Judulnya terlalu bombastis. Itu bukan NU, tapi ulama di Banyuwangi/Tapal Kuda :
Wuih! Suara PKS di Madura Melonjak 250% INILAH.COM, Jakarta - Diam-diam PKS sukses mengubah citranya di mata pemilih yang berasal dari kalangan nahdliyin. Buktinya perolehan suara PKS di Pulau Madura pada Pemilu legislatif 2009 melonjak hingga 250 persen dibandingkan Pemilu 2004. "Dengan raihan suara minimal 97.070 saat ini, berarti terjadi kenaikan 250 persen. Kami cukup mendapat tempat di kalangan Muslim tradisional-pedesaan, terutama keluarga besar nahdliyin, sambil tetap mempertahankan basis modernis-perkotaan," kata caleg DPR dari Dapil Jawa Timur XI, Sapto Waluyo, Rabu (22/4). Sapto mengutip data Ketua DPD PKS Kabupaten Sumenep Mohammad Riadi berdasarkan rekapitulasi suara di PPK dan KPU setempat, PKS diperkirakan akan mendapat 2 kursi DPRD Kabupaten Sumenep, yakni di Dapil I (Kecamatan Sumenep, Kalianget, Manding, Batuan dan Talango), serta Dapil VII (Arjasa, Kangayan dan Sapeken). "Untuk Dapil I, PKS memperoleh 4.445 suara dan Dapil VII dapat 5.012 suara. Itu sudah cukup untuk mendapatkan masing-masing satu kursi DPRD II," katanya. Ia menjelaskan, suara total yang diperoleh PKS untuk Caleg DPR RI di Sumenep mencapai 11.553 suara, belum termasuk penghitungan suara resmi di Kepulauan Sapeken yang tertunda. PKS berjaya di Sapeken dengan perolehan suara tertinggi 5.012. Bila raihan suara PKS di Sumenep yang diperkirakan mencapai 16.565 suara, digabung dengan Bangkalan (14.494), Sampang (42.192) dan Pamekasan (23.819), totalnya 97.070 suara, maka jumlah itu sudah cukup untuk mendapat satu dari delapan kursi DPR yang diperebutkan di Jatim XI. Sapto menjelaskan bahwa di seluruh Madura, PKS menempati urutan kelima setelah Partai Demokrat/PD (285.821), PKB (167.096), PPP (142.582) dan Gerindra (119.311). "Suara PKS mengungguli PAN (76.287), PDIP (72.750) dan Golkar (66.341)," ujar dia mengutip penghitungan di KPU Bangkalan, Sampang dan Pamekasan yang sudah tuntas. [*/dil] http://inilah.com/berita/politik/2009/04/22/100897/wuih-suara-pks-di-mad\ ura-melonjak-250/ --- In [email protected], Muhammad Thurisina <m.thuris...@...> wrote: > > terus pak anam mengajukan siapa sebagai cawapres SBY biar SBY menang...? > > > regards, > > 2009/5/2 Kh Anam gus.a...@... > > > > > > > Sekedar selingan, menurut riwayat, > > Beberapa pentolan PKS sempat mengikuti acaranya kiai-kiai pesantren di > > daerah basis NU tapal kuda Jatim. Nah saat pembacaan tahlil mereka beranjak > > pergi satu persatu. Ada yang beralasan ke kamar kecil, ada yang mau ketemu > > istri muda setempat, dan ada yang berasan klasik sibuk dsb. Para kiai murka > > dan keluarlah taushiyah "boleh pilih partai apapun kecuali PKS" karena > > memang bagi tahlil itu sangat penting bagi orang NU, dan mereka kurang tahu > > itu. > > > > Sebagai seorang NU yang agak fanatik, saya sempat berbahagia ketika > > "wahabi" > > menjadi stigma negatif di negeri ini. Tidak tanggung-tanggung, hampir semua > > media nasional mengutip celotehan Hidayat yang merasa difitnah anti wahabi. > > Mestinya ini adalah pernyataan politik yang biasa saja. Paling tidak dari > > situ ketahuan betapa besarnya organisasi NU, yang sejak Indonesia berdiri > > sudah menolak wahabi. > > > > Lagi-lagi ini adalah selingan. Makanya, ada resep yang mujarab agar SBY > > kalah dalam pilpres nanti, yakni memilih tokoh PKS Hidayat atau Pak Hasyim > > atau Muhaimin sebagai cawapresnya. Yang pertama jelas karena wahabinya, dan > > yang berukutnya jelas karena kacaunya.... > > > > Salam, > > Anam > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > -- > Muhammad Thurisina Choliq > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
