as they say : damned if you do, damned if you don't. alias buah simalakama
: dimakan nyak mati, gak dimakan babe yang koit.
waktu KI diusulkan untuk dibentuk untuk "mempercepat" proses penyelidikan
Soeharto, BJH dituduh pengen membeli waktu dengan proses yang sengaja
dibelit-belitkan.
setelah banyak orang menolak KI, sehingga pembentukanya dibatalkan, dituduh
plintat-plintut.
emang gak mudah jadi presiden, tapi udah tau susah masih banyak juga yang
nafsu pengen berkuasa. yang lebih aneh, kalo udah berkuasa malah jadi males
turun. kayak ulet diatas daun.
rahmadd
> -----Original Message-----
> From: Martin Manurung [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>
> Dekan FEUI, Dr Anwar Nasution:
> Habibie Itu Plintat-plintut
>
> Bagaimana sebenarnya keberadaan Inpres No. 30/1998 yang baru dikeluarkan
> pemerintahan Habibie? Mengapa pembentukan Komisi Independen dibatalkan,
> dan
> malah diganti dengan diterbitkannya Inpres yang memerintahkan Kejaksaan
> Agung bertindak pro-aktif dalam soal pemeriksaan Soeharto? Berikut petikan
> wawancara khusus Dr Anwar Nasution, pengamat ekonomi politik yang kini
> menjabat Dekan Fakultas Ekonomi Ul, dengan Rais Hidayat untuk detikcom dan
> harian DUTA, Senin (7/12);
>
> Bagiamana Anda melihat pembatalan Komisi Independen (KI) yang akan
> memeriksa
> Soeharto?
>
> Saya melihat, pemerintah tidak serius dalam pemeriksa harta kekayaan
> Soeharto. Buktinya, pemerintah malah mengeluarkan Inpres No. 30/1998.
> Dengan
> Inpres ini, pemerintah mempercayakan pemeriksaan kepada Kejaksaan Agung.
> Padahal, sedari dulu rakyat sudah meminta agar Soeharto itu diadili. Namun
> rakyat selalu bertanya, sebelum ia diadili, siapa yang harus memeriksa.
> Kejaksaan Agungkah?
>
> Kejaksaan itu sudah tidak dipercaya rakyat. Karena itu perlu dibentuk
> komisi
> independen. Kejaksaan Agung itu tidak dipercaya rakyat, buktinya rakyat
> sudah banyak melecehkan Kejaksaan. Mahasiswa melecekan Jaksa Agung. Mereka
> berusaha menyandera Jaksa Agung, menghadiahi ayam betina, dan berusaha
> untuk
> menduduki Kejaksan Agung.
>
> Banyaknya pelecehan ini membuktikan bahwa rakyat tidak percaya lagi pada
> kejaksaan. Krisis kepercayaan pada Kejaksaan Agung itulah yang tidak
> ditangkap oleh pemerintah dan akhirnya pemerintah membatalkan pembentukan
> KI.
>
> Bukankah KI yang akan dibentuk pemerintahpun tidak akan sanggup memeriksa
> Soeharto?
>
> Itu bisa terjadi apabila KI yang dibentuk itu sesuai dengan yang
> dikehendaki
> pemerintah. Pemerintah inginnya KI hanya sebatas membuat laporan seperti
> mengumpulkan data-data dari koran. Kalau tugas KI seperti itu, jelas saja
> dong tidak akan bisa memeriksa Soeharto.
>
> Idealnya KI itu seperti apa?
>
> KI yang dikehendaki rakyat merupakan KI yang diberi kekuasaan dan
> kewenangan
> penuh untuk memeriksa dan untuk menuntaskan KKN yang terjadi selama
> pemerintahan Soeharto. Kekuasaan dan kewenangan ini sangat diperlukan
> supaya
> ketika KI bekerja akan terlindungi dari ancaman pihak lain. Tanpa
> kekuasaan
> yang besar, mana mungkin KI bisa bekerja sesuai yang diharapkan.
>
> Inginnya KI itu dalam kewenangannya seperti yang dimiliki Kenneth Starr
> yang
> memeriksa apakah Presiden Clinton henar-benar melakukan pelanggaran
> seksual.
> Jika sekarang Soeharto itu diduga melakukan korupsi seperti yang
> disinyalir
> oleh George Aditjondro, Christianto Wibisono dan lain-lain, serta oleh
> sejumlah media massa, maka sejumlah dugaan itu harus dibuktikan.
>
> Untuk pembuktian ini perlu bekerja keras. Sebab, yang diperiksa itu mantan
> presiden yang sudah berkuasa 32 tahun. Kalau KI-nya dibentuk secara
> asal-asalan tentu saja tidak akan bisa. Dan sekarang nyatanya, Kl tidak
> dibentuk. Dan melalui Inpres No. 30/1998, pemeriksaan diserahkan pada
> Kejaksaan Agung
>
> Anda kecewa?
>
> Saya sangat kecewa dan ini semua memperlihatkan pemerintah tidak serius
> dalam memeriksa harta kekayaan Soeharto. Dengan dikembalikannya wewenang
> pemeriksaan harta kekayaan Soeharto pada Kejaksaan Agung akan menimbulkan
> persepsi bahwa pemerintah hanya bermain-main dalam pemeriksaan harta
> kekayaan Soeharto itu. Kesan itu sangat mungkin, sebab selama ini
> Kejaksaan
> sudah tidak dipercaya oleh rakyat. Inpres No. 30/1998 terkesan hanya
> main-main.
>
> Anda pesimis dengan Inpres No. 30/1998?
>
> Tentu saja pesimis, masak sih lembaga yang sudah sedemikian rupa
> dilecehkan
> rakyat termasuk mahasiswa diberi kekuasaan untuk melakukan tugas berat dan
> bersifat nasional? Rakyat sudah hilang kepercayaan pada Kejaksaaan Agung.
> Namun anehnya pemerintah kok tetap saja mengeluarkan Inpres untuk Jaksa
> Agung dan membatalkan pembentukan KI.
>
> Bagaimana Anda melihat situasi di kemudian hari?
>
> Rakyat sudah kehilangan kepercayaan pada pemerintah, khususnya pada
> Kejaksaan Agung, saya melihat gelombang demonstrasi akan terus berlanjut
> dan
> stabilitas politik serta keamanan akan terganggu. Kehidupan ekonomi pun
> akan
> terganggu pula. Pemeriksaan terhadap Soeharto pun tidak akan serius.
> Begitu
> kira-kira yang akan terjadi ke depan.
>
> Bagaimana Anda menilai Habibie?
>
> Habibie itu tiap hari pikirannya berubah-ubah. Ia itu plintat-plintut.
> Kemarin ia berencana bentuk KI, tapi sekarang dibatalkan. Kemarin akan
> melakukan ini, besoknya berubah. Karena itu, susah sekali untuk percaya
> pada
> Habibie.
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
>
> Indonesia without violence!
---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
Indonesia without violence!