Embak Kencanawati, Saya hanya sedikit khawatir, seandainya Kerajaan Malwapati tersebut tidak berlokasi di tempat monumen dibangun maka akan terjadi manipulasi sejarah. Kalau menurut saya, sebaiknya digali dulu bukti keberadaannya; anggaran/dana tidak digunakan untuk membangun monumen tapi untuk menggali peninggalan kerajaan tersebut.
________________________________ From: /dK <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, November 19, 2008 1:34:34 PM Subject: Re: [HISTORIA-INDONESIA] Situs Angling Dharma Bakal Dibangun kan dibilang bekas kerajaannya memang gada, makanya mau dibangun semacam situs (baca:monumen (karena bekasnya gada) untuk mengenang bahwa dulu disana ada kerajaan Malwapati. ________________________________ From: Unggul <[EMAIL PROTECTED] com> To: komunitashistoria@ yahoogroups. com Sent: Wednesday, November 19, 2008 11:39:03 Subject: Re: [HISTORIA-INDONESIA ] Situs Angling Dharma Bakal Dibangun Baru mau respons juga.. rada aneh ya kok membangun situs. Situs itu udah ada harusnya dari jaman dulu kala. kalau dibangun kan ini kayak bikin Taman Rekreasi aja hehe.. Jangan-jangan DPRD bener tuh mitosnya.. ( modal duit bukan otak) Tentang situs, misalnya, UU No. 5/1992 menyatakan, "Situs adalah lokasi yang mengandung atau diduga mengandung benda cagar budaya termasuk lingkungannya yang diperlukan bagi pengamanannya. " (Bab I, Pasal 1 ayat (2). Belum lagi kalau ditanya situs web, situs bangunan sama situs arkeologi. Mana yang dimaksud Anda? 2008/11/19 Aschev Schuraschev <[EMAIL PROTECTED] com>: > Iya kang Kum, saya juga bingun dengan maksud DPRD tersebut. Kalau situsnya > dibangun sekarang di Bojonegoro (tanpa ada bukti bekas kerajaan Malwapati > disana), ya namanya bukan situs Angling Dharma, tapi situs DPRD Bojonegoro > 2008-2010. He he he. > > ________________________________ New Email addresses available on Yahoo! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does!
