Subhanallah ....... --- On Tue, 12/29/09, Abdo el-Moeid <[email protected]> wrote:
From: Abdo el-Moeid <[email protected]> Subject: [kmnu2000] DUA GERHANA MENGAWAL TAHUN MASEHI DAN HIJRIYAH To: [email protected] Date: Tuesday, December 29, 2009, 10:04 PM DUA GERHANA MENGAWAL TAHUN MASEHI DAN HIJRIYAH Oleh : Ibnu Zahid Abdo el-Moeid Rabu, 13 Muharrom 1431H./ 30 Desember 2009 M. GERHANA BULAN Tahun Hijriyah 1431 dan Masehi 2010 termasuk tahun yang istimewa karena saat permulaannya ditandai dengan terjadinya dua gerhana sekaligus, yaitu gerhana bulan dan matahari. Akan terjadi gerhana bulan sebagian(parsial) pada hari Jum'at Wage, 15 Muharrom 1431 H./ 01 Januari 2010 M. 15 hari kemudian terjadi gerhana matahari, tepatnya hari Jum'at Pon, 29 Muharrom 1431 H./ 15 Januari 2010 M. Berdasarkan perhitungan hisab gerhana bulan sebagian(parsial) akan terjadi pada hari Jum’at Wage dinihari (baca, Kamis malam Jum’at), 15 Muharrom 1431 H./ 01 Januari 2010 M. Gerhana terjadi mulai pukul 01:53 WIB sampai pukul 02:53 WIB. Luas gerhana, ±1%. Gerhana bulan ini meliputi seluruh dunia kecuali benua Amerika. Momen ini bisa disaksikan secara utuh dari wilayah Asia, Afrika dan Eropa, kecuali Afrika bagian barat. Dari Afrika bagian barat, awal gerhana tidak bisa dilihat karena pada saat awal gerhana, bulan masih dibawah ufuk timur(belum terbit), gerhana baru bisa dilihat pada saat menjelang berakhirnya gerhana. Sementara dari Australia dan Irian Barat gerhana hanya bisa dilihat pada awal gerhana, karena beberapa saat setelah mulai gerhana, bulan terbenam di ufuk barat. Seluruh wilayah Indonesia, bisa menyaksikan momen gerhana ini secara utuh, mulai awal gerhana sampai akhir gerhana, kecuali Irian Barat yang hanya bisa menyaksikan awal gerhana saja, karena bulan keburu terbenam dan matahari pun mulai terbit dari ufuk timur. Sholat gerhana disyari’atkan pertama kali pada tahun ke-5 hijrah, ketika terjadi gerhana bulan total yaitu malam Rabu 14 Jumadil Akhir 4 H. bertepatan dengan 20 Nopember 625 M. Menurut Jumhurul Ulama’, sholat gerhana, baik gerhana matahari maupun bulan hukumnya Sunnah Muakkadah, sunnah yang sangat ditekankan, seperti Sholat Hari Raya. Bahkan sebagian ulama’ berpendapat bahwa hukum sholat gerhana adalah Fardlu Kifayah seperti sholat jenazah. Sholat gerhana dikerjakan dengan dua rokaat sebagaimana sholat sunnah biasa. Pada setiap rokaat dilakukan dua kali ruku’. Setelah membaca Al Fatihah dan surat, lalu ruku’ terus bangun I'tidal, lalu membaca Al-Fatihah dan surat lagi lalu ruku’ yang kedua, kemudian I'tidal lagi dengan thuma’ninah lalu melakukan sujud yg pertama, duduk antara dua sujud, lalu sujud yang kedua, kemudian bangkit berdiri untuk rokaat yang kedua. Pada rokaat yang kedua ini, ruku’ dilakukan dua kali seperti pada rokaat yang pertama. Kemudian diakhiri dengan tahiyat. Apabila kesulitan dengan cara tersebut maka bisa dikerjakan dua roka’at seperti sholat Shubuh, mengikuti mazhab Abu Hanifah. Demi syi’arnya agama Islam maka marilah kita bersama-sama menghidupkan suasana gerhana tersebut dengan memperbanyak Takbir, Tachmid, Istighfar, mengeluarkan Shodaqoh serta melaksanakan sholat Khusuful Qomar. Dan kita bisa melaksanakan- nya secara berjama’ah baik di masjid maupun di musholla-musholla lalu ditutup dengan dua kali khutbah. Jika kita tidak bisa melaksanakannya secara berjama’ah maka bisa dikerjakan secara sendiri di rumah masing-masing walaupun tanpa khutbah. Berikut ini kronologi dan illustrasi gerhana bulan dilihat dari Surabaya. GERHANA MATAHARI 15 hari setelah gerhana bulan, tepatnya hari Jum'at Pon, 29 Muharrom 1431 H./ 15 Januari 2010 M. mulai pukul 05:14 GMT sampai 09:00 GMT. Insya Alloh akan terjadi Gerhana Matahari Cincin. Pusat tengah gerhana berada di tengah samudera Hindia, Lintang 01° 38' LU, Bujur 69° 18' BT. Gerhana cincin ini meliputi wilayah Afrika dan Asia. Sementara Australia Eropa dan Amerika tidak mengalami gerhana sama sekali. Gerhana cincin bermula dari Afrika tengah, lalu melintasi Uganda, Kenya, Samudera Hindia, Srilangka, Myanmar, dan berakhir di China. Indonesia bagian barat serta negara di kawasan Asia dan Afrika lainnya hanya mengalami gerhana sebagian (tidak cincin). Wilayah-wilayah di Indonesia yang bisa menyaksikan gerhana matahari ini adalah seluruh pulau Sumatera dan Kalimantan, Sulawesi Utara dan pulau Jawa bagian barat. Sedangkan Jawa bagian timur dan kawasan Indonesia timur, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, sebagian besar Sulawesi, Maluku dan Irian tidak bisa menyaksikan momen ini, termasuk Surabaya dan Madura. Kota-kota di Jawa Timur yang bisa menyaksikan gerhana matahari ini adalah Bojonegoro, Cepu, Ngawi, Tuban, dan Bawean. Selain dari kota-kota tidak bisa menyaksikan momen ini. . DETIK-DETIK GERHANA MATAHARI 15 JANUARI 2010 DARI KOTA-KOTA BESAR DI INDONESIA NO NAMA KOTA JAM AWAL AKHIR LAMA LEBAR 1 Banda Aceh WIB 13:50 16:52 3:02 57,90% 2 Medan WIB 14:01 16:46 2:45 47,40% 3 Padang WIB 14:06 16:32 2:26 34,00% 4 Pekan Baru WIB 14:10 16:35 2:25 35,20% 5 Bengkulu WIB 14:14 16:20 2:06 24,30% 6 Jambi WIB 14:20 16:26 2:06 26,30% 7 Tanjung Pinang WIB 14:22 16:34 2:12 30,90% 8 Palembang WIB 14:24 16:20 1:56 21,60% 9 Bandar Lampung WIB 14:29 16:08 1:39 15,40% 10 Pangkal Pinang WIB 14:29 16:21 1:52 21,10% 11 Jakarta WIB 14:38 16:02 1:24 11,10% 12 Serang WIB 14:34 16:03 1:29 12,30% 13 Bandung WIB 14:44 15:55 1:11 8,00% 14 Semarang WIB 15:00 15:45 0:45 3,30% 15 Yogyakarta WIB 15:06 15:37 0:31 1,60% 16 Tuban WIB 15:15 15:35 0:20 0,70% 17 Gresik WIB ---- ---- ---- ---- 18 Surabaya WIB ---- ---- ---- ---- 19 Pontianak WIB 15:40 16:25 0:45 20,40% 20 Palangkaraya WIB 15:01 16:07 1:06 8,10% 21 Banjarmasin WITA 16:08 16:58 0:50 4,50% 22 Denpasar WITA ---- ---- ---- ---- 23 Mataram WITA ---- ---- ---- ---- 24 Samarinda WITA 16:09 17:09 1:00 7,40% 25 Makassar WITA ---- ---- ---- ---- 26 Palu WITA 16:23 16:59 0:36 2,70% 27 Kendari WITA ---- ---- ---- ---- 28 Kupang WITA ---- ---- ---- ---- 29 Gorontalo WITA 16:31 16:58 0:27 1,70% 30 Manado WITA 16:33 17:00 0:27 1,70% 31 Ternate WIT ---- ---- ---- ---- 32 Timika WIT ---- ---- ---- ---- 33 Ambon WIT ---- ---- ---- ---- 34 Sorong WIT ---- ---- ---- ---- 35 Jayapura WIT ---- ---- ---- ---- PROSES TERJADINYA GERHANA Saat konjungsi/ijtima adalah saat bulan berada diantara matahari-bumi, dimana permukaan bulan tidak nampak dari Bumi. Para astronom menyebut ijtima atau konjungsi itu sebagai New Moon (bulan baru) atau disebut juga bulan mati, di dalam bahasa Jawa disebut Tilem. Dengan kata lain, konjungsi bulan terjadi saat bulan baru. Ijtima terjadi jika nilai Bujur Astronomis Matahari sama dengan nilai Bujur Astronomis Bulan. Kemudian jika pada saat ijtima tersebut nilai Lintang Astronornis Bulan sama atau hampir sama dengan nilai Lintang Astronomis Matahari, maka kemungkinan akan terjadi Gerhana Matahari. Nilai maksimum dari Lintang Astronomis Bulan adalah 5º 8’ (lima derajat delapan menit). Jika nilainya positip (+) berarti bulan berada di sebelah Utara Ekliptika, dan jika nilainya negatif (-) berarti bulan berada di sebelah Selatan Ekliptika. Kedudukan bidang orbit bulan mengelilingi Bumi membentuk sudut 5 derajat terhadap bidang orbit bumi mengelilingi matahari (bidang ekliptika). Atau biasa dikatakan bidang orbit bulan mempunyai inklinasi 5 derajat dari bidang ekliptika. Hal inilah yang menyebabkan tidak terjadinya gerhana bulan maupun gerhana matahari pada setiap bulan. Gerhana matahari terjadi pada saat Ijtima/konjungsi, yakni ketika bulan berada