At 02:23 PM 2/21/99 +0700, you wrote:
>Anda lihat, kj, dari kasus ini pers pun mengalami kesulitan di dalam dirinya
>sendiri.
Hahaha... jadi bagaimana kita bisa menuntut publik supaya tahu tentang kode
etik pers, sementara kalangan pers sendiri kebanyakan belum memahami hak
dan kewajibannya?
Jadi, sosialisasi kode etik pers yang pertama dilakukan, musti diarahkan ke
tubuh sendiri dulu, di samping kepada publik. Bukan tidak mungkin
pelanggaran2 pers yang terjadi, juga karena hal ini. Apalagi sekarang
begitu mudah menerbitkan media dan jadi pemimpin redaksi...
>Balik ke soal Uni, saya telah dihubungi Uni sejak Rabu siang, sesaat sebelum
>Panji naik cetak. Sejak saat itu, intimidasi telah dialami Panji.
Seperti saya katakan dalam pozting kemarin, kita lihat sajalah, apakah
pemerintah akan kembali bersikap buruk muka cermin dibelah. Yang anda
ceritakan kan baru menunjukkan, pemerintah masih dalam tahap "kebakaran
jenggot", belum "bercermin..." :-)
>Dan, penyempitan koridor kebebasan pers yang saya maksudkan, berbeda dengan
>yang kita duga di awal kebebasan lalu. Ada sesuatu yang sedang bergerak,
>namun bentuknya belum jelas. Saya kira, televisi menjadi sasaran pertama.
>Semoga ini tidak benar.
jelas, akan sangat sialan, kalau benar. tapi kawan2 di televisi, beruntung
punya IJTI yang militant ya? btw, gimana kabar Pak Haji Azkarmin, kalau
anda tak keberatan berbagi info untuk kita di sini.......
FATAL ERROR! SYSTEM HALTED! - Press any key to do nothing...
[kj] ICQ - 23276722
http://hey.to/kj
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!