Mari kita lakukan Qunut Nazilah membantu usaha mereka menginjakkan kaki di bumi Ghaza, bumi Imam Syafii. Untuk mengetahui dengan mata kepala sendiri, apa yang terjadi di tanah itu.
Masjid-masjid NU, serukan Qunut Nazilah di setiap solat jumat khususnya ________________________________ From: bakiakh aa <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, May 31, 2010 1:04:10 PM Subject: [kmnu2000] Israel Serang Kapal Kemanusiaan Israel Serang Kapal Kemanusiaan Mavi Marmara Dibajak Israel, Nasib 12 WNI Makin Tak Jelas Fitraya Ramadhanny - detikNews NTV Jakarta - Kapal Mavi Marmara dan 5 kapal lain dalam Armada Kebebasan (Freedom Flotilla) diserang tentara Israel. Kapal tersebut dibawa Israel ke suatu tempat dan nasib 12 WNI di kapal tersebut belum diketahui. "Kapalnya sekarang dibawa Israel ke tempat yang belum kita ketahui. 12 WNI di kapal itu juga belum ada yang bisa kita telepon," kata Direktur Operasional Sahabat Al Aqsha, Amirul Iman, Senin (31/5/2010). Menurut Amirul, seluruh WNI berada di kapal Mavi Marmara. Kapal ini membawa 700 aktivis dari sekitar 50 negara. Armada Kebebasan juga terdiri dari 3 kapal barang dan 2 kapal penumpang kecil. "Kapal-kapal yang lain juga tidak jelas nasibnya," katanya. Sementara itu situs-situs yang memberitakan penyerbuan di lepas pantai Gaza tidak bisa diakses. Sahabat Al Aqsha berkomunikasi dengan IHH (Insani Yardim Fakvi), lembaga kemanusiaan Turki yang menjadi koordinator tim bantuan itu, hanya lewat Twitter dan Facebook IHH. "Komunikasi kita tinggal lewat Twitter dan Facebook IHH. Karena kita juga tidak bisa menelepon teman-teman kita," ujar Amirul. Ada 12 WNI di Mavi Marmara. Mereka terdiri dari wakil tiga lembaga swadaya masyarakat KISPA, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), dan Sahabat Al-Aqsa. Dari 12 orang itu, juga ada lima wartawan, yaitu Aljazeera Indonesia, TV One, Hidayatullah.com, Majalah Alia, dan Sahabat Al Aqsha. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
