DUA GERHANA MENGAWAL TAHUN MASEHI DAN HIJRIYAH
Oleh : Ibnu Zahid Abdo el-Moeid
Rabu, 13 Muharrom 1431H./ 30 Desember 2009 M.
GERHANA BULAN
Tahun Hijriyah 1431 dan Masehi 2010 termasuk tahun yang istimewa karena saat
permulaannya ditandai dengan terjadinya dua gerhana sekaligus, yaitu gerhana
bulan dan matahari. Akan terjadi gerhana bulan sebagian(parsial) pada hari
Jum'at Wage, 15 Muharrom 1431 H./ 01 Januari 2010 M. 15 hari kemudian
terjadi gerhana matahari, tepatnya hari Jum'at Pon, 29 Muharrom 1431 H./ 15
Januari 2010 M.
Berdasarkan perhitungan hisab gerhana bulan sebagian(parsial) akan terjadi
pada hari Jum’at Wage dinihari (baca, Kamis malam Jum’at), 15 Muharrom 1431
H./ 01 Januari 2010 M. Gerhana terjadi mulai pukul 01:53 WIB sampai pukul
02:53 WIB. Luas gerhana, ±1%.
Gerhana bulan ini meliputi seluruh dunia kecuali benua Amerika. Momen ini
bisa disaksikan secara utuh dari wilayah Asia, Afrika dan Eropa, kecuali
Afrika bagian barat. Dari Afrika bagian barat, awal gerhana tidak bisa
dilihat karena pada saat awal gerhana, bulan masih dibawah ufuk timur(belum
terbit), gerhana baru bisa dilihat pada saat menjelang berakhirnya gerhana.
Sementara dari Australia dan Irian Barat gerhana hanya bisa dilihat pada
awal gerhana, karena beberapa saat setelah mulai gerhana, bulan terbenam di
ufuk barat.
Seluruh wilayah Indonesia, bisa menyaksikan momen gerhana ini secara utuh,
mulai awal gerhana sampai akhir gerhana, kecuali Irian Barat yang hanya bisa
menyaksikan awal gerhana saja, karena bulan keburu terbenam dan matahari pun
mulai terbit dari ufuk timur.
Sholat gerhana disyari’atkan pertama kali pada tahun ke-5 hijrah, ketika
terjadi gerhana bulan total yaitu malam Rabu 14 Jumadil Akhir 4 H.
bertepatan dengan 20 Nopember 625 M.
Menurut Jumhurul Ulama’, sholat gerhana, baik gerhana matahari maupun bulan
hukumnya Sunnah Muakkadah, sunnah yang sangat ditekankan, seperti Sholat
Hari Raya. Bahkan sebagian ulama’ berpendapat bahwa hukum sholat gerhana
adalah Fardlu Kifayah seperti sholat jenazah.
Sholat gerhana dikerjakan dengan dua rokaat sebagaimana sholat sunnah biasa.
Pada setiap rokaat dilakukan dua kali ruku’. Setelah membaca Al Fatihah dan
surat, lalu ruku’ terus bangun I'tidal, lalu membaca Al-Fatihah dan surat
lagi lalu ruku’ yang kedua, kemudian I'tidal lagi dengan thuma’ninah lalu
melakukan sujud yg pertama, duduk antara dua sujud, lalu sujud yang kedua,
kemudian bangkit berdiri untuk rokaat yang kedua. Pada rokaat yang kedua
ini, ruku’ dilakukan dua kali seperti pada rokaat yang pertama. Kemudian
diakhiri dengan tahiyat. Apabila kesulitan dengan cara tersebut maka bisa
dikerjakan dua roka’at seperti sholat Shubuh, mengikuti mazhab Abu Hanifah.
Demi syi’arnya agama Islam maka marilah kita bersama-sama menghidupkan
suasana gerhana tersebut dengan memperbanyak Takbir, Tachmid, Istighfar,
mengeluarkan Shodaqoh serta melaksanakan sholat Khusuful Qomar. Dan kita
bisa melaksanakan-nya secara berjama’ah baik di masjid maupun di
musholla-musholla lalu ditutup dengan dua kali khutbah. Jika kita tidak bisa
melaksanakannya secara berjama’ah maka bisa dikerjakan secara sendiri di
rumah masing-masing walaupun tanpa khutbah.
Berikut ini kronologi dan illustrasi gerhana bulan dilihat dari Surabaya.
GERHANA MATAHARI
15 hari setelah gerhana bulan, tepatnya hari Jum'at Pon, 29 Muharrom 1431
H./ 15 Januari 2010 M. mulai pukul 05:14 GMT sampai 09:00 GMT. Insya Alloh
akan terjadi Gerhana Matahari Cincin. Pusat tengah gerhana berada di tengah
samudera Hindia, Lintang 01° 38' LU, Bujur 69° 18' BT.
Gerhana cincin ini meliputi wilayah Afrika dan Asia. Sementara Australia
Eropa dan Amerika tidak mengalami gerhana sama sekali. Gerhana cincin
bermula dari Afrika tengah, lalu melintasi Uganda, Kenya, Samudera Hindia,
Srilangka, Myanmar, dan berakhir di China. Indonesia bagian barat serta
negara di kawasan Asia dan Afrika lainnya hanya mengalami gerhana sebagian
(tidak cincin).
