Assalamu'alaikum wr.wb. BAGAIMANA PENDAPAT ANDA TENTANG HADITS2 YANG SAYA TEMUKAN DIBAWAH INI?
Berbagi ilmu,pengalaman dan pengamatan yg berbeda beda sangat baik sekali, sebuah Hadits mengatakan bahwa perbedaan2 itu adalah rahmat bagi yg berpikir, dan bagi orang2 bodoh, bukan rahmat baginya, tapi bencana dan mereka marah dan menjadi radikal... Dari pengamatan saya selama ini,selain apa yang di lontakan oleh sdr Said Aqiel Siradj, bahwa golongan islam Radikal itu berasalal dari faktor ekternal (politik ,social dll), dan ada juga dari Faktor dalam yang bersumber dari hadits2 yang berlawanan dgn ayat2 ALLAH. Tidakan2 kekekerasan yang di lakukan oleh segolongan Islam baik di Indonesia (FPI CS), Malaysia, Balangdesh, Pakistan,Iraq dan negara2 Arab dll berdasarkan sebuah Hadits di bawah ini sebagai RUJUKAN dlm menegakan "Amar Makruf Nahi Mungkar" Menegakan amar makruf nahi mungkar ini adalah suatu kewajiban bagi seorang muslim. Hadits inilah yang dijadikan rujukan oleh mereka2 radikal itu; "Siapa saja di antara kalian yang melihat kemungkaran,hendaklah is mengubah dengan TANGAN MU:jika tidak mempu, hendaklah dengan lisannya; jika tidak mampu hendaklah dengan hatinya.Akan tetapi,yang demikian adalah selemah lemahnya iman.HR.Muslim" ( mengubah dengan tangan diartikannya dengan membuat undang2, melarang, mengusir lawannya dan bahkan merusak rumah2 dan mesdjid2nya.Ada lagi perbuatan2 kekerasan yang dilakukan bulan puasa yang merusak kafe2, bioskop2 dan rumah makan2 yang berbuka bulan puasa ) Ini bukti yang dapat saya ambil dari Indonesia, perbuatan2 PFI cs. http://www.youtube.com/watch?v=qnCzdoScFq0&feature=related http://www.youtube.com/watch?v=Zd2y1yCO9es&feature=related http://www.youtube.com/watch?v=F1_jnEnUq7E&feature=related Sedangkan DASAR dakwah islam yang di ajarkan oleh ALLAH kepada Rasulullah saw adalah sebagai berikut ini, dan sangat bertentangan dgn Hadits tersebut diatas itu; "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah* dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS.16: 125) .Maka berilah Peringatan (kepada peminum alkohol,wanita2 penari perut, orang2 berjudi, orang2 yang menyembah berhala2, atau orang2 yg dianggap sesat dll) karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan, Kamu bukanlah orang yang berkuasa (diktator,) atas mereka. Tetapi orang yang berpaling, khafir (ingkar),maka ALLAH akan mengazabnya dengan azab yang besar, QS 88:21-22 4.Tugas kamu ( Muhammad) hanya menyampaikan saja. kami lah yang menghisab/menghukumnya perbuatan2 mereka dan...QS.13:40. Bagaimana pendapat anda? Sharing ilmu itu sangat bermanfaat sekali. Inilah pencarian dan penyilaman Rahasia2 ALLAH yang saya temukan, Apa berbeda dengan anda? Atau ada pendapat yang lain? Saya berkeyakinan bahwa setiap hadits2 walaupun itu dari kitab2 Muslim dan Bukhari kalau bertentangan dgn ayat2 ALLAH yangsama sama di sampaikan oleh Nabi, maka Hadits itu adalah PALSU. Kedua,kalau sebuah peraturan dapat membawa perbuatan NEGATIF, maka hadits itu adalah Palsu. Benar akibat hadits itu, FPI cs dalam menegakan amar makruf nahi mungkar dengan kekerasan, zolim dan menindas lawan2nya. http://latifabdul.multiply.com/journal/item/320 TINDAKAN2 KEKERASAN SAMPAI MEMBUNUH SAUDARA2 MUSLIM JUGA BERSUMBER DARI HADITS2 SEPERTI BERIKUT INI;INILAH YANG DILAKUKAN OLEH ULAMA2 TALIBAN DANAL QAIDA; Pada akhir zaman akan muncul sekelolmpok orang yang berusia muda dan jelekbudi pekertinya. Mereka berkata kata dengan mengunakan firman ALLAH, padahal mereka telah keluar dari islam seperti melesetnya anak panah dari