Wah sebenernya saya setuju tuh (mbak?) Kencanawati.  Cuma heran saja
sih dgn cara pikir DPRD tsb.

Mungkin ada rekan di milis ini yg punya kontak ke DPRD setempat, atau
bisa secara resmi melalui pengurus komunitas. Mohon maaf apabila
terkesan jadinya Anda yang merasa terganggu atas pernyataan2 ini.
Mudah-mudahan nantinya ngga ada lagi kasus bongkar situs ala Batu
tulis, dan berani bikin taman rekreasi berbungkus "situs".
Mudah-mudahan bujetnya bisa jadi monumen saja dan taman rekreasi saja.
Bisa jadi maksudnya memang baik, agar masyarakat ingat sejarah. Dan
bisa jadi licik, masalah menghabiskan bujet dan "carimuka", tapi kita
ngga pernah tau. Yang pasti kalau jadi taman "Angling Dharma' atau
Musium "Angling Dharma atau Monumen "Angling Dharma" ini harus kita
apresiasi. Agar generasi muda bisa ingat. Tapi jangan disebut situs..
kan belum tentu. hehe..

Mohon maaf kalau saya tdk punya relasi dan kurangtau cara menyampaikan
ke yg bersangkutan (DPRD).

salam..

2008/11/20 /dK <[EMAIL PROTECTED]>:
> Kalo mas-mas yg jago sejarah ini punya masukan untuk situs yg akan dibuat di
> Bojonegoro, mohon kasih masukan ke DPRD setempat yg akan membangun situs
> tersebut disana, supaya ada langkah yg lebih kongkrit dalam usaha
> melestarikan sejarah bangsa. saya hanya membantu meneruskan kabar yg saya
> dapat dari Radar setempat.
>

Kirim email ke