sumber: Dimas Kusuma, [email protected]

PULAU BIDADARI TERJUAL??

Sungguh tragis negeri berpenduduk 230 juta ini. Belum lagi selesai kasus 
pengambilalihan (claim) tari pendet di Malaysia, muncul satu kasus yang cukup 
mengagetkan, yaitu Pulau Bidadari yang terletak di Ujung barat pulau flores, 
Nusa Tenggara Timur telah di klaim sebagai pulau yang dimiliki oleh seorang 
warga Inggris, bernama Ernest Lewan Dawsky. Dia mengklaim telahmembeli tanah 
(pulau Bidadari) seluas 30 hektar kepada seorang warga bernama Haji Machmud 
sebesar Rp 495 Juta. Semurah itulah harga tanah tercinta ini?

Selain itu, Ernest memiliki Hak Guna Bangunan selama 30 tahun yang dikeluarkan 
oleh pemerintah setempat yang berakhir pada september 2035. Dia memperoleh 
wewenang mengelola tanah itu sebagai tempat pelancongan dengan berbagai 
fasilitas mewah. 

Lantas, yang memilukan sekaligus memalukan adalah TNI dilarang masuk ke pulau 
itu begitu juga nelayan dilaran melaut di sekitarnya. Bagaimana bisa pulau di 
NKRI ini menjadi asing oleh rakjyat sendiri?

Berkaca pada kasus di atas, siapa yang paling bertanggung jawab? Pemerintahkah 
atau masyarakat di sekitar pulau?

Saya pribadi sangat sangat menyalahkan pemerintah kita yang terkesan 
lemah dalam pengawasan pulau terluar. Pulau terluas sebagai teras 
Indonesia seharusnya menjadi apik, cantik, dan mewah sehingga tetap terjaga. 
Tidak menyalahkan kiranya bilamana sulawesi utara lebih suka berdagang dan 
berinteraksi dengan Filipina, Sebatik lebih ke Malaysia, Riau lebih ke 
singapura. Dan ini merupakan bahaya laten tidak hanya untuk pelunturan 
nasionalisme namun juga sebagai harga diri sebagai bangsa yang besar dan kaya. 

Terlepas itu semua, semoga pemerintah masih punya energy untuk menyelematkan 
dan melindungi pulau2 terluar kita dari ancaman kolonialisme modern. Janganlah 
kita menyia-nyiakan keringat, darah, dan airmata para pendahulu kita yang rela 
mempertaruhkan segalanya hanya untuk menyelematkan sejengkal tanah tumpah darah 
ini. Semoga...... .


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke