Salam Ini tulisan saya yang keempat dalam rangka menolak khilafah ala Nabhany.Tulisannya dalam file. Biar Versi Arabnya bisa tampak. Pokok2 pembahasannya ialah:
1.Di dalam al-Iqtishod karya imam al-Ghozaly dan juga karya2 ulama Ahlussunah yang lain dijelaskan bahwa perkara imamah (politik) bukanlah hal pokok yang merupakan rukun iman. Bab imamah dalam kitab tauhid ahlussunah hanya menjelaskan bahwa kelompok yang menganggap imamah (politik) adalah rukun iman hanyalah syiah. Ahlussunah gak menganggap bahwa politik adalah rukun iman. Hanya masalah ijtihadiyah saja. Kalau HTI ngotot, seakan2 politik itu rukun iman maka saya hanya bertanya bisa tidak HTI dianggap syiah? 2.Dan imamah dalam ahlussunah itu bermakna pemerintahan, bukan kekuasaan sentral. Buktinya ulama tidak terlalu risau pada negara2 Islam yang tak bersatu dengan negara terbesar. Orang yang tidak tahu sejarah menyangka Abbasiyah adalah satu2 kekuatan politik di jaman keemasan Islam (MAS BUDI, keadaan politik yang bejat itu pada jaman keemasan Islam bukan kemunduran Islam). Buktinya: Saat kerajaan Abbasiyah berdiri, ada negara Islam Umayyah di Andalus. Ada juga Negara murabitin, muwahhidin, saat abbasiyah berdiri. Saat Usmaniyah berdiri ada syafawiyah di persia, dan mogul di India. 3. Kalau HTI membanggakan Khilafah Umayyah, Abbasiyah, maka HTI bertolak belakang dengan pandangan para sahabat yang hidup dalam kerajaan Umayyah. Kalau HTI menjunjung khilafah itu, Sahabat Abdullah bin Abbas RA (ahli tafsir), Abdullah bin Umar RA, Abdullah bin zubair RA menolak khilafah Umayyah. Karena tidak sesuai dengan ajaran Nabi. Jadi di mata tiga sahabat Nabi ini khilafah Umayyah paska khulafa rosyidin tidak sejalan dengan ajaran dakwah Nabi. Kok berani HTI bilang Umayyah, Abbasiyah, Usmaniyah sejalan dengan Nabi. Alasan penolakan para sahabat jelas dan banyak. Pertama: karena Umayyah selalu menumpahkan darah umat Islam. Mas syamsudin, ini bukan kebejatan yang bisa ditolerir. Kedua: raja adalah anak raja sebelumnya. dll. 4. Kalau ingin lengkap download tulisan saya yang hanya 3 lembar. Salam, Robith Qoshidi --- On Mon, 10/19/09, robet_gasede <[email protected]> wrote: From: robet_gasede <[email protected]> Subject: [kmnu2000] Re: NU dibajak Kelompok Khilafah ..!!! (Jelas NU anti HTI) To: [email protected] Date: Monday, October 19, 2009, 3:39 PM Salam, Mas Budi, mohon maaf banget. Kalau sampean sadar, sampean dibohongi oleh HTI. Allah gak akan tanya kesalahan orang lain pada kita. Orang lain mencuri, ya orang itu yang ditanya. Orang lain bejat, ya orang itu yang disiksa. Bukan kita. Di kubur pun yang ditanya hanya yang jawabannya berkenan tentang Allah Tuhanku, Nabi Muhammad Nabiku, Islam agamaku, Al-Qu'an Imamku. Orang lain berbuat salah bukan tanggung jawab kita dan gak bakalan ditanya pada kita, mas budi. Tidak mungkin ditanya. Sampean dijebak oleh HTI. Pertanyaan berikut ini menjebak: "apa yang akan kita jawab di yaum hisab jika Allah bertanya ttg kebejatan di muka bumi." Lo jawab saja dengan ikhlas, saya sudah basyiron wa nadliron, ya Allah. NU dan pesantren sudah mengajarkan tentang syahadat, rukun Islam, rukun Iman, sholat, puasa,dll. Perkara orang lain tidak mendengarkan, kan Allah yang memberi hidayah, bukan kita. Dan ingat manusia itu tidak akan disiksa karena orang lain atau umatnya salah. Nabi Nuh, misalnya. Masa Nabi Nuh diadzab gara2 umatnya berbuat bejat. kan tidak. Yang penting kita ibadah bener, keluarga ibadah bener, terus kita berdakwah dengan hikmah, mauidzoh hasanah, mujadalah billaty hiya ahsan, bukan dengan kekerasan dan menafikan perbedaan pendapat. Banyak orang2 yang menafikan kyai, ulama dan pesantren. Hartono, Wahaby, HTI, dll. Gak apa2. Masyarakat yang menilai. Berapa santri yang sudah diajarkan tentang Islam. Berapa orang yang sudah sholat karena dakwah kyai. Berapa orang yang masuk Islam di tangan kyai. Sudahlah HTI jangan mencela dengan pertanyaan yang sedikit menghina. Bahkan seakan-akan NU dan pesantren tidak berbuat apa2. HTI bertanya: Apa yang sudah dilakukan NU untuk syariat Islam. Jawabannya: Kwwwuatah. Buanyak. Biar Allah yang membalasnya. Kyai dan NU gak butuh penilaian HTI. NU dan pesantren tidak butuh HTI untuk mendapatkan tiket surga dan pengampunan Allah. HTI itu sadar gak sih bahwa jika orang baca la ilaha illah, pasti suatu saat masuk surga. Sadarkah HTI bahwa Nabi bersabda barangsiapa yang berwirid subhanallah 33, alhamdulillah 33,allahu akbar 33, walhamdulillahi katsiro wa subhanallahi bukrotan wa ashila, setiap selesai sholat akan diampuni dosa2nya meskipun sejumlah buih di lautan. Hadits Shohih riwayat Muslim. Islam itu mudah. Ad-dinu yusrun. Yassiru wala tuassiru. Mudahkanlah, jangan persulit. Dan Allah dan maha pengampun, tidak mungkin membebankan dosa dan kebejatan orang lain pada kita. Untuk mas syamsuddin: Sampean kenal ustad idrus. Saya kemaren sama ustad Idrus dan kawan2 berusaha mengkritisi liberalisme gus ULIL Abshor Abdallah di Sidoarjo. Perjuangan NU harus terus berjalan di jalan agama dan kultural. Salam. Robith Qoshidi (Saifunnahdliyyin: Pedangnya orang NU) Pejuang NU yang gak terima kalau NU dilecehkan. [Non-text portions of this message have been removed]
