Astaghfirullahal'adzim Perjalanan spiritual versi budha adalah diawali kehendak.
Kehendak untuk meninggalkan jasad/melepas jasad, kehendak untuk melepas rasa. Jika hal itu tercapai bukankah sudah nyetir Gusti Allah? Sebetulnya ada yang lebih tinggi lagi yaitu manut Gusti Allah dengan Harapan "dimanutkan". Jadi jika merasakan khusuk bukan karena berkehendak khusuk atau berjuang keras untuk khusuk, melainkan minta dikhusukkan kepada Allah. Sehingga ada kalanya rasa terlepas, jasad terlepas adalah dikehendaki oleh Allah, Begitu juga apabila jasad, rasa di pasangkan kembali adalah dikehendaki Allah. Maka dari itu Rasulullah memiliki tingkat kesadaran sempurna karena dia tidak berkehendak tetapi dikehendaki Allah. Kenapa rahib-2 seperti itu, karena mereka tidak tahu siapa Penciptanya. Tetapi kalau ada muslimin yang mengalami perjalanan seperti itu dengan wirid atau lelaku tertentu memang karena kehendaknya untuk mempelajari Alam Dzahir maupun Ghaib. Itu sekedar beberapa pemahaman saya. Rizky On Mon, 2010-02-22 at 00:18 -0800, sofwan nadi wrote: > > > Nah, postingan Mas Baki ini, nampaknya cukup berbeda dengan Mas Iman. > > Dari Mas Baki, ... perlu dipertegas dengan penjelasan pada pertanyaan > ini: Kalau rasa semakin berkurang dgn peningkatan spiritualitas, > bagaimana Ibu Aisyah ra tetap menikmati lezatnya berhubungan suami > istri dengan Kanjeng Nabi, padahal tingkat spiritualitas beliau > menanjak terus atau memang sudah tinggi? > > Perlu dipertegas juga dengan ini: Imam Sibawaih dan Imam Nawawi, > karena konsentrasi penuh dengan ilmu, beliau-beliau tidak dapat > memenuhi hasrat sang istri. Nah, apakah ini bisa disebut sebab > peningkatan spiritualitas atau apa? > > Nah, problematik ini juga perlu ditanyakan ke Mas Iman. Bagaimana > menjelaskan ini pada tahapan2 yang Njenengan formulasikan? > > ________________________________ > From: bakiakh aa <[email protected]> > To: [email protected] > Sent: Mon, February 22, 2010 2:03:52 PM > Subject: Re: [kmnu2000] Model Perjalanan Spiritual yang BERMUTU > > wah nice info mas, terima kasih. > > kalo dari sudut pandang saya, spritual itu ada 3 tahap > tahap kesadaran jasad, jiwa dan ruh ... > > jika seseorang sudah ada tingkat kesadaran ruh > dia sudah tidak terikat dgn dunia, bukan karena peraturan > bukan karena paksaan atau bukan karena berusaha suci .. > tapi karena memang sudah tidak ada rasa/berkurang, termasuk syahwat. > di matanya semua adalah sama, apapun warnanya sama > tanpa memilah memilih. > > para pendeta budha contohnya..jika tahapannya spritualnya benar > mereka tahap demi tahap akan meninggalkan segala sesuatu, bukan karena > ada > peraturan2 di kuil .. untuk tidak menikah, atau di paksa hidup > sederhana > tapi mereka lakukan itu karena segala macam rasa sudah berkurang. > beberapa dari mereka sudah bisa mencapai tingkatan kesadaran > yang lebih tinggi. tahapan tahapan pelatihan di kuil cenderung untuk > agar mereka selalu pada kesadaran yang lebih tinggi. > > salam > semoga Allah mengampuni saya > > ____________ _________ _________ __ > From: Iman K. <alexander_soebroto@ yahoo.com. sg> > To: Apresiasi-Sastra@ yahoogroups. com; bac...@yahoogroups. com; > buku-is...@yahoogro ups.com; bukuk...@yahoogroup s.com; > daarut-tauhiid@ yahoogroups. com; dastanbooks@ yahoogroups. com; > filsa...@yahoogroup s.com; indo-marxist@ yahoogroups. com; > Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com; indonesia_damai@ yahoogroups. > com; InspirasiIndonesia@ yahoogroups. com; Interdisiplin@ yahoogroups. > com; islam_liberal@ yahoogroups. com; islam-kristen@ yahoogroups. com; > IslamNet-ID@ yahoogroups. com; jurnali...@yahoogro ups.com; > keluarga-sakinah@ yahoogroups. com; keluarg...@yahoogro ups.com; > klub-sastra@ yahoogroups. com; kmnu2...@yahoogroup s.com; > mediab...@yahoogrou ps.com; mediac...@yahoogrou ps.com; > mencintai-islam@ yahoogroups. com; musyawarah-burung@ yahoogroups. > com; myqu...@yahoogroups .com; padhang-mbulan@ yahoogroups. com; > pantau-komunitas@ yahoogroups. com; paramad...@yahoogro ups.com; > parapemikir@ yahoogroups. com; pasarb...@yahoogrou ps.com; > PENGAJIAN-KANTOR@ > yahoogroups. com; penulislepas@ yahoogroups. com; > prole...@yahoogroup s.com; ResensiBuku@ yahoogroups. com; > sufi-is...@yahoogro ups.com; wanita-muslimah@ yahoogroups. com; > yisc_al-azhar@ yahoogroups. com; yisc-aktivis@ yahoogroups. com; > zama...@yahoogroups .com > Sent: Mon, February 22, 2010 12:05:57 PM > Subject: [kmnu2000] Model Perjalanan Spiritual yang BERMUTU > > Salam... > > Beberapa hari yang lalu ketika bos spiritual A.K dituntut oleh > murid-muridnya ke polisi, tiba-tiba ada undangan dari salah satu > anggota milis parapemikir@ yahoogroups. com yang juga sebagai > pengelola milist spiritualxxxxx untuk menghadiri seminar > spiritualitas. Penasaran, saya coba tanya bagaimana pendapat beliau > tentang spiritualitas itu sendiri dan bagaimana pendapatnya dengan > kasus A.K. berhubung ada penggemar beliau dimilist parapemikir@ > yahoogroups. com yang ingin mengetahui jawaban dari tokoh seperti > beliau. > > Reply dari beliau, setelah penjelasan normatif maka ada semacam > deklarasi yang begitu rumit menurut saya. Apa itu declare beliau? > > Beliau mengatakan : > > "Saya sendiri dari dulu sudah bilang terus terang bahwa spiritualitas > berkaitan erat dengan seksualitas. Nyambung atas bawah. Konek en > konak. Tapi of course harus ada etika, yaitu suka sama suka. Kalau > suka sama suka it's halal. > " > > Mendapat reply yang demikian, dan diumumkan secara terbuka pula > dimilist yang berpenghuni lebih dari 1.000 orang makin membikin saya > penasaran. Saya lantas mengajukan pertanyaan kepada beliau. "Apakah ga > ada model spiritualitas yang lebih bermutu lagi?" > > Sampai hari ini (+/-2minggu) tidak ada reply dari ybs ke mailing list > parapemikir@ yahoogroups. com , respon dari temen2 dimilist > parapemikir juga beragam. Ada yang langsung ngiler ingin > berspiritualitas dengan membayangkan "konek dan konak" versi > masing-masing dan tentu saja dengan mencari-cari atau > mencocok-cocokkan hukumnya dengan hukum positip tentang ngesek suka > sama suka yang berpayung spiritual. > > Ada juga yang mengerti teknik (aliran Tantra) ini dan kemudian > mengkritik positip karena yang mengkritisi tahu persis teknik model > begitu hampir tidak mungkin bisa dilakukan oleh orang jaman sekarang. > Kritik tidak sembarang kritik karena yang mengkritik juga pernah > melakoni teknik yang model begituan namun merasa hampir ga mungkin > untuk bisa mendapatkan teman ngeseks yang "aduhai" spiritualitasnya > untuk tujuan itu. Konek dan konak. > > Untuk itu, karena tidak mendapat reply model spiritualis yang lebih > bermutu dari 'tokoh' spiritualitas tersebut, maka saya ingin > mengemukakan pendapat saya tentang bagaimana sesungguhnya gambaran > berspritualitas yang lebih bermutu menurut versi saya :) > > Berikut ini adalah gambaran perjalanan spritual yang menurut saya > lebih bermutu ; > > 1. Perjalanan pertama ; > > Perjalanan dari makhluk menuju Tuhan (Safar min al-Khalq ila al-Haq). > > Pada tingkat ini, perjalanan yang dilakukan adalah dengan mengangkat > hijab kegelapan dan hijab cahaya yang membatasi antara seorang hamba > dengan Tuhannya. Seorang pejalan spiritual harus melewati > stasion-stasion, mulai dari stasion jiwa, stasion qalb, stasion ruh > dan berakhir pada maqsad al-aqsa. > > Pada tahap ini perjalanan ruhani baru dimulai dari pelepasan diri dan > bergabung menuju Tuhan. Dalam perjalanan pertama ini adalah gambaran > dari upaya pejalan spiritual mengangkat kesadarannya dari realitas > makhluk lewat pembahasan wujud dalam makna umum dan juga tentang > hukum-hukum ketiadaan, entitas, gerakan material dan sustansial serta > intelek. > > 2. Perjalanan kedua : > > Perjalanan bersama Tuhan di dalam Tuhan (Safar bi al-Haq fi al-Haq) . > > Pada tahap ini seorang pejalan spiritual memulai tahap kewaliannya, > karena wujudnya telah menjadi diri-Nya dan dengan itu dia melakukan > penyempurnaan dalam nama-nama agung Tuhan. Tingkat ini adalah tingkat > penyempurnaan teologis seorang pejalan spiritual. > > 3. Perjalanan ketiga ; > > Perjalanan dari Tuhan menuju Makhluk bersama Tuhan (Safar min al-Haq > ila al-Khalq bi al-Haq). > > Dalam stasion ini seorang pejalan spiritual menempuh perjalanan dalam > Af'al Tuhan, kesadaran Tuhan telah menjadi kesadarannya dan menempuh > perjalanan di antara alam Jabarut, Malakut dan Nasut serta menyaksikan > segala sesuatu yang ada pada alam tersebut melalui pandangan Tuhan. > Pembicaraan pada tingkat ini meliputi proses penciptaan dan emanasi > yang terjadi pada intelek-intelek. > > 4. Perjalanan keempat ; > > Perjalanan dari makhluk menuju makhluk bersama Tuhan (Safar min > al-Khalq ila al-Khalq bi al-Haq) > Pada tahap ini perjalanan penyaksian seluruh makhluk dan apa yang > terjadi padanya di dunia dan akhirat serta mengetahui perjalanan > kembali menuju Allah dan bentuk kembalinya serta azab dan nikmat yang > akan diberikan Allah pada mereka. > > Dengan mengikuti perjalanan spiritual yang sedemikian rupa tersebut > (versi bermutu), maka menurut hemat saya urusan esek-esek (konek dan > konak) hampir merupakan sebagai lelucon spiritual saja jika mereka > mengganggap kedudukan esek-esek itu sedemikian pentingnya untuk bisa > mengalami Tuhan/bersama Tuhan. > > Reply saya ini saya tujukan ke semua pihak, oleh karena itu saya > posting secara massal ke beberapa milist termasuk milist yang dikelola > tokoh tadi sebagai pembanding supaya teman-teman yang ingin > berspritualitas bisa mengetahui gambaran versi yang lain, yaitu versi > yang lebih bermutu dari sekedar konek dan konak. > > Salam, > > Iman K. > www.parapemikir. com > > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
