Untuk kasus KI saya rasa bukan begitu bung.

KI yang diusulkan oleh Anwar Nasution dkk adalah KI yang memiliki kewenangan
untuk melakukan investigasi dan imperatif terhadap aparat penegak hukum
untuk menyelidiki harta kekayaan Soeharto, keluarga dan konconya.

Tetapi, ide KI itu pura-puranya diterima oleh Hbb dan dimanipulasi. KI yang
akan dibentuk itu tugasnya cuma mengumpulkan data saja. Karena itu lalu
ditolak. Setelah ditolak, eh..., malah diberikan tanggung jawab kepada ayam
betina.

Buah Simalakama bagi Hbb adalah jika Soeharto diperiksa dia akan kena juga
(karena bagian dari rejim KKN Soeharto) dan jika Soeharto tidak diperiksa
dia yang kena marah rakyat.

--------------------Martin Manurung---------------------------
E-mail: [EMAIL PROTECTED] & [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin
_________________________________________
                "If anyone wants to be first,
  he must be the very last, and the servant of all"
-----Original Message-----
From: Rafly-Hatari's Students <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 08 Desember 1998 15:22
Subject: RE: [Kuli Tinta] Anwar Nst: Habibie itu Plintat-Plintut


as they say : damned if you do, damned if you don't.  alias buah simalakama
: dimakan nyak mati, gak dimakan babe yang koit.

waktu KI diusulkan untuk dibentuk untuk "mempercepat" proses penyelidikan
Soeharto, BJH dituduh pengen membeli waktu dengan proses yang sengaja
dibelit-belitkan.
setelah banyak orang menolak KI, sehingga pembentukanya dibatalkan, dituduh
plintat-plintut.
emang gak  mudah jadi presiden, tapi udah tau susah masih banyak juga yang
nafsu pengen berkuasa.  yang lebih aneh, kalo udah berkuasa malah jadi males
turun.  kayak ulet diatas daun.

rahmadd

> -----Original Message-----
> From: Martin Manurung [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>
> Dekan FEUI, Dr Anwar Nasution:
> Habibie Itu Plintat-plintut
>
>  Bagaimana sebenarnya keberadaan Inpres No. 30/1998 yang baru dikeluarkan
> pemerintahan Habibie? Mengapa pembentukan Komisi Independen dibatalkan,
> dan
> malah diganti dengan diterbitkannya Inpres yang memerintahkan Kejaksaan
> Agung bertindak pro-aktif dalam soal pemeriksaan Soeharto? Berikut petikan
> wawancara khusus Dr Anwar Nasution, pengamat ekonomi politik yang kini
> menjabat Dekan Fakultas Ekonomi Ul, dengan Rais Hidayat untuk detikcom dan
> harian DUTA, Senin (7/12);
>
> Bagiamana Anda melihat pembatalan Komisi Independen (KI) yang akan
> memeriksa
> Soeharto?
>
> Saya melihat, pemerintah tidak serius dalam pemeriksa harta kekayaan
> Soeharto. Buktinya, pemerintah malah mengeluarkan Inpres No. 30/1998.
> Dengan
> Inpres ini, pemerintah mempercayakan pemeriksaan kepada Kejaksaan Agung.
> Padahal, sedari dulu rakyat sudah meminta agar Soeharto itu diadili. Namun
> rakyat selalu bertanya, sebelum ia diadili, siapa yang harus memeriksa.
> Kejaksaan Agungkah?


---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Indonesia without violence!

Kirim email ke