diantara bumi dan matahari. Pada saat konjungsi potensi terjadinya gerhana matahari ketika nilai Khishotul Ardli (Busur ecliptika yang diukur ke arah timur dari simpul naik sampai kaki lintang atronomi bulan) berada diantara 0-20 atau 160-200 atau 340-360. Gerhana bulan terjadi pada saat bulan beroposisi dengan matahari, yakni ketika bumi berada diantara bulan dan matahari, dengan nama lain saat purnama bulan. Pada saat purnama potensi terjadinya gerhana bulan ketika nilai Khishotul Ardli berada diantara 0-12 atau 168-192 atau 348-360. Ketika terjadi gerhana matahari pada awal bulan qomariyah(saat ijtima’), maka kemungkinan 15 hari berikutnya(saat purnama bulan) akan terjadi gerhana bulan, atau sebaliknya, saat terjadi gerhana bulan pada saat purnama maka kemungkinan 15 hari berikutnya akan terjadi gerhana matahari. Gerhana Bulan Total , yaitu ketika seluruh permukaan bulan berada di dalam daerah umbra bumi, ini bisa berlangsung selama 1 jam 47 menit, sedangkan Gerhana Matahari Total, yaitu ketika piringan matahari terhalang oleh bulan, paling lama hanya berlangsung sekitar 7 menit. Di dalam satu tahun terjadi gerhana bulan maupun matahari, dengan jumlah dan jenis fenomena gerhana yang bervariasi. Jumlah maksimum gerhana bulan dan matahari dalam setahun adalah 7 kali gerhana. SERBA HARI HARI JUM'AT Dalam memasuki tahun baru Hijriyah 1431 dan tahun masehi 2010 ini kita banyak menemui momen-momen penting yang terjadi pada hari Jum'at, berikut ini momen-momen penting yang terjadi pada hari Jum'at. 1.. Tahun Baru Hijriyah, Jum'at Kliwon, 1 Muharrom 1431 H./ 18 Desember 2009 M. 2.. Hari Natal, Jum'at Pahing, 8 Muharrom 1431 H./25 Desember 2009 M. 3.. Tahun bari Masehi 1 Januari 2010 M, Jum'at Wage, 15 Muharrom 1431 H. 4.. Gerhana Bulan sebagian, Jum'at Wage, 15 Muharrom 1431 H./ 1 Januari 2010 M. 5.. Gerhana Matahari Cincin, Juma't Pon, 29 Muharrom 1431 H./15 Januari 2010 M. 6.. Maulid Nabi Muhammad (versi pemerintah RI), Jum'at Kliwon, 12 Robi'ul Awal 1431 H./ 26 Februari 2010 M. 7.. Hari Wafat Isa Al-Masih (menurut keyakinan kaum Nasrani), Jum'at Kliwon, 17 Robi'ul Akhir 1431 H./2 April 2010 M. 8.. Hari Raya Waisak 2564, Jum'at Legi, 14 Jumadil Akhir 1431 H./28 Mei 2010 M. 9.. Tahun baru Hijriyah Syamsiah 1389, Jum'at Kliwon, 15 Syawal 1431 H./24 September 2010. 10.. Nuzulul Qur'an 1431 H., Jum'at Pahing, 17 Romadlon 1431 H./27 Agustus 2010 M. 11.. Hari Raya Idul Fitri 1431 H., Jum'at Legi, 1 Syawwal 1431 H./10 September 2010 M. Kenapa momen-momen penting umat manusia sejak memasuki tahun baru hijriyah 1431 ini bertepatan dengan hari Jum'at?. Apakah hanya sebuah kebetulan belaka?. Kalau kebetulan, apakah peredaran bulan dan matahari di dalam garis edarnya masing-masing sehingga mengakibatkan gerhana matahari dan bulan itu juga adalah sebuah kebetulan belaka yang tidak terencana?. Pertanda apa ini?, Alloh menciptakan segala sesuatu, baik di dunia maupun di akhirat tentu ada maksud dan tujuannya alias tidak sia-sia belaka, tidak hanya kebetulan, akan tetapi Alloh sendiri yang maha tahu atas semuanya. Walaupun bisa jadi tidak ada hubungnnya, semoga kejadian-kejadian yang serba Jum’at ini mengingatkan kita akan datangnya hari kiamat yang konon juga hari Jum’at. Sehingga meningkatkan tingkat ibadah kita kepadanya. Ibnu Zahid Abdo el-Moeid Litbang Lajnah Falakiyah NU Gresik Koordinator Rukyat Hilal Indonesia wilayah Gresik http://moeidzahid. site88.net Referensi : Irsyadul Murid oleh : KH. Achmad Ghozali MF Sekelumit Penanggalan Komariah dan Gerhana Bulan oleh : Dr. Djamhur Effendi, DEA Astroscript Ascript oleh : Peter Duffett-Smith, Cambridge University http://eclipse. gsfc.nasa. gov/eclipse. html oleh : Fred Espenak, NASA/GSFC [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
