Nah ini baru forwardan yg bener, tidak kayak si samsudin
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of sofwan nadi Sent: 30 Oktober 2009 16:36 To: [email protected] Subject: [kmnu2000] Kritik Mas Ulil ke Model Ekonomi Label Syariah Ini postingan Mas Ulil ke: [email protected] <mailto:fossei%40yahoogroups.com> asalnya dari: From: Willy Mardian <[email protected] <mailto:yassinelcordova_melayu%40yahoo.co.id> > Selamat mencermati: Bung Yusman dan Bung Indi, Harus jujur diakui, peran MUI makin hari makin membengkak. Dan tampaknya masyarakat tak ada yang keberatan untuk itu. JIL akan mengadakan diskusi mengenai peran MUI ini di UI (saya lupa tanggalnya: kalau tak salah minggu depan ini). Kalau semua diukur dengan standar syariah nanti; kalau syariah direntang ke mana-mana, saya khawatir kita akan pelan-pelan hidup dalam negara syariah yang hanya sejengkal saja menuju kepada negara teokrasi. Sekarang ini ada obsesi untuk "mensyariahkan" semua hal. Saya percaya, hingga saat ini, sekurang-kurangnya di Indonesia, apa yang disebut sebagai Bank Syariah, Asuransi Syariah, Kartu Kredit Syariah, hanyalah transaksi biasa yang diberi embel-embel dan label Arab. Ekonomi syariah sejatinya ya kapitalisme plus label Arab. Memang ada perbedaan soal bunga; ekonomi syariah tak memakai bunga. Tetapi institusi ekonomi modern yang lahir dari rahim kapitalisme, yaitu bank, tetap dipakai. Namanya pun tetap Bank Syariah. Artinya, walau syariah, toh intinya ya bank itu sendiri. Institusi bank tidak pernah ada sejak zaman Nabi sampai ratusan abad sesudahnya. Institusi bank juga bukan kreasi orang Islam, at the first instance. Saya belajar fiqh tahunan di pesantren. Apa yang sekarang dikenal sebagai "mudharabah, qiradl, murabahah, dll." bukanlah transaki syariah. Murabahah, misalnya, artinya ambil untung; Inggrisnya "profit taking". Itu ya transaksi biasa. Cuma namanya pakai bahas Arab, lalu orang-orang merasa itu adalah syariah. Mudharabah artinya kongsi dengan bagi hasil. Itu transaksi duniawi biasa yang kita kenal dalam praktek sehari-hari. Cuma mudharabah pakai bahasa Arab, "bagi hasil" bahasa Indonesia. Dua-duanya sama: ya bagi hasil itu. Kalau anda simak buku-buku fiqh, maka anda akan mendapati sejumlah transaksi yang memakai bahasa Arab, tetapi jangan silap: itu adalah transaksi duniawi biasa. Saya tak melihat alasan, kenapa itu disebut sebagai transaki syariah. Transaksi-transaki itu misalnya: (1) Buyu' (plural; singular: bai'): artinya jual beli. (2) Salam atau Salm: ngijon atau jual beli di mana "delivery" berlangsung belakangan. (3) Qardh: meminjamkan (uang). (4) Sharf: penukaran uang. (5) Hibah: pemberian. (6) Ijarah: penyewaan. (7) Shulh: damai dalam persengketaan pemilikan barang. (8) Hawalah: pemindahan utang (sekarang sering diterjemahkan sebagai "wesel" atau "wired transfer") (9) Syuf'ah: opsi pembelian pertama (di pesantren dulu sering diterjemahkan "ngejogi rega"). (10) Musaqah, Muzara'ah, Mukhabarah: intinya penggarapan tanah. (11) 'Ariyah: pinjam-meminjam barang. (12) Syarikah atau musyarakah: kongsi dagang di mana semua peserta dalam kongsi itu setor modal. (13) Qiradl dan mudlarabah: kongsi dagang untuk bagi hasil di mana satu pihak setor modal dan pihak lain menjalankan modal itu. (14) Wad'iah: penitipan barang. (15) Luqathah: menemukan barang. (16) Rahn: gadai. (17) Kafalah: pertanggungan. (18) Wakalah: perwakilan (dalam suatu transaksi). Ini hanya contoh-contoh saja transaksi dalam fiqh atau syariah. Semuanya tentu memakai bahasa Arab, karena pertama-tama ditulis oleh para fuqaha yang hidup di kawasan Arab. Tetapi, kalau