busurnya. Dimanapun kalian menjumpai mereka,maka bunuhlah mereka. Karena sesungguhnya orang yang membunuh mereka akan mendapatkan pahala di hari kiamat"HR Mukhari Rasulullah SAW dalam masalah persatuan umat ini bersabda: "Barangsiapa mendatangi kalian - sedang urusan (kehidupan) kalian ada di bawah kepemimpinan satu orang (Imam/Khalifah) - dan dia hendak memecah belah kesatuan kalian dan mencerai-beraikan jemaah kalian, maka bunuhlah dia!" [HR. Muslim]. Siapa yang mengganti agamanya (keluar dari Islam,murtad) maka bunuhlah. HR Jamaah.Diriwayatkan dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra. yang berbunyi: "Bahwa ada seorang wanita yahudi yang sering mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (oleh karena perbuatannya itu), maka perempuan itu telah dicekik sampai mati oleh seorang laki-laki. Ternyata Rasulullah saw. menghalalkan darahnya". (HR Abu Dawud) Rasulullah SAW bersabda: "Jika dibai'at dua orang Khalifah, maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya Dari Jabir ra bahwa Ummu Marwan murtad dari Islam dan hal itu sampaikepada Rasulullah SAW. Lalu beliau memerintahkan agar kepadanya diminta untuk bertaubat dan bila tobat tidak apa-apa tapi bila menolak maka dibunuh.�. http://latifabdul.multiply.com/journal/item/40/ Wassalamu'alaikum wrwb --- In [email protected], Kinantaka <kinant...@...> wrote: > > Islam Keras dan Santun > > Jumat, 4 September 2009 | 02:47 WIB > > > > Said Aqiel Siradj > > > > Tema radikalisme Islam kembali mencuat. Sebutannya pun bisa beragam, seperti > ekstrem kanan, fundamentalis, dan militan. Ada juga yang menyebut radikal > dengan sebutan Neo-Khawarij dan Khawarij abad ke-20. > > > > Radikalisme sekelompok Muslim tidak dapat dijadikan alasan untuk menjadikan > Islam sebagai biang keladi radikalisme. Yang pasti, radikalisme berpotensi > menjadi bahaya besar bagi masa depan peradaban manusia. > > > > Gerakan radikalisme bukan sebuah gerakan spontan, tetapi memiliki faktor > pendorong. Gejala kekerasan "agama" bisa didudukkan sebagai gejala > sosial-politik daripada gejala keagamaan. Akar masalahnya bisa ditelusuri > dari sudut sosial-politik dalam kerangka historisitas manusia. > > > > Faktor lain adalah sentimen keagamaan dan solidaritas keagamaan untuk kawan > yang tertindas oleh kekuatan tertentu. Namun, hal ini lebih tepat disebut > faktor emosi keagamaan, bukan faktor agama an sich, meski gerakan > radikalisme selalu mengibarkan simbol agama seperti jihad dan mati syahid. > Emosi keagamaan adalah agama sebagai pemahaman realitas, bersifat. Jadi, > sifatnya nisbi dan subyektif. > > > > Faktor kultural juga memiliki andil besar yang melatarbelakangi munculnya > radikalisme. Secara kultural, di masyarakat selalu ditemukan usaha untuk > melepaskan diri dari jerat jaring-jaring kebudayaan yang dianggap tidak > sesuai. Faktor kultural adalah sebagai antitesa terhadap budaya sekularisme > Barat yang dicap sebagai musuh besar. > > > > Islam Indonesia > > > > Islam adalah agama "pendatang" karena berasal dari Timur Tengah. Namun, > berkat proses transformasi yang berjalan damai, Islam menjadi bagian tak > terpisahkan kehidupan bangsa Indonesia. Sesuai makna dasar Islam, dari kata > aslama, bermakna "damai", ternyata para pembawa panji-panji Islam tempo dulu > mampu menyebarkan agama Islam dengan damai. > > > > Penyebaran Islam di Indonesia berjalan lancar dan tidak menimbulkan > konfrontasi dengan pemeluk agama sebelumnya. Masuk melalui pantai Aceh, > Islam dibawa para perantau dari berbagai penjuru, seperti Arab Saudi dan > sebagian