Halo Bung Tedy, senang membaca tulisan dari anda lagi .....

Saya kira itu cuma subyektif Redakturnya saja Bung Tedy. Nggak usah diambil
serius lah dengan polling-polling macam begitu. Yang saya baca di Tekad justru
kebalikannya. Yang menang justru Amien Rais karena berani datang ke kandang
macan ! Yahh, siapapun tahu forum macam apa Jakarta Lawyers Club itu. Dan Amien
ternyata secara gentleman datang ke situ.

Saya pribadi menganggap pemenangnya adalah Amien dan Ghalib pecundangnya. Anda
bagaimana Bung Tedy ?

Salam,

ISa

Tedy The Kion wrote:

> Omong-omong masalah debat AMIEN-GHALIEB,
>
> JAWA POS melakukan scoring dengan penerima score tertinggi (pemenangnya)
> adalah GHALIEB. Jadi, apakah dalam hal ini JAWA POS sedang
> berprasangka/bersubjektif, atau memang berdasarkan poling yang objektif?
>
> salam,
> tedy the kion
>
> > -----Original Message-----
> > From: M Gunadi Henoch [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> > Sent: 16 Mei 1999 8:01
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: Re: [Kuli Tinta] Debat live Amien-Ghalib Jumat malam
> >
> >
> > >iwans <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >Kenapa sih harus berkomentar sinis begitu ? Kalau semua upaya menuju
> > >Indonesia
> > >yang lebih baik seperti yang dilakukan oleh SCTV itu anda sikapi seperti
> > >itu,
> > >kapan lagi kita hendak menuju Indonesia baru yang lebih transparan dan
> > >lebih
> > >baik ?
> >
> > Saya tidak berprasangka. Saya cuma mau mengomentari pertanyaan Wenny yang
> > heran kenapa Amien seperti itu. Saya setuju dengan anda bahwa kita mesti
> > optimis dengan semua jalan yang sedang ditempuh menuju Indonesia
> > Baru (ini
> > idiom Golkar). Hanya saja, itu kan tidak berarti kita kehilangan
> > kekritisan.
> > Dan memang mengherankan bahwa Amien tidak bersikap seperti biasanya. Saya
> > lalu melontarkan dugaan (boleh dong) bahwa itu karena keterbatasan
> > kemampuannya di bidang delik-delik hukum. Kalau ia kepleset
> > sedikit, ia bisa
> > disikat para pengacara itu. Malam itu saja, pertanyaan-pertanyaan tajam
> > mengarah kepadanya. Apakah Ghalib kira-kira berani tampil tidak kalau
> > misalnya massa yang hadir di ruangan itu bukan pengacara, bukan Jakarta
> > Lawyers Club, tapi akademisi UI misalnya, atau kumpulan wartawan. Atau
> > mahasiswa.....
> >
> > Kalau menurut anda sendiri, kenapa Amien bertingkah seperti itu?
> > Itu fokus
> > pembahasan saya terhadap Wenny.
> >
> > Salam, MGH
> >
> > ****************
> > Take a look on my news website http://www.mandiri.com
> > compare it to our competitor http://www.detik.com
> > and send your comments to [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> >
> > ______________________________________________________
> > Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> >
> > ______________________________________________________________________
> > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
> >
> >
> >
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!

Kirim email ke