Kesimpulannya begini, alasan tokoh-tokoh politik kita menjadi Presiden karena :

Megawati adalah puteri kandung Bung Karno, Presiden pertama Republik Indonesia
(1945 - 1967) dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.

Sri Sultan Hamengkubuwono X adalah putera kandung Sri Sultan Hamengkubuwono X,
Wakil Presiden RI (1973 - 1978) dan Gubernur DI Yogyakarta seumur hidup. Sri
Sultan juga mantan Ketua DPD Golkar DI Yogyakarta.

Abdurrahman Wahid adalah putera kandung KH Wahid Hasyim, Ketua Umum PB NU dan
mantan Menteri Agama RI pertama sekaligus cucu tertua pendiri Organisasi Islam
tradisional Nahdlatul Ulama. Gus Dur juga Ketua Umum PB NU.

Prof Dr M Amien Rais adalah mantan Ketua PP Muhammadiyah yang menjelang
reformasi memimpin Majelis Amanat Rakyat yang menjelma menjadi Partai Amanat
Nasional.

--------------------------------------

Mestinya kita senang dong punya calon Presiden sekian banyak. Belum termasuk
calon-calon lainnya seperti Nurcholish Madjid (PMB), Try Sutrisno (PKP), Wiranto
(TNI), BJ Habibie dan Akbar Tandjung (Golkar), Guntur Soekarnoputera (PND),
Deliar Noer (PUI), Hamzah Haz (PPP) dan Yusril Ihza Mahendra (PBB).

Memilihnya bingung ? Lho, kita memilih partai kok bukan orang. Yang memilih kan
MPR nanti. Tinggal nanti saling tawar-menawar di MPR, siapa menjadi apa ?

Gitu aja,


Iwans

DEZIG! wrote:

> -----Original Message-----
> From: Joost A. Nelwan <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Friday, April 23, 1999 15:02
> Subject: [Kuli Tinta] Hargailah pandangan dan pilihan orang lain.
>
> >Salam reformasi,
> >
> >Janganlah kita cepat kecewa kalau keinginan kita tidak terikuti.
> >Masing-masing boleh memiliki pendapat sendiri-sendiri, bukan? Ada yang
> >memilih bersifat introvert ada yang memilih bersifat extrovert. Marilah
> kita
> >belajar menghormati pilihan pendapat masing-masing.
> >Reaksi masyarakat pada diri kita akan sesuai dengan pandangan dan pilihan
> >kita. Marilah kita juga belajar menghormati pilihan pendapat umum. Bermain
> >api hangus, bermain air basah. Ini adalah pilihan masing-masing yang patut
> >dihormati, asalkan tidak merugikan orang lain secara langsung.
> >
> >Marilah kita belajar berhati besar dalam melihat pandangan dan pilihan
> orang
> >lain.
>
> Hai.. saya setuju dgn bung Joost.
> Memang di sini justru kelemahan kebanyakan masyarakat Indonesia. Belum dapat
> menyadari makna demokrasi yang sebenarnya.
> Anyway, bukan berarti menyalahkan siapa-siapa lho.. :-)
>
> Lalu soal debat nih.. saya juga mau ikutan urun pendapat.
> Saya sependapat dengan bung Drajad, yang menyatakan bhw para calon dari
> partai-partai bersikap cenderung sombong dan takabur. Memang, mereka yang
> 'merasa mampu' untuk melakukan debat akan berpikir "debat? sapa takut?"
> Tapi mbak Megawati dan Sultan HB X yang 'enggan' ikutan debat, justru saya
> kecewa. Betul kata mbak Beby, seharusnya mbak Mega membuktikan kualitas
> beliau, tidak hanya mengandalkan 'kharisma' dari bapaknya. Begitu pula
> dengan Sultan HB X..
>
> Memang debat ini sangat diperlukan untuk menguji calon-calon presiden ini,
> supaya masyarakat lebih pasti dalam memilih. Saya rasa masyarakat sekarang
> tidak terlalu peduli dgn nama partai, yang penting pemimpin terpilih dapat
> membawa Indonesia keluar dari krisis ini dan menciptakan kesejahteraan yang
> merata yang didambakan oleh semua pihak.
>
> Namun satu catatan, debat ini juga tidak dapat dijadikan tolak ukur pasti.
> Tidak berarti yang jago debat, berarti dia memang berkualitas untuk memimpin
> bangsa.
> Saya sendiri punya pengalaman buruk, di organisasi saya, ada pemilihan calon
> pemimpin, di adakan debat. Hanya satu calon yang memang terlihat unggul, dan
> akhirnya terpilih jadi pemimpin. Namun ternyata dia hanyalah si busuk yang
> punya wawasan luas dan pandai bicara!!! Organisasi saya jatuh.. berantakan.
>
> Untuk itu, harap diingat bahwa kita pun tidak dapat menggantungkan hanya
> pada hasil debat yang akan dilakukan nanti oleh para 'calon presiden' tsb.
> Tapi mari kita sambut acara debat ini...
>
> PS.
> Tapi rasanya untuk fans fanatik calon tsb, apapun hasil debat ini tidak akan
> berlaku, ya?!
>
> wassalam,
> DEZIG!!
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!




______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke