Ah Bung Wenny dan Bung Gunadi ini tampaknya terlalu berprasangka .......

Kenapa sih harus berkomentar sinis begitu ? Kalau semua upaya menuju Indonesia
yang lebih baik seperti yang dilakukan oleh SCTV itu anda sikapi seperti itu,
kapan lagi kita hendak menuju Indonesia baru yang lebih transparan dan lebih
baik ?

Saya kira lebih baik kita menguji integritas seseorang dari komitmennya terhadap
omongannya di depan publik seperti itu daripada harus sembunyi-sembunyi di
belakang layar, atau kasak-kusuk tak karuan seperti yang jadi kebiasaan selama
ini.

Sekecil apapun sumbangan dari dialog Ghalib dan Amien di SCTV Jum'at malam yang
lalu tetapi itu semua merupakan awal. Sebuah awal yang baik bagi upaya
pertanggungjawaban secara terbuka di depan publik di masa-masa mendatang.
Seorang pemimpin harus siap diuji coba seperti itu, jangan menolak untuk
ditanyai hanya karena capek atau apa ? Itu menghina kemanusiaan namanya. Soal
apakah yang diungkapkan di depan umum itu bermutu atau tidak serta apakah
menyentuh substansi persoalan atau tidak merupakan soal berikutnya. Yang
penting, keberanian untuk mengungkapkan pendapat dan bertemu dengan 'musuh' di
depan publik itulah yang patut kita hargai.

Dan masih banyak sekali kalangan elit politik kita yang begitu tertutup untuk
bicara di depan publik yang plural seperti yang dilakukan Ghalib dan Amien itu.
Jangan cuma berani menjual lagak di depan massa yang homogen saja atau dengan
kata lain hanya berani menjadi jago kandang saja. Itu sama sekali ndak mutu dan
tidak punya sumbangan yang cukup bagi upaya masyarakat Indonesia membentuk
tradisi berdemokrasi yang lebih baik.

Selesai.

M Gunadi Henoch wrote:

> >Wenita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >Memang lucu kalau orang yang biasa ngomong garang, begitu dipertemukan
> >didepan umum dan disaksikan jutaan pemirsa langsung bicaranya sopaaaannn
> >sekali.
>
> Amien main aman. Sekalipun ditutup-tutupi, saya kira sudah banyak yang tahu
> permainan belakang meja antara pengacara-jaksa dan hakim dalam menyelesaikan
> perkara. Tentu hubungan baik antara para pengacara dan jaksa-jaksa lebih
> baik dari yang Amien perkirakan. Ia sendiri belum tentu punya pengetahuan
> hukum yang cukup baik untuk bicara detail tentang hukum. Kalau ia kepleset
> sedikit saja, mengumbar kata-katanya agak bebas sebagaimana kebiasaannya, ia
> bisa dengan mudah disikat para pengacara itu.
>
> Salam, MGH
>
> ****************
> Take a look on my news website http://www.mandiri.com
> compare it to our competitor http://www.detik.com
> and send your comments to [EMAIL PROTECTED]
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!

Kirim email ke