kita lihat, semuanya adalah transaksi biasa, kegiatan duniawi yang setiap detik berlangsung di Pasar Glodok, Mangga Dua, Pasar Rebo, atau Pasar Senen. Hanya saja, ketika seseorang menggadaikan barangnya di sebuah balai gadai di Glodok, tentu mereka ya menyebutnya sebagai "gadai", dan bukan "rahn" (dalam bahasa Arab). Tetapi gadai tidak serta merta menjadi "Islami" atau menjadi "transaki syari'ah" hanya karena disebut dengan bahasa Arab, "RAHN". Kalau tak salah, BMI membuka layanan jasa "gadai", tetapi tidak memakai istilah gadai, sebaliknya memakai istilah Arab "Rahn". Baik gadai dan "rahn" sama intinya. Yang membedakan mungkin hanya hal-hal yang menyangkut asesori saja: kalau anda datang ke balai gadai dan memakai istilah "gadai", mungkin anda dilayani oleh pegawai perempuan yang tak pakai jilbab. Tetapi kalau anda menggadaikan sesuatu di BMI, dan menyebutnya sebagai "rahn", anda dilayani oleh perempuan berjilbab. Tetapi, haraplah diingat, soal jenis baju yang dipakai oleh seorang staf balai gadai bukanlah bagian intrinsik dari transaksi itu sendiri. Ini perlu dikemukakan agar kita tak terkecoh dengan transaksi-transaksi yang akhir-akhir ini ditawarkan oleh bank-bank syariah, atau bank konvensional yang membuka konter syariah, dan umumnya memakai istilah-istilah Arab. Masyarakat awam, mendengar istilah-istilah Arab itu, mungkin akan gampang mengira bahwa semua transaksi "Arab" itu adalah "benda" lain yang berbeda dengan umumnya transaksi di Pasar Kramatjati. Seolah-olah "hawalah" itu benda asing dari luar angkasa, padahal artinya ya kirim wesel biasa atau pengalihan surat hutang. Seolah-olah mudharabah dan qiradl itu barang "suci", padahal ya bagi hasil biasa seperti yang dilakukan oleh Kang Ponirin dan Paiman di Pasar Klewer, Solo. Apakah dengan demikian tidak ada yang disebut dengan ekonomi syariah? Apakah saya menolak konsep ekonomi syariah? Jelas tidak. Meskipun saya percaya bahwa agama sebaiknya berada pada ruang privat, tetapi saya percaya pula ada nilai-nilai universal yang positif dalam agama yang seharusnye membentuk moralitas publik. Saya percaya dengan ekonomi syari'ah. Tetapi, bagi saya, ekonomi syariah bukanlah ekonomi yang memakai istilah-istilah Arab. Bagi saya, itu penipuan terhadap umat Islam. Bank Syariah belum tentu menyelenggarakan ekonomi syariah hanya semata-mata memakai istilah Arab dalam seluruh transaksinya. Bank Syariah bisa menjadi alat penipuan umat dengan menggunakan simbol-simbol Arab itu. Saya melihat bahaya ekonomi syariah dari sudut ini. Bagi saya, ekonomi syariah "goes beyond symbols and Arabic labels". Ekonomi syariah adalah soal prinsip-prinsip dasar. Saya bukan seorang ekonom, tetapi saya akan mencoba mengulas sedikit apa landasan normatif dalam transaksi yang disetujui oleh Islam. Inti kegiatan ekonomi adalah: pertukaran barang dan jasa/manfaat yang menimbulkan pertukaran hak milik (kalau di milis ini ada seorang ekonom, tolong saya "dijewer" kalau keliru). Prinsip dasar Islam dalam pertukaran barang, diringkaskan dalam satu ayat di Surah An Nisa: 29 dan dua hadis: "Ya ayyuhal ladzina amanu la ta'kulu amwalakum bainakum bil bathil illa an takuna tijaratan 'an taradlin minkum..." Artinya (dalam terjemahan bebasa saya): Hai orang-orang beriman, janganlah kalian memakan (atau memiliki) harta-harta di antara kalian dengan cara yang culas, kecuali melalui "tijarah" (pertukaran barang) yang didasarkan pada asas saling suka sama suka (taradlin). Nabi bersabda dalam hadis sahih (saya lupa perawinya): "Al mukminuna 'ala syuruthihim illa syarthan ahalla haraman aw harrama