Bung Iwan, tentu saja anda percayai itu... I'm not surprise at all..
BTW, sore tadi tertangkap satu orang yang bukan orang PDI Perjuangan sedang
meneriaki seorang perempuan berjilbab dengan kata-kata, "Hey..., hey..,
jilbab!" sambil menunjuk-nunjuknya di daerah Mampang Prapatan. Anyway..,
supaya anda tahu, daerah Mampang Prapatan itu banyak orang Betawi yang
beragama Islam dan tentunya HANYA ORANG YANG INGIN MENJELEK-JELEKKAN PDI
PERJUANGAN-lah yang melakukan tindakan meneriaki perempuan berjilbab...
Ketika saya menyaksikannya, saya teringat!! Wow, ini dia yang ditulis oleh
Mbak Eva di internet.. Jadi, rupanya ketidakpercayaan saya bahwa yang
melakukan itu orangnya PDI Perjuangan ternyata benar...
Dan satu hal lagi.., jangan bilang saya pendukung satu partai ataupun
Megawati. Seperti yang sudah --berkali-kali-- saya bilang, saya mendukung
PDI Perjuangan, PAN dan PKB. Kalau boleh coblos lebih dari satu, saya akan
coblos tiga-tiganya... tapi saya gembira Komunike Bersama antara tiga partai
itu akan segera dilancarkan....
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
-----Original Message-----
From: iwans <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 15 Mei 1999 16:16
Subject: Re: [Kuli Tinta] Smart move, Mbak Mega
Maaf Bung Martin, saya percaya apa yang disampaikan oleh Mbak Eva tersebut.
Mayoritas massa PDI Perjuangan adalah kalangan bawah, tidak terdidik dan
suka
melakukan kekerasan. Ini sungguh sangat disayangkan. Karena itu jangan heran
kalau PDI-P kerap didiskreditkan sebagai PDI Preman. Apa boleh buat lah. Itu
faktanya. Itu kenyataannya. Dan anda atau siapapun yang mendukung Megawati
dan
PDI Perjuangan harus mau menerima kenyataan pahit ini dengan apa adanya.
Saya bersyukur bahwa akhir-akhir ini cukup banyak kalangan intelek yang
eksodus
ramai-ramai ke PDI Perjuangan. Juga sejumlah kalangan santri. Ini merupakan
sebuah harapan bahwa performance partai ini dimasa mendatang akan semakin
baik
lagi dan mengurangi bahasa-bahasa kekerasan yang selama ini cenderung
dipakai
oleh massa partai ini. Tentu kalau kalangan terpelajar seperti Meilono
Suwondo,
Kwik Kian Gie, Laksamana Sukardi benar-benar perduli terhadap pendidikan
politik
bagi warga PDI Perjuangan.
Sudah bukan masanya lagi sebuah partai menjadi besar hanya dengan
mengandalkan
kultus individu dan pengaruh fanatik terhadap sosok sejarah tertentu. Itu
membodohi rakyat dan menyesatkan para calon pemilih. Sayangnya sampai saat
ini
saya merasa bahwa itu yang terjadi pada hampir semua partai yang ada saat
ini,
terlebih lagi pada PDI Perjuangan.
Belum banyak yang akan berubah pada masa-masa terdekat ini.
Salam,
ISA
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!