Nah, postingan Mas Baki ini, nampaknya cukup berbeda dengan Mas Iman.

Dari Mas Baki, ... perlu dipertegas dengan penjelasan pada pertanyaan ini: 
Kalau rasa semakin berkurang dgn peningkatan spiritualitas, bagaimana Ibu 
Aisyah ra tetap menikmati lezatnya berhubungan suami istri dengan Kanjeng Nabi, 
padahal tingkat spiritualitas beliau menanjak terus atau memang sudah tinggi?

Perlu dipertegas juga dengan ini: Imam Sibawaih dan Imam Nawawi, karena 
konsentrasi penuh dengan ilmu, beliau-beliau tidak dapat memenuhi hasrat sang 
istri. Nah, apakah ini bisa disebut sebab peningkatan spiritualitas atau apa?

Nah, problematik ini juga perlu ditanyakan ke Mas Iman. Bagaimana menjelaskan 
ini pada tahapan2 yang Njenengan formulasikan?





________________________________
From: bakiakh aa <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, February 22, 2010 2:03:52 PM
Subject: Re: [kmnu2000] Model Perjalanan Spiritual yang BERMUTU

  
wah nice info mas, terima kasih. 

kalo dari sudut pandang saya, spritual itu ada 3 tahap 
tahap kesadaran jasad, jiwa dan ruh ...

jika seseorang sudah ada tingkat kesadaran ruh 
dia sudah tidak terikat dgn dunia, bukan karena peraturan 
bukan karena paksaan atau bukan karena berusaha suci .. 
tapi karena memang sudah tidak ada rasa/berkurang, termasuk syahwat. 
di matanya semua adalah sama, apapun warnanya sama 
tanpa memilah memilih.

para pendeta budha contohnya..jika tahapannya spritualnya benar
mereka tahap demi tahap akan meninggalkan segala sesuatu, bukan karena ada 
peraturan2 di kuil .. untuk tidak menikah, atau di paksa hidup sederhana 
tapi mereka lakukan itu karena segala macam rasa sudah berkurang. 
beberapa dari mereka sudah bisa mencapai tingkatan kesadaran 
yang lebih tinggi. tahapan tahapan pelatihan di kuil cenderung untuk 
agar mereka selalu pada kesadaran yang lebih tinggi.

salam 
semoga Allah mengampuni saya

____________ _________ _________ __
From: Iman K. <alexander_soebroto@ yahoo.com. sg>
To: Apresiasi-Sastra@ yahoogroups. com; bac...@yahoogroups. com; 
buku-is...@yahoogro ups.com; bukuk...@yahoogroup s.com; daarut-tauhiid@ 
yahoogroups. com; dastanbooks@ yahoogroups. com; filsa...@yahoogroup s.com; 
indo-marxist@ yahoogroups. com; Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com; 
indonesia_damai@ yahoogroups. com; InspirasiIndonesia@ yahoogroups. com; 
Interdisiplin@ yahoogroups. com; islam_liberal@ yahoogroups. com; 
islam-kristen@ yahoogroups. com; IslamNet-ID@ yahoogroups. com; 
jurnali...@yahoogro ups.com; keluarga-sakinah@ yahoogroups. com; 
keluarg...@yahoogro ups.com; klub-sastra@ yahoogroups. com; kmnu2...@yahoogroup 
s.com; mediab...@yahoogrou ps.com; mediac...@yahoogrou ps.com; mencintai-islam@ 
yahoogroups. com; musyawarah-burung@ yahoogroups. com; myqu...@yahoogroups 
.com; padhang-mbulan@ yahoogroups. com; pantau-komunitas@ yahoogroups. com; 
paramad...@yahoogro ups.com; parapemikir@ yahoogroups. com; pasarb...@yahoogrou 
ps.com; PENGAJIAN-KANTOR@
 yahoogroups. com; penulislepas@ yahoogroups. com;
prole...@yahoogroup s.com; ResensiBuku@ yahoogroups. com; sufi-is...@yahoogro 
ups.com; wanita-muslimah@ yahoogroups. com; yisc_al-azhar@ yahoogroups. com; 
yisc-aktivis@ yahoogroups. com; zama...@yahoogroups .com
Sent: Mon, February 22, 2010 12:05:57 PM
Subject: [kmnu2000] Model Perjalanan Spiritual yang BERMUTU

Salam...

Beberapa hari yang lalu ketika bos spiritual A.K dituntut oleh murid-muridnya 
ke polisi, tiba-tiba ada undangan dari salah satu anggota milis parapemikir@ 
yahoogroups. com yang juga sebagai pengelola milist spiritualxxxxx untuk 
menghadiri seminar spiritualitas. Penasaran, saya coba tanya bagaimana pendapat 
beliau tentang spiritualitas itu sendiri dan bagaimana pendapatnya dengan kasus 
A.K. berhubung ada penggemar beliau dimilist parapemikir@ yahoogroups. com yang 
ingin mengetahui jawaban dari tokoh seperti beliau.

Reply dari beliau, setelah penjelasan normatif maka ada semacam deklarasi yang 
begitu rumit menurut saya. Apa itu declare beliau?

Beliau mengatakan :

"Saya sendiri dari dulu sudah bilang terus terang bahwa spiritualitas berkaitan 
erat dengan seksualitas. Nyambung atas bawah. Konek en konak. Tapi of course 
harus ada etika, yaitu suka sama suka. Kalau suka sama suka it's halal. 
"

Mendapat reply yang demikian, dan diumumkan secara terbuka pula dimilist yang 
berpenghuni lebih dari 1.000 orang makin membikin saya penasaran. Saya lantas 
mengajukan pertanyaan kepada beliau. "Apakah ga ada model spiritualitas yang 
lebih bermutu lagi?"

Sampai hari ini (+/-2minggu) tidak ada reply dari ybs ke mailing list 
parapemikir@ yahoogroups. com , respon dari temen2 dimilist parapemikir juga 
beragam. Ada yang langsung ngiler ingin berspiritualitas dengan membayangkan 
"konek dan konak" versi masing-masing dan tentu saja dengan mencari-cari atau 
mencocok-cocokkan hukumnya dengan hukum positip tentang ngesek suka sama suka 
yang berpayung spiritual. 

Ada juga yang mengerti teknik (aliran Tantra) ini dan kemudian mengkritik 
positip karena yang mengkritisi tahu persis teknik model begitu hampir tidak 
mungkin bisa dilakukan oleh orang jaman sekarang. Kritik tidak sembarang kritik 
karena yang mengkritik juga pernah melakoni teknik yang model begituan namun 
merasa hampir ga mungkin untuk bisa mendapatkan teman ngeseks yang "aduhai"  
spiritualitasnya untuk tujuan itu. Konek dan konak.

Untuk itu, karena tidak mendapat reply model spiritualis yang lebih bermutu 
dari 'tokoh' spiritualitas tersebut, maka saya ingin mengemukakan pendapat saya 
tentang bagaimana sesungguhnya gambaran berspritualitas yang lebih bermutu 
menurut versi saya :)

Berikut ini adalah gambaran perjalanan spritual yang menurut saya lebih bermutu 
;

1. Perjalanan pertama ; 

Perjalanan dari makhluk menuju Tuhan (Safar min al-Khalq ila al-Haq). 

Pada tingkat ini, perjalanan yang dilakukan adalah dengan mengangkat hijab 
kegelapan dan hijab cahaya yang membatasi antara seorang hamba dengan Tuhannya. 
Seorang pejalan spiritual harus melewati stasion-stasion, mulai dari stasion 
jiwa, stasion qalb, stasion ruh dan berakhir pada maqsad al-aqsa. 

Pada tahap ini perjalanan ruhani baru dimulai dari pelepasan diri dan bergabung 
menuju Tuhan. Dalam perjalanan pertama ini adalah gambaran dari upaya pejalan 
spiritual mengangkat kesadarannya dari realitas makhluk lewat pembahasan wujud 
dalam makna umum dan juga tentang hukum-hukum ketiadaan, entitas, gerakan 
material dan sustansial serta intelek.

2. Perjalanan kedua : 

Perjalanan bersama Tuhan di dalam Tuhan (Safar bi al-Haq fi al-Haq) . 

Pada tahap ini seorang pejalan spiritual memulai tahap kewaliannya, karena 
wujudnya telah menjadi diri-Nya dan dengan itu dia melakukan penyempurnaan 
dalam nama-nama agung Tuhan. Tingkat ini adalah tingkat penyempurnaan teologis 
seorang pejalan spiritual. 

3. Perjalanan ketiga ; 

Perjalanan dari Tuhan menuju Makhluk bersama Tuhan (Safar min al-Haq ila 
al-Khalq bi al-Haq). 

Dalam stasion ini seorang pejalan spiritual menempuh perjalanan dalam Af'al 
Tuhan, kesadaran Tuhan telah menjadi kesadarannya dan menempuh perjalanan di 
antara alam Jabarut, Malakut dan Nasut serta menyaksikan segala sesuatu yang 
ada pada alam tersebut melalui pandangan Tuhan. Pembicaraan pada tingkat ini 
meliputi proses penciptaan dan emanasi yang terjadi pada intelek-intelek.

4. Perjalanan keempat ; 

Perjalanan dari makhluk menuju makhluk bersama Tuhan (Safar min al-Khalq ila 
al-Khalq bi al-Haq) 
Pada tahap ini perjalanan penyaksian seluruh makhluk dan apa yang terjadi 
padanya di dunia dan akhirat serta mengetahui perjalanan kembali menuju Allah 
dan bentuk kembalinya serta azab dan nikmat yang akan diberikan Allah pada 
mereka. 

Dengan mengikuti perjalanan spiritual yang sedemikian rupa tersebut (versi 
bermutu), maka menurut hemat saya urusan esek-esek (konek dan konak) hampir 
merupakan sebagai lelucon spiritual saja jika mereka mengganggap kedudukan 
esek-esek itu sedemikian pentingnya untuk bisa mengalami Tuhan/bersama Tuhan.

Reply saya ini saya tujukan ke semua pihak, oleh karena itu saya posting secara 
massal ke beberapa milist termasuk milist yang dikelola tokoh tadi sebagai 
pembanding supaya teman-teman yang ingin berspritualitas bisa mengetahui 
gambaran versi yang lain, yaitu versi yang lebih bermutu dari sekedar konek dan 
konak.

Salam,

Iman K.
www.parapemikir. com

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke