On Tue, 1 Dec 1998, Sigit Widodo wrote: > Ibu Indarti yang terhormat, > > Saya terus terang "terkesan" dengan posting-posting Anda. Posting pertama > Anda mencoba memecah-belah dan melakukan dikotomi secara kasar antara PTS > dengan PTN. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya terhadap rekan-rekan > yang lain yang tidak saya ketahui 'background' akademisnya, pernyataan Anda > telah disanggah oleh dua orang dari pihak-pihak yang dicoba diadu domba oleh > Anda. Saya sendiri yang pertama menyanggah posting Anda, saya adalah > sarjana 'fresh graduate' dari Universitas Trisakti dan sanggahan kedua > berasal dari bung Martin Manurung, seorang aktivis mahasiswa dari > Universitas Indonesia. Hmm, seingat saya Ibu Indarti Sudiro ini dulunya rajin mengirim ulasan atau opini ke www.uni-stutrgart.de/indonesia/news atau Apa Kabar. Dan sepanjang pengetahuan saya, beliau ini tetap saja gayanya penulisannya tetap tidak berubah. PErsis seperti apa yang dituliskan mas Sigit di atas. Dulu sewaktu $oeharto masih berkuasa, dia lah front terdepan dan banteng anti demokrasi dan pendukung setia simbah hehehe ... Saya masih ingat debat kusirnya dengan si Jusfiq Hadjar Meradjalelo (kemana sekarang si pendekar ham ini ?). En sekarang... > > Salam Reformasi Damai, > INDARTI SUDIRO Berubah haluan bu ... Salam Muna --------------------------------------------------------------------- To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com Indonesia without violence!
