Itu bukan merupakan suatu perlawanan.
Buat 10 wartawan dan dua fotografer wartawanGATRA di antara 82 Karyawan
yang memilih mengundurkan diri adalah dengan keinginan untuk dapat menerbitkan
Majalah Baru
dengan investor yang bukan konglomerat dan terlibat KKN.
Martin Manurung wrote:
> Bagus juga perlawanan rekan2 wartawan Gatra, walk out. Memang, daripada stay
> sebagai pendukung status quo, mendingan hengkang..,salut
>
> --------------------Martin Manurung---------------------------
> E-mail: [EMAIL PROTECTED] & [EMAIL PROTECTED]
> Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin
> _________________________________________
> "If anyone wants to be first,
> he must be the very last, and the servant of all"
> -----Original Message-----
> From: SiaR News Service <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 24 Desember 1998 2:09
> Subject: SiaR---GATRA TERANCAM BUBAR
>
> Precedence: bulk
>
> GATRA TERANCAM BUBAR
>
> JAKARTA (SiaR, 23/12/98), Majalah berita mingguan Gatra yang 70%
> sahamnya dimiliki Bob Hasan terancam bubar. Kemelut di dalam majalah itu,
> yang diawali dengan pemecatan Herry Komar dari jabatan Pemimpin Redaksi,
> menyebabkan majalah yang di jaman Soeharto dulu sering menjalankan
> jurnalisme intel, terancam bubar.
>
> Setelah Herry Komar dan Mahtum, dua pentolan Gatra yang dulu
> memimpin pembelotan dari perlawanan awak TEMPO yang dibredel, dipecat.
> Sebagian besar wartawan Gatra memilih untuk mengundurkan diri secara
> serentak mulai minggu ini. Rencananya Herry Komar dan kawan-kawan akan
> menerbitkan majalah yang belum disebutkan namanya, Maret 1999 mendatang.
>
> Setelah Soeharto jatuh, Herry Komar dan kawan-kawannya mencoba
> mengusir Bob Hasan dari kepemilikan Gatra. Namun upaya itu gagal. Bob yang
> semula memiliki 50% saham majalah itu malah memaksa Ciputra yang memiliki
> 20% saham melalui Yayasan Jayaraya menjual sahamnya. Saham Bob bertambah
> jadi 70 persen.
> Mengetahui sikap Bob itu, Herry Komar menggunakan cara lain. Gatra tiba-tiba
> menjadi majalah yang galak terhadap Soeharto dan keluarganya, termasuk
> kroni-kroninya. Bob Hasan pun tak luput dari pemberitaan. Dalam sebuah
> terbitan gambar Bob Hasan bersama para bankir bandit lainnya dipasang
> sebagai sampul majalah itu. Judul sampul terbitan itu mempertanyakan
> kelanjutan pemeriksaan para bankir termasuk Bob Hasan.
>
> Bob pun akhirnya marah dan memecat Herry dan kawan-kawannya. Namun
> belakangan, hampir delapan puluh persen wartawan mengundurkan diri. Tapi
> pemimpin redaksi Gatra, Widi Yarmanto, membantah kabar itu. Ia mengatakan
> baru delapan orang wartawan yang mengundurkan diri.
>
> Gatra terbit setelah Tempo dibredel 1994. Majalah ini oleh Harmoko,
> Menteri Penerangan ketika itu, dianggap sebagai pengganti Tempo. Penerbitan
> majalah itu dimodali Bob Hasan dan berhasil menggaet hampir 50% awak Tempo.
> Dalam terbitan-terbitannya, Gatra menjadi pendukung rezim yang berkuasa.***
>
> ----------
> SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
>
> * IKLAN DOEA LIMA *
> Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id
> _______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
>
> Indonesia without violence!
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **
Indonesia without violence!