Wilayah-wilayah di Indonesia yang bisa menyaksikan gerhana matahari ini
adalah seluruh pulau Sumatera dan Kalimantan, Sulawesi Utara dan pulau Jawa
bagian barat. Sedangkan Jawa bagian timur dan kawasan Indonesia timur, Bali,
Lombok, Nusa Tenggara, sebagian besar Sulawesi, Maluku dan Irian tidak bisa
menyaksikan momen ini, termasuk Surabaya dan Madura. Kota-kota di Jawa Timur
yang bisa menyaksikan gerhana matahari ini adalah Bojonegoro, Cepu, Ngawi,
Tuban, dan Bawean. Selain dari kota-kota tidak bisa menyaksikan momen ini.
.
DETIK-DETIK GERHANA MATAHARI
15 JANUARI 2010 DARI KOTA-KOTA BESAR DI INDONESIA
NO
NAMA KOTA
JAM
AWAL
AKHIR
LAMA
LEBAR
1
Banda Aceh
WIB
13:50
16:52
3:02
57,90%
2
Medan
WIB
14:01
16:46
2:45
47,40%
3
Padang
WIB
14:06
16:32
2:26
34,00%
4
Pekan Baru
WIB
14:10
16:35
2:25
35,20%
5
Bengkulu
WIB
14:14
16:20
2:06
24,30%
6
Jambi
WIB
14:20
16:26
2:06
26,30%
7
Tanjung Pinang
WIB
14:22
16:34
2:12
30,90%
8
Palembang
WIB
14:24
16:20
1:56
21,60%
9
Bandar Lampung
WIB
14:29
16:08
1:39
15,40%
10
Pangkal Pinang
WIB
14:29
16:21
1:52
21,10%
11
Jakarta
WIB
14:38
16:02
1:24
11,10%
12
Serang
WIB
14:34
16:03
1:29
12,30%
13
Bandung
WIB
14:44
15:55
1:11
8,00%
14
Semarang
WIB
15:00
15:45
0:45
3,30%
15
Yogyakarta
WIB
15:06
15:37
0:31
1,60%
16
Tuban
WIB
15:15
15:35
0:20
0,70%
17
Gresik
WIB
----
----
----
----
18
Surabaya
WIB
----
----
----
----
19
Pontianak
WIB
15:40
16:25
0:45
20,40%
20
Palangkaraya
WIB
15:01
16:07
1:06
8,10%
21
Banjarmasin
WITA
16:08
16:58
0:50
4,50%
22
Denpasar
WITA
----
----
----
----
23
Mataram
WITA
----
----
----
----
24
Samarinda
WITA
16:09
17:09
1:00
7,40%
25
Makassar
WITA
----
----
----
----
26
Palu
WITA
16:23
16:59
0:36
2,70%
27
Kendari
WITA
----
----
----
----
28
Kupang
WITA
----
----
----
----
29
Gorontalo
WITA
16:31
16:58
0:27
1,70%
30
Manado
WITA
16:33
17:00
0:27
1,70%
31
Ternate
WIT
----
----
----
----
32
Timika
WIT
----
----
----
----
33
Ambon
WIT
----
----
----
----
34
Sorong
WIT
----
----
----
----
35
Jayapura
WIT
----
----
----
----
PROSES TERJADINYA GERHANA
Saat konjungsi/ijtima adalah saat bulan berada diantara matahari-bumi,
dimana permukaan bulan tidak nampak dari Bumi. Para astronom menyebut
ijtima atau konjungsi itu sebagai New Moon (bulan baru) atau disebut juga
bulan mati, di dalam bahasa Jawa disebut Tilem. Dengan kata lain, konjungsi
bulan terjadi saat bulan baru.
Ijtima terjadi jika nilai Bujur Astronomis Matahari sama dengan nilai Bujur
Astronomis Bulan. Kemudian jika pada saat ijtima tersebut nilai Lintang
Astronornis Bulan sama atau hampir sama dengan nilai Lintang Astronomis
Matahari, maka kemungkinan akan terjadi Gerhana Matahari. Nilai maksimum
dari Lintang Astronomis Bulan adalah 5º 8’ (lima derajat delapan menit).
Jika nilainya positip (+) berarti bulan berada di sebelah Utara Ekliptika,
dan jika nilainya negatif (-) berarti bulan berada di sebelah Selatan
Ekliptika.
Kedudukan bidang orbit bulan mengelilingi Bumi membentuk sudut 5 derajat
terhadap bidang orbit bumi mengelilingi matahari (bidang ekliptika). Atau
biasa dikatakan bidang orbit bulan mempunyai inklinasi 5 derajat dari bidang
ekliptika. Hal inilah yang menyebabkan tidak terjadinya gerhana bulan maupun
gerhana matahari pada setiap bulan.