halalan." Artinya: Orang-orang beriman (tetapi ini juga berlaku untuk semua orang, baik beriman atau tidak) terikat dengan syarat-syarat yang mereka buat, kecuali syarat yang menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal. Dalam hadis yang diriwayatkan Muslim, Nabi melarang jual-beli yang mengandung tipuan (ba'i al gharar). Jadi, prinsip dasar ekonomi Islam (jika ada yang disebut dengan hal demikian itu) adalah: (1) Pertukaran barang atau jasa dengan sukarela. (2) Pertukaran itu harus sesuai dengan syarat-syarat yang disepakati oleh kedua belah pihak, atau oleh (kesepakatan publik yang tercermian dalam) parleman atau ajensi-ajensi lain yang diberikan mandat untuk membuat regulasi atas suatu transaksi (mis., dalam kasus Indonesia, BKPM yang diberikan mandat untuk mengatur dan menetapkan syarat-syarat dalam lalu lintas modal). (3) Tiadanya tipuan. Penerjemahan prinsip dasar itu ke dalam detail transaksi, berkembang sesuai dengan konteks sejarah dan perkembangan aktivitas ekonomi manusia. Kalau kita tengok prinsip-prinsip itu secar cermat, itu bukanlah prinsip transaksi khas Islam atau syariat. Itu adalah dasar pokok dalam semua transaksi, baik yang dilaksanakan atas nama Islam atau tidak. Suatu transaksi yang tak memakai nama Arab, tetapi memenuhi tiga prinsip itu, maka transaksi itu adalah Islami. Walau traksaksi tertentu memakai nama Arab tapi melanggar prinsip itu, dia bukanlah transaksi Islami. Jadi, sesuai dengan pandangan pokok Islam liberal dalam hal-hal lain, yang menjadi pegangan kita adalah esensi bukan label. Saya sengaja menghindar dari perdebatan soal mazhab besar ekonomi: kapitalisme vs sosialisme, atau ekonomi pasar vs ekonomi negara. Yang lucu adalah bahwa seluruh diskursus dam praktek ekonomi syariat yang berlangsung di semua negara Islam berlangsung di atas arena ekonomi kapitalisme. Karena itu, saya memandang apa yang disebut sebagai ekonomi Islam atau ekonomi syariat bukanlah alternatif terhadap kapitalisme, tetapi penegasan ekonomi kapitalisme itu sendiri melalui label-label Arab. Tetapi label-label itu tidaklah mengubah watak dasar ekonomi yang kapitalistis. Kenyataan ini tentu berlawanan dengan jargon akivis Islam di mana-mana yang mengatakan bahwa Islam adalah alternatif. Dalam kasus ekonomi syariat, Islam hanyalah "ndompleng" saja pada kapitalisme. Kesimpulannya: ekonomi syariat adalah kapitalisme yang diarabkan (arabized capitalism). Wallahu a'lam bisshawab. Ulil [Non-text portions of this message have been removed] Messages <http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/message/30298;_ylc=X3oDMTM2NTRwajZuB F9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE0OTM5NTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTM2MzgyBG1zZ0lkAzMwMzEwB HNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTI1Njg5NTM0OQR0cGNJZAMzMDI5OA--> in this topic (2) <http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/post;_ylc=X3oDMTJxNGY4MTg5BF9TAzk3Mz U5NzE0BGdycElkAzE0OTM5NTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTM2MzgyBG1zZ0lkAzMwMzEwBHNlYwNmdH IEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTI1Njg5NTM0OQ--?act=reply&messageNum=30310> Reply (via web post) | <http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/post;_ylc=X3oDMTJldDh0bWJtBF9TAzk3Mz U5NzE0BGdycElkAzE0OTM5NTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTM2MzgyBHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3 RpbWUDMTI1Njg5NTM0OQ--> Start a new topic Messages <http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/messages;_ylc=X3oDMTJlbzJuNzlmBF9TAz