PDIP memang sering kelihatan seperti tidak berbeda dengan partai agama
fanatik. Pendukung2nya memperlakukan pertanyaan2 pada partainya persis
seperti pemeluk awam suatu agama yang ditanyai hal2 keimanannya. Cepat
tersinggung , bisa ngomong ngawur, kemudian bisa ngamuk. Setahu saya Milis
ini tempat kuli tinta atawa wartawan bisa kongko2 mengobrol dengan sesama
dan lainnya. Tentunya dengan menikmati kebebasan eksklusif dunia cyber.
Kalau wartawan menulis di korannya dicampur2 opini pribadi seperti yang
dilakukan sdr.Iwan disini , ya memang lucu. Saya bisa ikutan pusing sambil
ketawa he, he, .....he.... Kalau ditempat seperti ini mulut kuli tinta
harus juga diam , saya jadi ngeri...... Apa itu yang dinamakan
super-konservatif ? Atau suatu ketertutupan yang diteladani dari pucuk
pimpinanannya ? Mudah2an cuma keruwetan logika saja yang lebih mudah
diperbaiki.
Salam.
----- Original Message -----
From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, May 07, 1999 6:07 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] PDI Perjuangan Nyatanya Super Konservatif ?!
> Justru itu yang tidak boleh dilakukan wartawan, seharusnya kita
> memaparkan
> apa yang sebenarnya terjadi, nggak usah diberi bumbu lain sehingga
> lebih
> sedap atau dikurangi kuahnya sehingga menjadi asin.
>
> Regards
> =======================
>
> He... he.... , aku ingin tertawa...........
>
>
>
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!