Sdr Dedy...bismilahirrahmanirahiim.

Sebagai mengingatkan saja....
KIta tidak boleh beriman atau percaya kpd kitab2 selain kitab Al Quran.

kitab2 sahabat2---sunnha Sahabat nabi----belum tentu saih--karena sudah beribu 
tahun umurnya....pasti sudah direkayasa oleh tangan2 manusia..

Kecuali kalau tidak bertentangan dgn al Quran, boleh boleh saja...
Kalau bertentangan dgn al Quran--maka penjelasan dari kitab2 sahabat2 Nabi itu 
adalah palsu  dan berbahaya kalau di amalkan..

Maaf---saya hanya mengingatkan saja...
wassalam


--- In [email protected], "dedyhbw" <dedy...@...> wrote:
>
> wa 'alaykumussalam wa rahmatullah wa barakatuh
> 
> Yth. Kang Oyo Sunaryo,
> Praktik  membaca doa "Rabbighfirlii" atau lebih lengkap "Rabbighfirlii
> wa li-waalidayya" tidak hanya dilakukan di jawa tengah saja. Praktik
> tersebut adalah sunnah sahabat Nabi yang berarti adalah pula sunnah Nabi
> sallAllahu 'alayhi wasallam.
> 
> Untuk referensi lengkapnya, silakan merujuk ke Kitab Al-Adzkar karya
> Imam An-Nawawi, khususnya dalam bab bacaan Al-Faatihah dalam salat.
> 
> wallahu a'lam bissawab
> 
> Dedy
> 
> 
> --- In [email protected], "Oyo, Sunaryo" <oyo.sunaryo@> wrote:
> >
> > Assalamu'alaykum wa rohmatullahi wa barokaatuh
> >
> > Saudara - saudara seiman dan seperjuangan,
> > Dari  obrolan santai sambil minum  teh di lingkungan perumahan, muncul
> > sedikit tanyaan  dari teman saya yang gak bisa saya jawab yaitu:
> > Katanya di daerah jawa tengah sana  ada sebagian umat kita yang dalam
> > praktek solatnya menambahkan kalimat " Robbighfir lii wali walidayya
> > warhamhuma kama robbayani shoghiiro " setelah membaca surat Al -
> fatihah
> > dan sebelum kita mengucapkan "amin". Apakah itu bisa di benarkan ?
> >
> > Mohon pencerahan sekiranya ada yang berkenan berbagi pengetahuan ....
> > Kami sangat membutuhkan penjelasannya ,
> >
> >
> > Wasalam
> >
> > Oyo Sunaryo
> >
> > Wong Cilegon.
> >
> >
>


Kirim email ke