k3MzU5NzE0BGdycElkAzE0OTM5NTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTM2MzgyBHNlYwNmdHIEc2xrA21zZ3 MEc3RpbWUDMTI1Njg5NTM0OQ--> | Polls <http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/polls;_ylc=X3oDMTJmM2ppdWZpBF9TAzk3M zU5NzE0BGdycElkAzE0OTM5NTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTM2MzgyBHNlYwNmdHIEc2xrA3BvbGxzB HN0aW1lAzEyNTY4OTUzNDk-> ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [email protected] MARKETPLACE Mom <http://us.ard.yahoo.com/SIG=14k7eui1l/M=493064.12016295.13271503.10835568/D =groups/S=1705136382:MKP1/Y=YAHOO/EXP=1256902549/L=/B=NIMlEkSO5.c-/J=1256895 349958682/K=bVvmoI36iiAVFnSOxjUbMg/A=5697381/R=0/SIG=11eaa5dke/*http:/groups .yahoo.com/group/mompowergroup/> Power: Discover the community of moms doing more for their families, for the world and for each other <http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkMGs0b2NsBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE0O TM5NTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTM2MzgyBHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjU2ODk1MzQ5> Image removed by sender. Yahoo! Groups Change <http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join;_ylc=X3oDMTJmMGQ3NHQ3BF9TAzk3Mz U5NzE0BGdycElkAzE0OTM5NTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTM2MzgyBHNlYwNmdHIEc2xrA3N0bmdzBH N0aW1lAzEyNTY4OTUzNDk-> settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch <mailto:[email protected]?subject=email%20delivery:%20Digest> delivery to Daily Digest | Switch <mailto:[email protected]?subject=change%20delivery%20for mat:%20Traditional> format to Traditional Visit <http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000;_ylc=X3oDMTJkYTdhanVjBF9TAzk3MzU5NzE 0BGdycElkAzE0OTM5NTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTM2MzgyBHNlYwNmdHIEc2xrA2hwZgRzdGltZQM xMjU2ODk1MzQ5> Your Group | Yahoo! Groups <http://docs.yahoo.com/info/terms/> Terms of Use | Unsubscribe <mailto:[email protected]?subject=> Recent Activity . 4 New <http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/members;_ylc=X3oDMTJmYTFwb2hpBF9TAzk 3MzU5NzE0BGdycElkAzE0OTM5NTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTM2MzgyBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZtYnJ zBHN0aW1lAzEyNTY4OTUzNDk-> Members Visit <http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000;_ylc=X3oDMTJlMG9wNmZmBF9TAzk3MzU5NzE 0BGdycElkAzE0OTM5NTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTM2MzgyBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWU DMTI1Njg5NTM0OQ--> Your Group Yahoo! Finance It's <http://us.ard.yahoo.com/SIG=14hv84650/M=493064.12016257.12445664.8674578/D= groups/S=1705136382:NC/Y=YAHOO/EXP=1256902549/L=/B=NYMlEkSO5.c-/J=1256895349 958682/K=bVvmoI36iiAVFnSOxjUbMg/A=4507179/R=0/SIG=12de4rskk/*http:/us.rd.yah oo.com/evt=50284/*http:/finance.yahoo.com/personal-finance> Now Personal Guides, news, advice & more. Yahoo! Groups Mom <http://us.ard.yahoo.com/SIG=14hsr1tld/M=493064.12662709.13497510.8674578/D= groups/S=1705136382:NC/Y=YAHOO/EXP=1256902549/L=/B=NoMlEkSO5.c-/J=1256895349 958682/K=bVvmoI36iiAVFnSOxjUbMg/A=5689707/R=0/SIG=11eaa5dke/*http:/groups.ya hoo.com/group/mompowergroup/> Power Discover doing more for your family Hollywood kids in <http://us.ard.yahoo.com/SIG=14hs7nejv/M=493064.11674890.13655129.8674578/D= groups/S=1705136382:NC/Y=YAHOO/EXP=1256902549/L=/B=N4MlEkSO5.c-/J=1256895349 958682/K=bVvmoI36iiAVFnSOxjUbMg/A=5807837/R=0/SIG=11sokji2u/*http:/omg.yahoo .com/blogs/goddess/spotlight-to-nightlight> the spotlight Their moms share secrets [Non-text portions of this message have been removed]
