Terima kasih mbak Ena, selamat hari Kartini juga untuk mbak Ena dan seluruh perempuan di Indonesia... BTW, sudah punya baby ya...selamat semoga menjadi anak yang soleh/solehah. Amin
Salam, Fath --- Pada Sel, 21/4/09, Ena Nakiah <[email protected]> menulis: > Daripada: Ena Nakiah <[email protected]> > Subjek: [kmnu2000] Semangat Kartini > Kepada: [email protected] > Tarikh: Selasa, 21 April, 2009, 5:59 AM > selamat hari Kartini mbak > Fathonah........hehehe.. > Moga semangat Kartini bisa terus kita hidupkan....... > > Salam > Naj > > > > http://najlah.blogspot.com > > > --- On Sun, 4/19/09, Fathonah K. Daud <[email protected]> > wrote: > > From: Fathonah K. Daud <[email protected]> > Subject: [kmnu2000] PEMILU: Laporan dari Malaysia (2) > To: [email protected] > Date: Sunday, April 19, 2009, 12:14 AM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Temans, > > > > Berita ini saya tulis di NOTES FB saya. Linknya : > > http://www.facebook .com/note. php?saved& > &suggest& note_id=79348811 948 > > > > Peace, > > Fath > > > > PEMILU: Laporan dari Malaysia (2) > > > > Pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) pada 9 April lalu > dinilai banyak pengamat politik sebagai pemilu terburuk > sepanjang era reformasi. Antara alasannya yang dapat dicatat > di sini adalah (1) Rekrutmen anggota KPU tidak jelas dan > persoalan ini sudah banyak diulas oleh media massa, (2) > Daftar Pemilih Tetap (DPT) out of date sehingga mengundang > persoalan dan kontroversi, (3) sistem dan UU pemilu yang > tidak konsisten. > > > > Persoalan DPT di Malaysia misalnya, menurut sumber Panitia > Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Malaysia, jumlah DPT adalah > 800.000an. Jumlah ini hanya diambil dan berdasarkan data WNI > di KBRI. Yakni, data WNI yang pernah mempunyai urusan di > KBRI dengan tanpa di-update kembali. Padahal menurut data > imigrasi Malaysia terkini, jumlah WNI di Malaysia sekitar 2 > jutaan. Mereka terdiri dari : 1,2 juta Tenaga Kerja > Indonesia (TKI) legal–mungkin ini termasuk warga Indonesia > yang ber-IC merah atau Permanent Recidence, 14 ribu pelajar, > 3000 orang ekspatriat dan 800 ribu TKI illegal. Maknanya ada > sekitar 1,2 jutaan WNI di Malaysia yang sudah (dan terpaksa) > hilang hak konstitusionalnya karena tidak terdaftar sebagai > DPT. Malangnya, DPT itupun out of date. Jadi, besar > kemungkinan dari ¼ hingga 1/3 dari jumlah DPT itu sudah > tidak valid lagi. > > > > Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa antara yang > masuk DPT itu adalah orang yang sudah tiada di Malaysia > (baik sudah balik ke Indonesia ataupun yang sudah meninggal > dunia). Demikian pula bayi atau anak-anak yang di bawah umur > dan bagi mereka yang pernah ganti pasport beberapa kali di > KBRI karena beberapa sebab, baik dengan nama sama ataupun > ganti nama tetapi nomor passport adalah berbeda, juga masuk > dalam DPT tersebut. Sedangkan data yang masuk di KBRI adalah > mengikut data identitas diri/passport ini, sehingga bagi > kasus terakhir ini tiap orang bisa mendapat porsi suara > ganda bahkan lebih. (sumber ini bisa diakses sehari sebelum > hari 'H' di link: www.pplnkl.com) . Mungkin kasus-kasus > tersebut tidak menjadi persoalan jika ia dilakukan pilih > langsung, karena setidaknya bisa diminimalisir adanya > kecurangan bagi pemilih ganda. Persoalan muncul, karena ia > dilakukan pilih pos dan dropping box dan porsinya jauh lebih > besar dari pemilihan langsung. Keadaan > > tersebut juga ditambah kacaunya logistik surat suara, ia > berdampak pada pelanggaran pemilih pos dan dropping box. > Bagi kasus DPT yang bermasalah di atas tetap mendapat > kiriman surat suara ada yang ganda bahkan lebih. Sayangnya > surat suara tersebut tetap disahkan oleh pihak PPLN KL/KPU, > dengan mengabaikan kertas C4. > > > > Terkait dengan kertas C4 tersebut, seharusnya menjadi > persoalan besar apabila ia tidak dianggap penting oleh > pihak-pihak tertentu. Kertas C4 adalah memuat identitas diri > pemilih, sehingga ia juga bisa berfungsi sebagai bukti bagi > setiap pemilih. Kalau ia diabaikan, terutama dalam pilih pos > atau dropping box, hal ini jelas rawan terjadi kecurangan. > Tanpa kertas C4, pemilih bisa dianggap ‘pilih hantu’ > karena tidak jelas identitas pemilihnya. Mengapa keadaan > begini pihak PPLN atau KPU seperti sengaja memejam mata? > Sementara dalam pemilihan langsung 9 April lalu --seperti > yang saya saksikan--banyak WNI yang kecewa karena telah > kehilangan hak politiknya hanya semata-mata tidak masuk > dalam DPT. Agak Aneh! > > > > Hasil rekapitulasi