bagaimna dengan komunitas ini?
 
menyalahkan pemerintah dan lain sebagaimna adalah kebiasaan kita. penggusuran 
rumah untuk pembangunan rel sudah dipastikan, situasinya sudah jelas, namun 
kita cuma mencari tahu "MENGAPA" dan lupa untuk "BAGAIMANA". 
 
sebagai satu-satunya komunitas yang peduli dengan sejarah dan memiliki 
perhatian terhadap perkembangan anak2 bangsa yang terlupakan jasa2nya, 
bagaimana kalau moderator menggalang rencana pengumpulan dana?
 
insya allah dimulai dari diri kita (anggota milis), akan mempengaruhi skup yang 
lebih luas agar tergerak membantu para pahlawannya.

--- On Mon, 10/27/08, arthur rory <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: arthur rory <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [HISTORIA-INDONESIA] (kasus penggusuran rumah ilyas karim)
To: [email protected]
Date: Monday, October 27, 2008, 12:09 AM










bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menghormati jasa para 
pahlawan dan sejarahnya.. ..itu kalimat yang sering kita dengar dari berbagai 
orasi tentang sejarah...namun hanya segelintir orang yang percaya, peduli, dan 
melakukan hal itu....sisanya? ??? hanya isapan jempol semata.....kasus ilyas 
karim inilah salah satu buktinya.... .mungkin masih banyak pejuang lainnya yang 
akan mengalami hal serupa....untuk itulah langkah nyata kita sebagai pemerhati 
sejarah diperlukan.. ...meskipun kecil, tapi dapat berarti..... mungkin kita 
dapat menyebarkan berita tersebut ke blog2 yang menjadi pusat perhatian 
masyarakat banyak....mungkin juga ke friendster, atau blog2 lainnya..... . atau 
kita bisa bikin petisi kepada pemerintah agar mereka sadar akan langkah 
berbahaya yang mereka ambil......
sekian dulu saran saya.....mungkin dapat membantu.... ..

salam historia!!!!

arthur

--- On Mon, 27/10/08, AbSjam99 <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: AbSjam99 <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: Re: [HISTORIA-INDONESIA ] (unknown)
To: komunitashistoria@ yahoogroups. com, [EMAIL PROTECTED] ups.com
Date: Monday, 27 October, 2008, 5:10 AM





Dengan berbekal kejuuran, keichlasan, dan wawasan pikir & emosi yang 
bagus...maka ebenarnya setiap local government SANGAT SEPANTASNYA membentuk 
"Tim Khusus Pemantau Orang Orang Berjasa Kepada Bangsa & Negara". Tugasnya 
selain mencatat segala /data (secara pro-active bukan sekedar menunggu), 
juga menangani, mengayomi, peduli berat, membantu menyelesaikan masalah 
kehidupan pihak yang berjasa itu (Veteran Pejuang, Juara juara/tokoh Olahraga, 
Seni Budaya, Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan bidang bidang lainnya).
 
Dana-nya ? APBD, sebagian dari APBN, sebagian dari bantuan langsung masyarakat, 
sebagian dari kegiatan insidetil... .   
Petugasnya ? sebagian birokrat, sebagian tokoh perorangan sipil/militer yang 
berdedikasi tinggi, LSM dan sejenismya.. ..
 
Kita terlalu sering mendengar berita menyedikan seperti ini yang menimpa para 
sodare kite dari kalangan veteran pejuang, olahraga, seni dan sebagainya.. 
.harusnya kita malu terhadap sistim bernegara kita yang tidak atau sangat LEMAH 
pedulinya thd hal hal demikian ....  para penyelenggara negara lokal/pusat 
jangan berlindung pada segala kelemahan yang ada dirinya..... .tapi buatlah 
sistim yang akan bisa menjalankan suatu kegiatan serius, sistim yang 
bisa meningkatkan sikap peduli bangsa & negara pada mereka tsb diatas.....
 
Salam,
 
 

----- Original Message ----- 
From: rini kusdianti 
To: komunitashistoria@ yahoogroups. com 
Sent: Friday, October 24, 2008 5:30 PM
Subject: [HISTORIA-INDONESIA ] (unknown)





Mba Astri,
Saya sedih baca berita ini, masak pejuang yg sdh membantu kemerdekaan RI 
sekarang msh harus berjuang memikirkan tempat tinggal?
Mungkin dari historia bisa berbuat sesuatu?
Misalnya buat surat ke Foke & goverment agar Pak Ilyas bisa punya rumah tinggal
Atau ide spy ada sponsor ...  yg mau membantu Pak Ilyas?
 
Salam Historia
Rini Kusdianti



From: astri rahadi <[EMAIL PROTECTED] com>
To: komunitas historia <komunitashistoria@ yahoogroups. com>; budaya tionghoa 
<budaya_tionghua@ yahoogroups. com>
Cc: petrosea <arahadiputri@ petrosea. com>
Sent: Thursday, October 23, 2008 11:10:03 AM
Subject: [HISTORIA-INDONESIA ] (unknown)





Rumah Pejuang Ilyas Karim di Pinggir Rel akan Digusur 
Shohib Masykur - detikNews


(Foto: Shohib Masykur/detikcom) 

 Jakarta - Masalah demi masalah masih mendera Ilyas Karim di usia tuanya. 
Pejuang yang mendapat gelar kehormatan 'Veteran Pejuang Kemerdekaan RI' itu 
akan menjadi korban gusur. Rumahnya yang berada di pinggir rel Kalibata Jakarta 
Selatan akan digusur pada 2009. 

"Saya mau diusir dari sini. Surat pemberitahuannya sudah ada di lurah. Tahun 
2009 saya harus sudah pergi," kata Ilyas Karim, pengibar bendera Sang Saka 
Merah Putih pada 17 Agustus 1945 saat ditemui detikcom di rumahnya, Jl. 
Rawajati Barat, Kalibata, Jaksel, Selasa (12/8/2008).

Perintah pengusiran Ilyas datang dari Gubernur DKI Fauzie Bowo yang ingin 
membangun rumah susun milik pemerintah di lapangan dekat rumah Ilyas. 
Konsekuensinya, Ilyas dan sekitar 40 KK yang lain harus "dibersihkan" .

"Dia (Foke) mau di lapangan depan dibangun rumah susun. Yang akan membangun 
Menko Kesra Abu Rizal Bakrie," tutur Ilyas.

Akibat penggusuran itu, sekarang Ilyas kebingungan hendak pindah ke mana. Dia 
mengaku tidak memiliki tanah lagi di tempat lain. Sedangkan untuk pindah ke 
rumah salah seorang anaknya, Ilyas mengaku tidak leluasa karena gangguan usia.

"Saya sudah tua. Repot kalau harus pindah-pindah, " kata Ilyas.

Menurut Ilyas, dia sudah memberi tahu pihak PTKA rencana penggusuran dirinya. 
Pihak PTKA mengaku tidak bisa berbuat apa-apa karena keputusan itu datang dari 
pemerintah.

"Kami tidak mengusir Bapak. Tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa karena yang 
mengusir pemerintah," kata Ilyas menirukan petugas dari PTKA. Ilyas membangun 
rumah di tanah PT KA sejak 1985. PT KA memang mengizinkan tanah itu digunakan 
Ilyas sampai kapan pun. 

(sho/asy) 



 














      

Kirim email ke