At 14:00 99/05/07 +0700, you wrote:
>Pertama, saya benar-benar wartawan !
>
>Kedua, bagian pengantarnya itu pendapat saya pribadi dan tidak ada
>hubungannya dengan fakta yang saya sajikan pada bagian wawancaranya. Artinya
>pendapat saya ini masih bisa kita perdebatkan. Bila anda tidak setuju dengan
>pendapat saya ya silahkan !
>
>Ketiga, pendapat anda sendiri mana ?
>
>Sekian dan terima kasih.
>

Mengenai wawancara tersebut, saya bisa mengerti apa yang Kwik maksudkan.
Memang salah satu penyebab kegagalan demokrasi kita adalah kita tidak punya
komitmen untuk mentaati peraturan. Peraturan dibuat untuk dilanggar, begitu
pemeo yang pernah saya dengar. Bagaimanapun baiknya suatu UU atau
peraturan, tetapi kalau manusianya mempunyai nafsu untuk menerapkan hukum
rimba, ya sia-sialah peraturan itu. Hancurnya Orde Baru bukanlah karena
peraturannya salah tapi semata-mata karena pengelolanya yang tidak taat
aturan, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan. Kalau misalnya Suharto taat
aturan kupikir DPRnya akan kuat dan mampu mengontrol Presiden sehingga
kemungkinan terjadi krismon seperti sekarang ini kecil.

Salah satu nilai plus dari Megawati yang jarang diekspos adalah komitmen
dan kemauan dia untuk taat pada aturan. Moga-moga saja dia untuk seterusnya
bisa seperti itu. Ini yang membedakan antara PDI-Perjuangan dengan Golkar.  

Yang kurang jelas dari wawancara tsb. adalah tidak adanya kepastian dari
PDI-Perjuangan kapan dwi fungsi itu harus diakhiri. Sehingga kasus-kasus
yang terjadi di Aceh, Timtim dll tidak terulang lagi.

Tentang debat calon presiden, ikut atau tidak itu khan urusan partai
masing-masing, dan tidak dapat digunakan sebagai ukuran apakah partai itu
reformis atau enggak. 

gitu saja
che 


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke