> -----Original Message-----
> From: kj [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> 
> Saya bisa memahami kedongkolan teman kita ini, sayangnya saya tidak sempet
> nonton acara ini.
> 
        saya malah tidak bisa mengerti/memahami apanya yang mesti
di"dongkol"kan.  
        apa salahnya kalau ada partai berazaskan lain selain Pancasila ?
That's democracy, kan ? Kecuali kalau yang diikuti adalah pahamnya Soeharto
bahwa semua ormas & orpol mesti mengikuti azas tunggal (asas Islam
sekalipun).  Kecuali kalau kita mau pura-pura lupa ama sejarah penetapan
Pancasila sebagai astung.

        As for kutipan terhadap Nur Muhammad (partai Keadilan), ada distorsi
(moga moga nggak sengaja) disitu.  kurang lebih yang diucapkannya adalah
bahwa dia menganjurkan partai-partai untuk kembali ke azas agama yang
sesuai, bukan cuma Islam.  Umpamanya, PPP, PK, PUI, dll. kembali ke asas
Islam, partai Katolik/Protestan/Hidu/Budha/Konghucu/Shinto dll. kembali ke
asas agama masing-masing.
         Kita bisa nggak setuju dengan motivasi dan latar belakang pendapat
seperti ini, but at least have the decency untuk menampilkan satu kutipan
yang sesuai dengan sumber aslinya, ya kan ?

        Soal teologinya BJH, aku gak ada komentar.  kebetulan sumber aslinya
belum dapat, jadi belum tau mesti kasih komentar apa-apa, jangan-jangan
kutipannya terdistorsi lagi. 

        salam,

        rahmadd
        via rafly hatari

> >From: Anton Sudarisman <[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject: [Pnet] Kalau tidak setuju dengan azaz Islam
> >
> >Acara  "Partai-partai" TPI tadi malam menampilkan PPP. Ketika menanggapi
> >kembalinya PPP ke asaz Islam, seorang penanya dari Bekasi lewat telpun
> >berkomentar, azaz Islam merupakan hal yang wajar bagi Indonesia, karena
> >mayoritas adalah Islam. "Kalau tidak setuju dengan azas Islam silakan
> keluar
> >dari Indonesia" (yang disambut huuu dari para mahasiswa yang hadir di
> TPI).
> >Dari bicaranya penelpun tadi terkesan orang terpelajar, yang membuat saya
> >terperanjat dan tak habis pikir. "Bagaimana sih orang ini dididik?"
> >
> >Di ubun-ubun saya lalu muncul wajah-wajah beberapa tokoh sektarian, yang
> >kini merajalela di kancah politik Indonesia. "Begitu malangkah bangsaku
> >ini?" pikirku. Lalu aku ingat Nur Muhammad, ketua Partai Keadilan yg
> konon
> >deket dengan faksi Habibie itu beberapa hari lalu bilang, "Sebaiknya
> semua
> >partai berazaskan Islam."  Lalu aku ingat Habibie yang saat diwawancarai
> >sebuah koran luar negeri menyatakan, kurang lebih, "Semua agama baik, dan
> >saya mengenal Kristen dan Yahudi. Perbedaan Islam dan Kristen adalah,
> kalau
> >Islam tuhannya satu, Kristen Tuhannya memiliki anak." Begitu dangkalkah
> para
> >pemimpin bangsaku ini?
> >
> >Untunglah, selagi saya nggerem, saya mendengar suara Gus Dur, yang sedang
> >diwawancarai CNBC soal masalah yang dihadapi Indonesia. "Kita perlu
> bicara
> >bersama untuk mengatasi masalah negeri ini," katanya. Dan ketika ditanya
> "Do
> >you have the answer to the problem for your country?" Kiai "Semar" itu
> >menjawab, "Oh yes, between me and Megawati and other  leaders, we have
> the
> >solution for the problem of Indonesia."  Dari penerimaannya terhadap
> >pluralisme bangsa ini,  Gus Dur yang tak terlalu saya kenal itu ternyata
> >bisa mengendorkan suhu di ubun-ubun saya.   
> >
> >Di hati kecil saya bertanya, ada saatnya jalan kita akan terguncang
> keras.
> >Keberadaan kita diembat sana-sini. Tempat kita berpijak diobok-obok.
> Tetapi
> >selalu ada cahaya di tengah-tengah kita.
> >
> >Anton S
> >
> >
> 
> 
> 
> [EMAIL PROTECTED]   
> ICQ UIN 23276722
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 
> 
> Indonesia without violence!

---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Indonesia without violence!

Kirim email ke