suara sementara dari dropping box dan > pilih pos di Malaysia kemarin, menunjukkan bahwa surat suara > banyak yang telah tercontreng dengan tanpa kertas C4 dan ia > hanya didominasi salah satu partai saja. Terlebih setiap > box, terutama yang dibuka pada tanggal 11 hingga 13 > berturut-turut itu menunjukkan hanya tercontreng dengan > warna tinta seragam dan pada nama partai yang sama. Wah! > > > > Sehubungan rekapitulasi di Malaysia, PPLN Kuala Lumpur > telah melakukan penghitungan suara hasil pemilihan caleg > (pileg) melalui pemilihan pos dan dropping box sejak tnggal > 11 April 2009. Mengingat banyaknya alokasi pemilihan melalui > pos (ada 320 ribu surat suara) dan dropping box (sekitar 49 > ribu) yang sudah diedarkan, maka penghitungan dijadwalkan > berlangsung secara continue dari 11 April hingga tanggal 19 > April 2009 besok. > > > > Realitas DPT yang carut marut inilah yang mengakibatkan > banyak kalangan menganggap hak politik buruh migrant > diabaikan. Untuk mencapai demokrasi yang jurdil, sepatutnya > dan secepatnya persoalan-persoalan ini direhabilitasi dan > diberikan kesempatan kepada mereka yang telah kehilangan hak > politiknya sesuai kadarnya. Bagaimanapun, setiap WNI adalah > mempunyai hak dan kewajiban yang sama di mata hokum. > > > > Untuk sementara baca berita berikut ini: > > http://pemilu. > detiknews. com/read/ 2009/04/17/ 114551/1116999/ > 700/hak-pilih- buruh-indonesia- di-ln-diabaikan > > > > Jakarta - Penyelenggaraan pemilu legislatif 9 April > menyisakan banyak persoalan menyangkut carut marutnya Daftar > Pemilih Tetap (DPT) dan terjadinya berbagai kecurangan. > > > > Kekacauan serupa juga dirasakan warga Indonesia yang berada > di luar negeri, khususnya bagi para buruh yang bekerja di > Malaysia,Singapura, dan Hongkong. > > > > "Dari jumlah keseluruhan buruh migran Indonesia yang ada di > luar negeri yang berjumlah sekitar 6.5 juta, hanya 1.5 juta > yang terdaftar dalam DPT. 83.495 pemilih atau hanya 5.8% > yang menggunakan hak politiknya," ujar Direktur Eksekutif > Migrant Care Anis Hidayah di Jakarta Media Center (JMC), > jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2009). > > > > Menurut Anis, dugaan pengabaian hak politik para buruh ini > juga terwujud dalam penetapan DPT yang terkesan > asal-asalan. > > > > "Selama ini PPLN dalam menetapkan DPT hanya berbasis pada > data KBRI tanpa dikomparasikan dengan data keimigrasian dan > ketenagakerjaan negara setempat, sehingga data-data tersebut > out of date," terangnya. > > > > Lebih lanjut Anis mengatakan, bahwa banyak ditemukan data > pemilih ganda dalam DPT yang diberikan kepada para buruh > migran Indonesia. > > > > "Seperti di Hongkong ditemukan 3.850 data pemilih ganda. > Akibatnya beberapa buruh menggunakan dua surat suara > sekaligus.Bahkan seluruh Anak Buah Kapal (ABK) yang > berjumlah sekitar 10.000 orang tidak terdaftar sebagai > DPT,"jelasnya. > > > > Persoalan yang menarik adalah banyaknya pelanggaran yang > terjadi pada pemungutan suara seputar undi pos dan dropping > box. > > > > "Rekapitulasi suara dari dropping box di Malaysia, dimana > surat suara telah tercontreng salah satu partai tertentu. > Surat suara via pos datang tidak tepat waktu, sampai 9 April > masih banyak buruh migran yang belum menerima surat pos," > katanya. > > > > Oleh karena banyaknya kekacauan yang terjadi pada 9 April > lalu, maka Migrant Care akan segera melaporkan masalah ini > ke Komnas HAM. > > > > "Karena ini mengakibatkan hilangnya hak politik warga > negara dan juga meminta KPU dan PPLN untuk segera di audit > karena mengakibatkan pemilu menjadi tidak demokratis dan > Luber dan Jurdil," pungkasnya. > > > > Dapatkan alamat E-mel baru anda! > > Rebut nama E-mel yang telah lama anda kehendaki sebelum > orang lain mendapatkannya! > > http://mail. > promotions. yahoo.com/ newdomains/ my/ > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ------------------------------------ > > ______________________________________________________________________ > http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang > Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo > dan Timur Tengah. > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena > suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim > email ke: > [email protected] > > Yahoo! Groups Links > > > mailto:[email protected] > > > Sungguh mudah dan ringkas untuk menambah lebih ramai rakan. Jemput rakan anda dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger hari ini! http://malaysia.messenger.yahoo.com/invite/
