Bismilahirrahmanirrahiim Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi`ar-syiar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang ad-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keridaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
Kalaulah ulama2 berpegang kepada ayat ALLAH diatas itu, maka tidak sepantasnya MUI atau Ulama2 Wahabi Saudi melarang umat Islam Ahmadiyah, atau syiah dll untuk beribadah kepada ALLAH swt. Malah orang2 yang melarang muslimahmadiyah dan syiah dll itulah yang sesungguhnya ingkar dgn ayat ALLAH diatas itu, Siapakah atau golongan manakah yang mendapat mandat atau surat kuasa untuk menetukan seorang itu kafir atau tidak? Apakah ulama2 wahabi,atau ulama2 Syiah? Atau ulama2 NU,Muhamadiah dll Hadits; Siapa yang menuduh saudaranya kafir,maka sesungguhnya dialah yang kafir.bukankah demiakian? Kalau ada kita melihat ada golongan yang sesat kita anggap, kita hanya bisa mengingatkan saja, tidak berhak menghukum dan mengkafirkan mereka,Itu adalah Haknya ALLAH saja,seperti tercantum dlm ayat ini. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan h ikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Sesungguhnya orang orang yang memecah belah agamanya dan mereka terpecah menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadapat mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanya lah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.QS.6:159. As for those who divide their religion and break up into sects, thou hast no part in them in the least: their affair is with Allah: He will in the end tell them the truth of all that they did. Saya megajak,marilah kita hormati keyakinan orang lain, janganlah mudah mengkafirkan keyakinan orang lain, belum tentu mereka yang salah, mungkin kita yang salah di mata ALLAH.QS.49:11 Wassalam --- In [email protected], "Abdul GhOfuR" <abdulghof...@...> wrote: > > Saudi Larang Ahmadiyah Berhaji > Selasa, 11 Agustus 2009 11:47 > > Mataram, NU Online > Warga Ahmadiyah tak diperbolehkan melaksanakan ibadah haji pada tahun 2009 > ini oleh Departemen Agama Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ini > merupakan penegasan ulang, karena larangan tersebut sebelumnya disampaikan > pemerintah Arab Saudi kepada pemerintah Indonesia. > > Menurut Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi NTB, Lalu Suhaimi > Ismi, larangan warga Ahmadiyah menunaikan haji datang dari Saudi Arabia dan > bukan dari pemerintah Indonesia. > > "Apa urusannya dengan jama'ah Ahmadiyah. Pemerintah Saudi mengatakan orang > Ahmadiyah tidak boleh naik haji sebelum mereka mengubah sikap dan kembali > kepada ajaran Islam yang benar," kata Lalu Suhaimi kepada wartawan di > Mataram Senin 10 Agustus 2009. > > Keberadaan jama'ah Ahmadiyah di Nusa Tenggara Barat terutama di Lombok > hingga saat ini diakui Lalu masih ada. Bahkan pihak pemerintah NTB sudah > membentuk tim untuk mengajak warga Ahmadiyah itu kembali ke ajaran Islam. > > Meski demikian Departemen Agama tidak melakukan proteksi jika ada warga > Ahmadiyah yang mendaftar menunaikan haji. "Kalau mereka mengaku-ngaku sama > artinya mereka membohongi diri dong. Kita tidak memproteksi mereka, karena > sifatnya nurani saja," ujar Lalu. > > Angka orang yang berangkat haji yang tinggi dari NTB--mencapai 4449 orang > dan masih akan bertambah--kemungkinan dimanfaatkan oleh jam'ah Ahmadiyah > untuk menunaikan haji. Karena itu Departemen Agama tetap akan mengawasi > mereka. > > Jumlah pengikut jama'ah Ahmadiyah di Kota Mataram saat ini diperkirakan > mencapai 137 orang mereka ditampung di asrama transito Majeluk Mataram. > Sebelumnya Gubernur NTB KH. Muhammad Zainul Majdi pernah meminta warga > Ahmadiyah mengubah sikap mereka. (ant/mad) >
