Terimakasih sharing ilmunya,sdrku sofwan. Kalau saya memahami Hadits yg menyatakan bahwa umat Islam terbagi 73 tiga dan satu yg benar.....Bagi ALLAH untuk menyatukan umat Islam atau umat manusia mudah saja, tapi ALLAH ingin mengetahui siapa yg benar2 mentaati ALLAH,dan disuruh kita semua untuk berlomba lomba berbuat kebajikan sebanyak banyaknya kpd masarakat atas niat kpd perintah ALLAH utk meramal saleh yangnyata.
Yang benar itu hanya ALLAH saja yang tahu....manusia tidak satupun yang tahu, manusia semua mencari kebenaran itu..oleh karena itu manusia(ulama) tidak berhak menghakimi saudara2nya, karena kita semua akan menghadap pengadilan ALLAH. Kalau lah manusia (ulama) di izinkan menghakimi keyakinan beragama seseorang, maka setiap golongan akan menghakimi golongan yang lain,dan terjadilah permusuhan dan akirnya penghancuran satu sama lain.bernarkah demikian? Jadi kalau ada orang yg ingin keluar dari gol Islam yang sudah mampan, tidaklah urusan Rasul, ulama2 dan pemerintah, tapi adalah urusan ALLAH semata mata.QS 16:125.Bukan kah demikian? Saya tinggal di Amerika, kesan saya yang utama dgn masarakat Amerika dan pemerintahan Amerika, adalah dimana semua keyakinan agama dan tidak beragama merdeka menjalankan keyakinan masing2 untuk mencari kebahagian atau kepuasan beragama dan pemerintah memberikan perlidungan. Baik islam,katolik, protestan yahudi, Budha dan anti Tuhan sekali pun. LIBERTY AND JUSTICE FOR ALL = RAHMATAN LIL'ALAMIN. Semua sekte2 islam yg terdiri bermacam sekte; Syiah terpecah belah menjadi banyak, sunni demikian pula, semua dapat melaksanakan keyakinan masing2. kelihatan umat Islam dapat memperlihatkan agama islam yang damai, indah, dan toleransi. Akibatnya banyak orang2 amerika yg tertarik masuk islam.Lebih kuran 20.000 setiap tahun yg masuk islam. Salah seorang president Masarakat Islam Amerika adalah wanita putih yang smart;Silakan anda simak ini; Ketua Masarakat-Islam North America,Ingrid Mattson.seorang wanita kulit putih. http://www.youtube.com/watch?v=LXzPV2G5PFg&feature=channel Saya mengyakini bahwa bahwa islam akan bercaya kembali di Barat(amerika) sebgamana sebuah Hadits menjelaskan.Dan Negara2 Arab akan saling hancur menghancurkan satu sama lain, dan sudah kelihatan sekarng ini,dimana Radikal Wahabi menindas Syiah, dan begitu pula SYiah Radikal menindas wahabi... Kalau Amerika tidak bisa lagi menjaga keseimbangan negara2 Arab, mulailah akan terjadi peperangan besar antara Wahabi dan Syiah. Sekarang Amaerika dan Barat masih memerlukan minyak dari Saudi, Barat perlu menjaga keamanan Arab,agar minyak lancar di distribusikan ke dunia... Semoga ALLAH selalu membimbing umat islam semua,terutama ulama2nya dan pemimpin2nya. Wassalam --- In [email protected], sofwan nadi <de_a...@...> wrote: > > Terima kasih Mas Latif, begitulah semestinya. > > Kita seringkali ikut terjebak kepada tradisi pendahulu Sunni yang gampang > menuduh kafir atau gugur iman kepada aliran yang berbeda. Padahal kita tidak > menyadari siapakah beliau ketika berkata begitu. Mari kita sedikit mencermati. > > Hadits yang menyatakan umat akan terbagi menjadi 73 golongan, kesemuanya > masuk neraka kecuali satu. > Hadits ini hanya memuat kalimat "masuk neraka". Maka saya berkata, masuk > neraka tidak berarti kafir atau gugur iman. Karena masuk neraka bisa berarti > untuk dicuci dari noda kepercayaan yang sumir atau menyimpang, setelah > dicuci, berarti mungkin saja ada yang dimasukkan ke surga. Itu hak Allah, > prerogatif-Nya yang tunggal. > Namun sayang, sebagian pihak ada yang bilang dengan mencap Kafir atau Batal > Iman. Saya berlindung kepada Allah dari perkataan yang melewati/ > berlebihan dari yang disebutkan oleh Rosul-Nya. Sholli alaihi wa aalihi > wasallam. > > Lalu bagaimana ada imam dahulu yang mencap kafir kepada orang yang tidak > sepaham? > Begini, kita tetap mempertahan baik sangka kepada para pendahulu, semoga > Allah senantiasa merahmati mereka. Caranya begini, kita perlu mencermati > sebagai apa beliau ketika berkata seperti itu. Kalau kedudukannya sebagai > QADLI, yakni mewakili pendapat pemerintah ketika dia berkata seperti itu, > maka hak bagi beliau untuk melakukannya, karena Ulil Amri menduduki SYARI, > pembuat inisiatif syara, maka pada tempatnya beliau seperti itu. Karena > memang situasi dahulu adalah kerajaan yang sistemnya ditentukan oleh kemauan > RAJA. Tapi tidak boleh bagi ulama yang bukan qadli untuk berpendapat seperti > itu di majlis bebas. Kalaupun dia berkata seperti itu, itu tidak mengikat > apa-apa. Karena bukan pada tempat dan haknya. > > Begitu juga bagi sayidina Abu Bakar yang memerangi kaum murtad, pada hak > beliau sebagai khalifah. Padahal orang murtad tidak disuruh diperangi dalam > Alquran, tapi pada hak beliau sebagai khalifah yang memiliki kedudukan > syari, bisa dimengerti dan ditaati keputusannya. Tetapi kalau ulama seperti > MUI yang tidak pada posisi qadli (badan legislatif/ yudikatif negara) maka > tidak boleh melebihi sebatas rekomendasi. Rekomendasi (fatwa) bersifat tidak > ada kekuatan apa-apa, tidak mengikat, selama tidak menjadi fatwa pemerintah. > Jadi biarlah MUI bicara, kafilah haji tetap diberangkatkan ke Mekah. > > Semoga Allah memaafkan umat mukminin, semuanya. > > Sofwan. > > > > > ________________________________ > From: latifabdul777 <latifabdul...@...> > To: [email protected] > Sent: Thursday, August 13, 2009 10:01:25 PM > Subject: [kmnu2000] Re: Saudi Larang Ahmadiyah Berhaji > > > Bismilahirrahmanirr ahiim > Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi`ar-syiar Allah, > dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) > binatang-binatang ad-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) > mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari > karunia dan keridaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan > ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) > kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, > mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam > (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat > dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah > amat berat siksa-Nya. > > Kalaulah ulama2 berpegang kepada ayat ALLAH diatas itu, maka tidak > sepantasnya MUI atau Ulama2 Wahabi Saudi melarang umat Islam Ahmadiyah, atau > syiah dll untuk beribadah kepada ALLAH swt. > > Malah orang2 yang melarang muslimahmadiyah dan syiah dll itulah yang > sesungguhnya ingkar dgn ayat ALLAH diatas itu, > > Siapakah atau golongan manakah yang mendapat mandat atau surat kuasa untuk > menetukan seorang itu kafir atau tidak? Apakah ulama2 wahabi,atau ulama2 > Syiah? Atau ulama2 NU,Muhamadiah dll > > Hadits; Siapa yang menuduh saudaranya kafir,maka sesungguhnya dialah yang > kafir.bukankah demiakian? > > Kalau ada kita melihat ada golongan yang sesat kita anggap, kita hanya bisa > mengingatkan saja, tidak berhak menghukum dan mengkafirkan mereka,Itu adalah > Haknya ALLAH saja,seperti tercantum dlm ayat ini. > > Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan h ikmah dan pelajaran yang baik > dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang > lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang > lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. > > Sesungguhnya orang orang yang memecah belah agamanya dan mereka terpecah > menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadapat > mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanya lah terserah kepada Allah, kemudian > Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.QS.6: > 159. > > As for those who divide their religion and break up into sects, thou hast no > part in them in the least: their affair is with Allah: He will in the end > tell them the truth of all that they did. > > Saya megajak,marilah kita hormati keyakinan orang lain, janganlah mudah > mengkafirkan keyakinan orang lain, belum tentu mereka yang salah, mungkin > kita yang salah di mata ALLAH.QS.49: 11 > > Wassalam > > --- In kmnu2...@yahoogroup s.com, "Abdul GhOfuR" <abdulghofur1@ ...> wrote: > > > > Saudi Larang Ahmadiyah Berhaji > > Selasa, 11 Agustus 2009 11:47 > > > > Mataram, NU Online > > Warga Ahmadiyah tak diperbolehkan melaksanakan ibadah haji pada tahun 2009 > > ini oleh Departemen Agama Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ini > > merupakan penegasan ulang, karena larangan tersebut sebelumnya disampaikan > > pemerintah Arab Saudi kepada pemerintah Indonesia. > > > > Menurut Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi NTB, Lalu Suhaimi > > Ismi, larangan warga Ahmadiyah menunaikan haji datang dari Saudi Arabia dan > > bukan dari pemerintah Indonesia. > > > > "Apa urusannya dengan jama'ah Ahmadiyah. Pemerintah Saudi mengatakan orang > > Ahmadiyah tidak boleh naik haji sebelum mereka mengubah sikap dan kembali > > kepada ajaran Islam yang benar," kata Lalu Suhaimi kepada wartawan di > > Mataram Senin 10 Agustus 2009. > > > > Keberadaan jama'ah Ahmadiyah di Nusa Tenggara Barat terutama di Lombok > > hingga saat ini diakui Lalu masih ada. Bahkan pihak pemerintah NTB sudah > > membentuk tim untuk mengajak warga Ahmadiyah itu kembali ke ajaran Islam. > > > > Meski demikian Departemen Agama tidak melakukan proteksi jika ada warga > > Ahmadiyah yang mendaftar menunaikan haji. "Kalau mereka mengaku-ngaku sama > > artinya mereka membohongi diri dong. Kita tidak memproteksi mereka, karena > > sifatnya nurani saja," ujar Lalu. > > > > Angka orang yang berangkat haji yang tinggi dari NTB--mencapai 4449 orang > > dan masih akan bertambah--kemungki nan dimanfaatkan oleh jam'ah Ahmadiyah > > untuk menunaikan haji. Karena itu Departemen Agama tetap akan mengawasi > > mereka. > > > > Jumlah pengikut jama'ah Ahmadiyah di Kota Mataram saat ini diperkirakan > > mencapai 137 orang mereka ditampung di asrama transito Majeluk Mataram. > > Sebelumnya Gubernur NTB KH. Muhammad Zainul Majdi pernah meminta warga > > Ahmadiyah mengubah sikap mereka. (ant/mad) > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