Gerhana matahari terjadi pada saat Ijtima/konjungsi, yakni ketika bulan
berada diantara bumi dan matahari. Pada saat konjungsi potensi terjadinya
gerhana matahari ketika nilai Khishotul Ardli (Busur ecliptika yang diukur
ke arah timur dari simpul naik sampai kaki lintang atronomi bulan) berada
diantara 0-20 atau 160-200 atau 340-360.
Gerhana bulan terjadi pada saat bulan beroposisi dengan matahari, yakni
ketika bumi berada diantara bulan dan matahari, dengan nama lain saat
purnama bulan. Pada saat purnama potensi terjadinya gerhana bulan ketika
nilai Khishotul Ardli berada diantara 0-12 atau 168-192 atau 348-360.
Ketika terjadi gerhana matahari pada awal bulan qomariyah(saat ijtima’),
maka kemungkinan 15 hari berikutnya(saat purnama bulan) akan terjadi gerhana
bulan, atau sebaliknya, saat terjadi gerhana bulan pada saat purnama maka
kemungkinan 15 hari berikutnya akan terjadi gerhana matahari.
Gerhana Bulan Total , yaitu ketika seluruh permukaan bulan berada di dalam
daerah umbra bumi, ini bisa berlangsung selama 1 jam 47 menit, sedangkan
Gerhana Matahari Total, yaitu ketika piringan matahari terhalang oleh bulan,
paling lama hanya berlangsung sekitar 7 menit.
Di dalam satu tahun terjadi gerhana bulan maupun matahari, dengan jumlah dan
jenis fenomena gerhana yang bervariasi. Jumlah maksimum gerhana bulan dan
matahari dalam setahun adalah 7 kali gerhana.
SERBA HARI HARI JUM'AT
Dalam memasuki tahun baru Hijriyah 1431 dan tahun masehi 2010 ini kita
banyak menemui momen-momen penting yang terjadi pada hari Jum'at, berikut
ini momen-momen penting yang terjadi pada hari Jum'at.
1.. Tahun Baru Hijriyah, Jum'at Kliwon, 1 Muharrom 1431 H./ 18 Desember
2009 M.
2.. Hari Natal, Jum'at Pahing, 8 Muharrom 1431 H./25 Desember 2009 M.
3.. Tahun bari Masehi 1 Januari 2010 M, Jum'at Wage, 15 Muharrom 1431 H.
4.. Gerhana Bulan sebagian, Jum'at Wage, 15 Muharrom 1431 H./ 1 Januari
2010 M.
5.. Gerhana Matahari Cincin, Juma't Pon, 29 Muharrom 1431 H./15 Januari
2010 M.
6.. Maulid Nabi Muhammad (versi pemerintah RI), Jum'at Kliwon, 12 Robi'ul
Awal 1431 H./ 26 Februari 2010 M.
7.. Hari Wafat Isa Al-Masih (menurut keyakinan kaum Nasrani), Jum'at
Kliwon, 17 Robi'ul Akhir 1431 H./2 April 2010 M.
8.. Hari Raya Waisak 2564, Jum'at Legi, 14 Jumadil Akhir 1431 H./28 Mei
2010 M.
9.. Tahun baru Hijriyah Syamsiah 1389, Jum'at Kliwon, 15 Syawal 1431 H./24
September 2010.
10.. Nuzulul Qur'an 1431 H., Jum'at Pahing, 17 Romadlon 1431 H./27 Agustus
2010 M.
11.. Hari Raya Idul Fitri 1431 H., Jum'at Legi, 1 Syawwal 1431 H./10
September 2010 M.
Kenapa momen-momen penting umat manusia sejak memasuki tahun baru hijriyah
1431 ini bertepatan dengan hari Jum'at?.
Apakah hanya sebuah kebetulan belaka?.
Kalau kebetulan, apakah peredaran bulan dan matahari di dalam garis edarnya
masing-masing sehingga mengakibatkan gerhana matahari dan bulan itu juga
adalah sebuah kebetulan belaka yang tidak terencana?.
Pertanda apa ini?,
Alloh menciptakan segala sesuatu, baik di dunia maupun di akhirat tentu ada
maksud dan tujuannya alias tidak sia-sia belaka, tidak hanya kebetulan, akan
tetapi Alloh sendiri yang maha tahu atas semuanya.
Walaupun bisa jadi tidak ada hubungnnya, semoga kejadian-kejadian yang serba
Jum’at ini mengingatkan kita akan datangnya hari kiamat yang konon juga hari
Jum’at. Sehingga meningkatkan tingkat ibadah kita kepadanya.
Ibnu Zahid Abdo el-Moeid
Litbang Lajnah Falakiyah NU Gresik
Koordinator Rukyat Hilal Indonesia wilayah Gresik
http://moeidzahid.site88.net
Referensi :
Irsyadul Murid oleh : KH. Achmad Ghozali MF
Sekelumit Penanggalan Komariah dan Gerhana Bulan oleh : Dr. Djamhur Effendi,
DEA
Astroscript Ascript oleh : Peter Duffett-Smith, Cambridge University
http://eclipse.gsfc.nasa.gov/eclipse.html oleh : Fred Espenak, NASA/GSFC
[Non-text portions of this message have been removed]