Saya bisa memahami kedongkolan teman kita ini, sayangnya saya tidak sempet
nonton acara ini.


>From: Anton Sudarisman <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [Pnet] Kalau tidak setuju dengan azaz Islam
>
>Acara  "Partai-partai" TPI tadi malam menampilkan PPP. Ketika menanggapi
>kembalinya PPP ke asaz Islam, seorang penanya dari Bekasi lewat telpun
>berkomentar, azaz Islam merupakan hal yang wajar bagi Indonesia, karena
>mayoritas adalah Islam. "Kalau tidak setuju dengan azas Islam silakan keluar
>dari Indonesia" (yang disambut huuu dari para mahasiswa yang hadir di TPI).
>Dari bicaranya penelpun tadi terkesan orang terpelajar, yang membuat saya
>terperanjat dan tak habis pikir. "Bagaimana sih orang ini dididik?"
>
>Di ubun-ubun saya lalu muncul wajah-wajah beberapa tokoh sektarian, yang
>kini merajalela di kancah politik Indonesia. "Begitu malangkah bangsaku
>ini?" pikirku. Lalu aku ingat Nur Muhammad, ketua Partai Keadilan yg konon
>deket dengan faksi Habibie itu beberapa hari lalu bilang, "Sebaiknya semua
>partai berazaskan Islam."  Lalu aku ingat Habibie yang saat diwawancarai
>sebuah koran luar negeri menyatakan, kurang lebih, "Semua agama baik, dan
>saya mengenal Kristen dan Yahudi. Perbedaan Islam dan Kristen adalah, kalau
>Islam tuhannya satu, Kristen Tuhannya memiliki anak." Begitu dangkalkah para
>pemimpin bangsaku ini?
>
>Untunglah, selagi saya nggerem, saya mendengar suara Gus Dur, yang sedang
>diwawancarai CNBC soal masalah yang dihadapi Indonesia. "Kita perlu bicara
>bersama untuk mengatasi masalah negeri ini," katanya. Dan ketika ditanya "Do
>you have the answer to the problem for your country?" Kiai "Semar" itu
>menjawab, "Oh yes, between me and Megawati and other  leaders, we have the
>solution for the problem of Indonesia."  Dari penerimaannya terhadap
>pluralisme bangsa ini,  Gus Dur yang tak terlalu saya kenal itu ternyata
>bisa mengendorkan suhu di ubun-ubun saya.   
>
>Di hati kecil saya bertanya, ada saatnya jalan kita akan terguncang keras.
>Keberadaan kita diembat sana-sini. Tempat kita berpijak diobok-obok. Tetapi
>selalu ada cahaya di tengah-tengah kita.
>
>Anton S
>
>



[EMAIL PROTECTED]   
ICQ UIN 23276722

---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Indonesia without violence!

Kirim email ke