh memilih,� kata Suprapto.

Dia mengaku, tidak tahu apakah masuk dalam DPT atau tidak, namun biasanya 
seseorang yang mendapat undangan atau formulir C-4 pasti masuk dalam DPT. 
�Undangan yang dibagikan sesuai dengan DPT, sehingga kemungkinan saya 
masuk dalam DPT,� katanya.

Meski mendapat undangan untuk Pemilu 2009, kata dia, anggota Polri dan TNI 
tidak akan memilih pada Pemilu 2009, karena sudah tahu aturannya. �Saya 
tidak akan memilih, karena saya paham aturan,� katanya.(amh/ara)

http://dutamasyarakat.com/1/02dm.php?mdl=dtlartikel&id=14691




SMS Rekayasa DPT Itu� 
 
DUGAAN adanya rekayasa sistemik terhadap daftar pemilih tetap (DPT) semakin 
terungkap. Hal itu setelah Tim Pemilu Jurdil Badan Pemenangan Presiden PDIP 
mendapatkan salinan pembicaraan lewat SMS sejumlah tokoh yang mengindikasikan 
kuat adanya rencana manipulasi DPT pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur. 
Yang jadi masalah, model serupa ditengarai pula telah diterapkan pada pemilu 
legislative yang digelar Kamis (9/4) hari ini. Karena itu, Tim PDIP meminta 
semua partai politik mewaspadai upaya manipulasi DPT tersebut.

Temuan itu disampaikan tim yang terdiri atas Hasto Kristiyanto didampingi Gayus 
Lumbuun yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari PDIP, dan Wakil 
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Agneta Singadekane di Jakarta, kemarin.

�Data ini diterima Badan Pemenangan Pemilu Presiden dan sudah 
diklarifikasi dan diverifikasi. Kami bertanggung jawab terhadap data 
itu,� kata Hasto.

Dalam pesan singkat (SMS) itu tergambar jelas adanya rekayasa DPT. Yakni 
seseorang menjanjikan bisa menambah suara minimum 10 persen. Tawaran itu tentu 
saja bukan gratis melainkan dengan memberikan bayaran. Lalu orang yang mendapat 
tawaran pun menanyakan tingkat keberhasilan dan keamanannya.

Berikut cuplikan SMS itu: 

+628133225xxxx +6281130xxxx,
�Tuesday, February 
19, 2008",16:53
�bias menambah suara min 10%, itungan dluar golput. Yen setuju, siapno 
wae danane. dijamin aman�,,,,

+6281130xxxx +628133225xxxx,
�Wednesday, February 
20, 2008",18:42
�tingkat keberhasilan dan keamanan berapa persen?�,,,,

+6281130xxxx +6281132xxxx,
�Wednesday, February 
20, 2008",23:57
�dana?�,,,,

+6281131xxxx +6281130xxxx,�
Wednesday, February 
20, 2008",23:46
�baik pak, cash, ceq atau bg?�,,,,

+6281132xxxx +6281130xxxx,
�Wednesday, February 
20, 2008",23:53
�yen diodelok-delok ngusut kuwi suwe, opo maneh datane amburadul. KPU 
aturen�,,,,

+6281132xxxx +6281130xxxx,
�Wednesday, February 
20, 2008",23:56
�rundingan sik ae. Gus ipul jo ngerti.awke dewe sik ae�.,,,,

+6281132xxxx +6281130xxxx,
�Wednesday, February 
20, 2008",23:59
�jo kuwatir, daeng wae iso golek sponsor dana akeh, mokkan kene pe kalah 
rek.�,,,,

+628133225xxxx +6281130xxxx,
�Wednesday, February 
20, 2008",17:05
�pengecekan dp4 iku ngentekno waktu suwe. Tur wes amburadul, paling yen 
konangan lemparno wae dinas kependudukan�,,,,

+628133225xxxx +6281130xxxx,
�Wednesday, February 
20, 2008",17:08
�jika di daerah2 selatan, dan barat memang relatif sulit dikontrol, 
dalam artian aman. Daerah madura juga bisa. Yang sulit itu justru di daerah 
surabaya. Orangnya sulit diatur, tiwas ngentekno duwit.�,,,,

+628133225xxxx +6281130xxxx,
�Wednesday, February 
20, 2008",18:20
�kiat gunakan waktu yg kosong yang seharusnya untuk perbaikan dp4, buk 
yg tdk aware kok dengan masalah dpt.�,,,,

+628133225xxxx +6281130xxxx,
�Wednesday, February 
20, 2008",23:03
�tenang saja pak, dari 4 pilkada kemarin tidak ada yang terbukti, bahkan 
tidak ada dugaan
sama sekali ke arah ini.�,,,,

Pemilih Bermasalah

Temuan itu klop dengan temuan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Jawa Timur 
(Panwaslu Jatim) tentang adanya 128.927 pemilih bermasalah. Dari jumlah 
tersebut dikelompokkan dalam 17 kategori di antaranya, pemilih mempunyai nama, 
nomor induk kependudukan (NIK), tanggal lahir sama. Ada juga anak di bawah umur 
dan anggota TNI/Polri masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Hal tersebut dikemukakan Ketua Panwaslu Jatim Sri Sugeng Pujiatmiko dalam Rapat 
Koordinasi Persiapan Dukungan Kelancaran Penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2009 
di Surabaya. 

Dari jumlah itu, sebanyak 4.864 nama sama, 870 tanggal lahir sama tapi alamat 
berbeda, 5.886 NIK dan nama sama, 4.397 NIK nama sama berbeda tanggal lahir, 
3.958 NIK nama dan tanggal lahir sama, tetapi beda alamat, 1.615 tanpa catatan 
tanggal lahir, 74 anggota TNI Polri masuk daftar DPT, 2.398 anak usia di bawah 
umur, pindah domisili sebanyak 2.861 pemilih, pemilih tak dikenal 202 orang, 
tanpa NIK sebanyak 5.409 orang, NIK tak sesuai 81.139 orang, belum terdaftar 
sebagai pemilih 2.826, menjadi TKI sebanyak 55 pemilih, dan pemilih tidak sehat 
55 orang. 

Dengan temuan tersebut, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf minta Komisi 
Pemilihan Umum (KPU) Jatim segera memperbaiki. DPT bermasalah ini bukan khas 
daerah ini, tetapi juga terjadi di propinsi lain. Bahkan, bupati/walikota 
terpilih saat pemilihan menggunakan DPT yang dipermasalahkan sekarang. 
(wis/ful/kcm)

http://dutamasyarakat.com/1/02dm.php?mdl=dtlartikel&id=14676

Kirim email ke