Sekedar selingan, menurut riwayat,
Beberapa pentolan PKS sempat mengikuti acaranya kiai-kiai pesantren di
daerah basis NU tapal kuda Jatim. Nah saat pembacaan tahlil mereka beranjak
pergi satu persatu. Ada yang beralasan ke kamar kecil, ada yang mau ketemu
istri muda setempat, dan ada yang berasan klasik sibuk dsb. Para kiai murka
dan keluarlah taushiyah "boleh pilih partai apapun kecuali PKS" karena
memang bagi tahlil itu sangat penting bagi orang NU, dan mereka kurang tahu
itu.

Sebagai seorang NU yang agak fanatik, saya sempat berbahagia ketika "wahabi"
menjadi stigma negatif di negeri ini. Tidak tanggung-tanggung, hampir semua
media nasional mengutip celotehan Hidayat yang merasa difitnah anti wahabi.
Mestinya ini adalah pernyataan politik yang biasa saja. Paling tidak dari
situ ketahuan betapa besarnya organisasi NU, yang sejak Indonesia berdiri
sudah menolak wahabi.

Lagi-lagi ini adalah selingan. Makanya, ada resep yang mujarab agar SBY
kalah dalam pilpres nanti, yakni memilih tokoh PKS Hidayat atau Pak Hasyim
atau Muhaimin sebagai cawapresnya. Yang pertama jelas karena wahabinya, dan
yang berukutnya jelas karena kacaunya....

Salam,
Anam


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke