Israel Serang Kapal Kemanusiaan
Mavi Marmara Dibajak Israel, Nasib 12 WNI Makin Tak Jelas
Fitraya Ramadhanny - detikNews
NTV
Jakarta - Kapal Mavi Marmara dan 5 kapal lain dalam Armada Kebebasan (Freedom
Flotilla) diserang tentara Israel. Kapal tersebut dibawa Israel ke suatu tempat
dan nasib 12 WNI di kapal tersebut belum diketahui.
"Kapalnya sekarang dibawa Israel ke tempat yang belum kita ketahui. 12 WNI di
kapal itu juga belum ada yang bisa kita telepon," kata Direktur Operasional
Sahabat Al Aqsha, Amirul Iman, Senin (31/5/2010).
Menurut Amirul, seluruh WNI berada di kapal Mavi Marmara. Kapal ini membawa 700
aktivis dari sekitar 50 negara. Armada Kebebasan juga terdiri dari 3 kapal
barang dan 2 kapal penumpang kecil.
"Kapal-kapal yang lain juga tidak jelas nasibnya," katanya.
Sementara itu situs-situs yang memberitakan penyerbuan di lepas pantai Gaza
tidak bisa diakses. Sahabat Al Aqsha berkomunikasi dengan IHH (Insani Yardim
Fakvi), lembaga kemanusiaan Turki yang menjadi koordinator tim bantuan itu,
hanya lewat Twitter dan Facebook IHH.
"Komunikasi kita tinggal lewat Twitter dan Facebook IHH. Karena kita juga tidak
bisa menelepon teman-teman kita," ujar Amirul.
Ada 12 WNI di Mavi Marmara. Mereka terdiri dari wakil tiga lembaga swadaya
masyarakat KISPA, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), dan Sahabat
Al-Aqsa. Dari 12 orang itu, juga ada lima wartawan, yaitu Aljazeera Indonesia,
TV One, Hidayatullah.com, Majalah Alia, dan Sahabat Al Aqsha.
[Non-text portions of this message have been removed]