dari mereka ada yang berasal dari Gujarat. > > > > Penyebab proses Islamisasi berjalan damai karena kepiawaian para mubalig > dalam memilih media dakwah, seperti sosial budaya, ekonomi, dan politik. > Dalam penggunaan media budaya, sebagian mubalig memanfaatkan wayang sebagai > salah satu media dakwah. Sunan Kalijaga, misalnya, mampu menarik simpati > rakyat Jawa yang amat akrab dengan budaya dan tradisi Hindu-Buddha. > > > > Para pembawa panji Islam juga memanfaatkan aspek ekonomi untuk mengembangkan > nilai-nilai dan ajaran Islam. Dari berbagai literatur terungkap, aspek itu > menempati posisi strategis dalam upaya Islamisasi di Nusantara. Salah satu > faktor yang mendorong minat masyarakat Nusantara mengikuti agama para > pedagang itu karena tata cara dagang serta perilaku sehari-hari lainnya > dianggap menarik sanubari masyarakat setempat. > > > > Setelah kokoh menancapkan pengaruhnya di Indonesia, peran Islam lambat laun > meningkat ke wilayah politik melalui upaya mendirikan kerajaan Islam, antara > lain Kerajaan Pasai, Demak, Mataram, dan Pajang. Lalu, semua itu mengalami > keruntuhan karena adanya berbagai faktor, baik konflik internal di antara > anggota keluarga kerajaan maupun faktor eksternal seperti serbuan kolonialis > Portugis dan Belanda. Namun, posisi Islam tetap kukuh dan kian menyatu > dengan kehidupan masyarakat dan hampir selalu memperlihatkan wajahnya yang > ramah dan santun. Gejolak yang sifatnya radikal nyaris tak terdengar. > > > > Dakwah santun > > > > Memahami Islam secara tekstualistik akan mendatangkan sikap ekstrem. > Padahal, Al Quran tidak melegitimasi sedikit pun perilaku dan sikap yang > melampaui batas. Dalam konteks ini, ada tiga sikap yang dikategorikan > "melampaui batas". > > > > Pertama, ghuluw, bentuk ekspresi berlebihan manusia dalam merespons > persoalan hingga mewujud dalam sikap-sikap di luar batas kewajaran > kemanusiaan. > > > > Kedua, tatharruf, sikap berlebihan karena dorongan emosional yang > berimplikasi kepada empati berlebihan dan sinisme keterlaluan dari > masyarakat. > > > > Ketiga, irhab, yang mengundang kekhawatiran karena bisa membenarkan > kekerasan atas nama agama. Irhab adalah sikap dan tindakan berlebihan karena > dorongan agama atau ideologi. > > > > Idealnya, seorang Muslim harus memahami ajaran Islam secara utuh, hingga > berdampak sosial yang positif bagi dirinya. Alangkah kering dan gersangnya > agama jika aspek eksoterik dalam Islam hanya sebatas legal-formal dan > tekstualistik. Sebuah ayat tentang jihad akan terasa gersang jika > pemahamannya dimonopoli tafsir "perang mengangkat senjata". Padahal, jihad > pada masa Rasulullah merupakan wujud pembebasan rakyat untuk menghapus > diskriminasi dan melindungi hak-hak rakyat demi terbangunnya tatanan > masyarakat yang beradab. > > > > Puncak keberagamaan seseorang terletak pada sikap arif dan bijaksana > (al-hikmah). Di sinilah perlunya mengedepankan aspek esoteris Islam. Sisi > ini merupakan pemahaman keislaman yang moderat, serta bentuk dakwah yang > mengedepankan qaulan karima (perkataan yang mulia), qaulan ma'rufa > (perkataan yang baik), qaulan maisura (perkataan yang pantas), qaulan > layyinan (perkataan yang lemah lembut), qaulan baligha (perkataan yang > berbekas pada jiwa), dan qaulan tsaqila (perkataan yang berat). Semua sikap > itu telah diamanatkan dalam Al Quran. > > > > *Said Aqiel Siradj Ketua PBNU* > > * * > > http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/04/02471945/islam.keras.dan.santun > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
