Saya mengajak kpd semua muslim, janganlah kita terperangkap dgn kebencian 
kepada wahabi-salafy, sebab kebencian membuat kita tidak bisa berlaku tidak 
adil QS.5:8. Kita harus lebih baik dari pada Wahabi-salafy yang fundamentalis 
Radikal, jangan kita ikut2 perbuatan2 mereka yang zolim, sebab  bukan semua 
wahabi-salafy yang Radikal...Hati2

Sekarang ini terjadi pergeseran setelah King Abdullah berkuasa dan setelah 
11/9, ulama2 Wahabi-salafy sudah banyak di amankan oleh King Abdullah dgn 
kekuasaanya

Kita di negara Demokrasi, tidak bisa berbuat yang sama dgn Saudi Diktator, 
tidak bisa sama dgn Malaysia dan Singapore yg mempunyai undang2 emergency, 
dimana pemerintah bisa menculik orang2 yg di curugai...dulu kita mempunyai 
undang2 itu sekarng sudah dicabut, bisa disalah gunakan, berbahaya...

Yang bisa kita lakukan adalah jangan mereka diberikan kesempatan masuk 
organisasi2 Islam, pemerintah, dan TNI...persempit pergerakannya...sekali gus 
memberikan pendidikan2 dan mengrespond setiap Dakwah2nya yang menyimpang.

Kedua element2 bangsa yang anti kekerasan, bersatu jangan sampai mereka memecah 
peesatuan kita.

Saya sudah melihat, ada gejala2 yang anti NU Liberal....sudah pasti dapat dgn 
mudah diterka mereka adalah golongan islam atau simpatisan Wahabi_salfy 
Radikal...

Pertama yang di bidiknya adalah golongan Liberal, karena Liberalah yang selama 
ini yang sangat menenatang idiology Anti wahabi-salfy Fundamentalis 
(Tranastional istilah dari PBNU ).

Hati hati, mereka memanfaatkan demokrasi untuk merebut kekuasaan dan dimulai 
dari Ground root...dari kampung2 dan daerah2....seperti strategy Komunis, 
kampung2 mengepung kota...


Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah 
Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk 
mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu 
ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".QS 27:19.

Wassalam
http://latifabdul.multiply.com/





--- In [email protected], Mukhlisin <mukhli...@...> wrote:
>
> 
> PENDIDIKAN KADER DAKWAH LDNU
> Wahabi, Hanya bisa Hidup di Negara Demokrasi tapi Tolak Demokrasi
> Kamis, 27 Agustus 2009 13:52
> 
> Jakarta, /*NU Online*/
> Ada sikap tidak konsisten yang ditunjukkan oleh kelompok Islam garis 
> keras atau golongan wahabi dalam mensikapi bentuk pemerintahan. 
> Dimana-mana, mereka selalu mendengungkan penolakan terhadap demokrasi, 
> padahal keberadaan mereka hanya diakui di negara-negara yang menganut 
> demokrasi.
> 
> "Di Timur Tengah, mereka dikejar-kejar, akhirnya mereka lari ke Barat 
> yang menggunakan sistem demokrasi. Mereka bisa hidup di Indonesia karena 
> disini berasaskan Pancasila dan demokrasi. Apa yang menghidupi mereka, 
> dikutuk sendiri," kata Ketua PBNU Masdar F Mas'udi dalam acara 
> pendidikan kader dakwah LDNU di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (27/8).
> 
> Di negara yang secara tegas menggunakan sistem Islam, kelompok-kelompok 
> ini berusaha ditekan. Tak usah jauh-jauh, di Malaysia, kelompok Wahabi 
> menghadapi tantangan berat. "Di Malaysia, kelompok Wahabi ditangkap," 
> tandasnya.
> 
> Kini, disaat ramai diperbincangkan tentang pengawasan kegiatan dakwah 
> oleh kepolisian, kelompok yang biasanya tak pernah menyuarakan tentang 
> kebebasan berpendapat ini berteriak bahwa hal ini melanggar kebebasan 
> beragama karena merasa kepentingannya terancam. Sikap seperti ini 
> menurutnya menunjukkan sebuah kemunafikan.
> 
> *Setuju Pemantauan*
> 
> Masdar juga menyatakan setuju dengan adanya pemantauan terhadap kegiatan 
> dakwah karena kalau materinya terkait dengan permusuhan, hal ini tidak 
> ada kaitannya dengan agama.
> 
> "Jangan mengatasnamakan agama dengan menggunakan Qur'an dan Hadist, lalu 
> semuanya menjadi halal," jelasnya.
> 
> Dijelaskannya, sebagian masjid di daerah perkotaan, kini khutbahnya juga 
> disampaikan dengan ajakan untuk melakukan agitasi dan memprovokasi orang 
> lain sehingga seolah-olah setelah selesai jum'atan, jamaah diminta untuk 
> membenci fihak lain.
> 
> Dakwah menurutnya harus mendorong terjadinya kebaikan dan disampaikan 
> dengan cara yang baik-baik.
> 
> Upaya pengawasan menurutnya merupakan usaha untuk menangkal sejak dini 
> potensi terjadinya upaya menyebar kebencian kepada fihak lain. 
> Organisasi Islam moderat seperti NU tak perlu khawatir dengan hal ini 
> karena tak akan mengganggu keberadaan dakwah yang dijalankannya. (mkf)
> 
> « Kembali ke arsip *Warta* 
> <http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_list&category_id=1> | 
> Print <javascript:void(0);>
> 
> Berita Terkait:
> 
>     * Awas! Kantong NU Disusupi Kelompok Wahabi Radikal
>       <http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=18887>
>     * Ketua ISNU Jember: PKS Hanya 'Menyamar'!
>       <http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=18875>
>     * KH Nuril Huda: NU Tak Gentar Hadapi Wahabi
>       <http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=18868>
>     * Mantan Kepala BIN: Revitalisasi Pancasila Cegah Terorisme
>       <http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=18638>
> 
> ------------------------------------------------------------------------
> 
> Komentar:
> 
> ------------------------------------------------------------------------
> ja'far <http://> menulis:
> hapuskan wahabi dari negeri indonesia
> bener bgt..para wahabi seharusnya diusir dari negeri indonesia ini..saya 
> setuju bgt jika habib a. assegaf bersama dengan BMB mengusir abu 
> jahal..ups salah..abu jibril ding dari masjid munawwaroh di 
> pamulang..karena warga sekitar sudah muak dengan ajaran2 dari abu jibril.
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke