Salam untuk Kang Oyo.

Melihat dari bobot yang penting dari maksud Kang Oyo bertanya, maka disini saya 
urun juga untuk menyambut.
Bagi kita orang awam, apa yang disarankan Kang Dedy untuk membuka Al-Adzkar itu 
baik. Tetapi saya juga menyarankan untuk bertanya kepada Suriyah NU di Cilegon. 
Atau para kiyai yang berafiliasi dengannya. Kenapa saya berkata begitu:

1) Kita perlu menggalakkan tradisi silaturahmi dengan para ulama. Dengan 
tradisi seperti ini, yaitu untuk bertanya, akan menggerakkan kehidupan sistem 
berorganisasi NU. Terus terang, dianatar faktor kemunduran organisasi NU adalah 
sebab masyarakat tidak menggunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka, paling 
tidak sebagai tempat bertanya.

2) Dengan silaturahmi untuk bertanya (bukan karena diundang tahlilan, hari 
ulang tahun, haul ataupun rapat saja) organisasi NU akan bangkit menyongsong 
kebutuhan demi kebutuhan ini dari masyarakatnya.

Disamping saya mendukung apa yang disampaikan Kang Dedy, saya juga perlu 
membuat penekanan disini:

Solat itu isinya doa. Selain bacaan-bacaan yang sudah ditentukan secara 
mutawatir dari Nabi alaihi wa aalihis salaam, kita juga boleh menambahkan 
doa-doa didalamnya. Contohnya doa yang Kang Ono tanyakan. Alasannya. Ada 
berbagai sumber yang menceritakan bahwa Nabi selalu membaca jawaban atau doa 
setelah ayat-ayat tertentu. Misalnya ALAISALLAAHU BI AHKAMIL HAAKIMIIN.. maka 
dijawab dengan BALAA (ya), ada yang lebih lengkap ditambah wa anaa 'alaa 
dzaalika minasysyaahidiin. Terkadang ada yang berdoa dalam sujud-sujud. Dan 
banyak lagi.

Jelasnya, solat itu indah. Keindahan itu sayang kan kalau dilewatkan? 
Bayangkan, sebagian kaum mukmin pun ada yang memakai qunut di setiap solat. 
Karena memang nikmat kalau sedang munajat dengan apa yang kita mengerti. Doa 
qunutnya macam-macam, dan membuat merinding pun ada.

Tentu saja, solat seperti itu untuk sendiri, Kang. Kalau jadi imam, jangan. 
Nanti membuat orang malas atau malah menjadi fitnah. Solat sendiri di tengah 
malam. Apalagi sedang ditimpa musibah. Dan kita sadar memerlukan uluran tangan 
Allah saja yang bisa diharapkan. Wuih, asyik itu Kang.

Selamat menghidupakan diri dalam solat, dan menghidupkan solat dalam diri. 
Aamiin.





________________________________
From: abdul <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, February 15, 2010 10:33:41 AM
Subject: [kmnu2000] Re: Mohon pencerahan

  
Sdr Dedy...bismilahirra hmanirahiim.

Sebagai mengingatkan saja....
KIta tidak boleh beriman atau percaya kpd kitab2 selain kitab Al Quran.

kitab2 sahabat2---sunnha Sahabat nabi----belum tentu saih--karena sudah beribu 
tahun umurnya....pasti sudah direkayasa oleh tangan2 manusia..

Kecuali kalau tidak bertentangan dgn al Quran, boleh boleh saja...
Kalau bertentangan dgn al Quran--maka penjelasan dari kitab2 sahabat2 Nabi itu 
adalah palsu  dan berbahaya kalau di amalkan..

Maaf---saya hanya mengingatkan saja...
wassalam

--- In kmnu2...@yahoogroup s.com, "dedyhbw" <dedy...@... > wrote:
>
> wa 'alaykumussalam wa rahmatullah wa barakatuh
> 
> Yth. Kang Oyo Sunaryo,
> Praktik  membaca doa "Rabbighfirlii" atau lebih lengkap "Rabbighfirlii
> wa li-waalidayya" tidak hanya dilakukan di jawa tengah saja. Praktik
> tersebut adalah sunnah sahabat Nabi yang berarti adalah pula sunnah Nabi
> sallAllahu 'alayhi wasallam.
> 
> Untuk referensi lengkapnya, silakan merujuk ke Kitab Al-Adzkar karya
> Imam An-Nawawi, khususnya dalam bab bacaan Al-Faatihah dalam salat.
> 
> wallahu a'lam bissawab
> 
> Dedy
> 
> 
> --- In kmnu2...@yahoogroup s.com, "Oyo, Sunaryo" <oyo.sunaryo@ > wrote:
> >
> > Assalamu'alaykum wa rohmatullahi wa barokaatuh
> >
> > Saudara - saudara seiman dan seperjuangan,
> > Dari  obrolan santai sambil minum  teh di lingkungan perumahan, muncul
> > sedikit tanyaan  dari teman saya yang gak bisa saya jawab yaitu:
> > Katanya di daerah jawa tengah sana  ada sebagian umat kita yang dalam
> > praktek solatnya menambahkan kalimat " Robbighfir lii wali walidayya
> > warhamhuma kama robbayani shoghiiro " setelah membaca surat Al -
> fatihah
> > dan sebelum kita mengucapkan "amin". Apakah itu bisa di benarkan ?
> >
> > Mohon pencerahan sekiranya ada yang berkenan berbagi pengetahuan ....
> > Kami sangat membutuhkan penjelasannya ,
> >
> >
> > Wasalam
> >
> > Oyo Sunaryo
> >
> > Wong Cilegon.
> >
> >
>


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke