Firman Eko Susatyo wrote: > Saya tidak akan menanggapi masalah Smart move, Mbak Mega > Tetapi saya justru ingin mendapatkan informasi tentang para pemimpin partai > yang ada di negri tercinta ini...... > > Yang ingin saya tanyakan adalah : " Apakah para pemimpin partai adalah yang > membesarkan partainya ataukah sebaliknya, Partainya yang telah membesarkan > pemimpin partainya....? " Dengan sedih hati kita semua harus katakan bahwa YANG PERTAMA inilah yang dominan di negeri kita. Bahwa pemimpin partai-lah yang membesarkan partainya. Dan mari kita cocok-kan dengan fakta-fakta yang ada di depan kita. Apa jadinya PDI Perjuangan tanpa Megawati menjadi Ketua Umumnya ? Nothing. Apa jadinya Partai Amanat Nasional tanpa Amien Rais ? Nothing. Dan yang lebih parah lagi berkaitan dengan PKB. Tanpa Matori Abdul Djalil, PKB mungkin tetap jadi PKB. Nggak akan ada guncangan. Tetapi PKB tanpa Gus Dur, seperti daun kering tanpa pohon, akar dan bunga. Sama juga Golkar. Tanpa Akbar Tanjung dan Habibie mungkin nggak ada masalah dengan partai beringin ini. Tetapi tanpa Soeharto ? Aha, selain diserang sana-sini, dihujat kiri-kanan, partai ini juga harus kelimpungan mencari calon Presiden yang baik. Politik kita memang masih politik feodal. Dan itu yang masih dominan di negeri kita. Dan dengan sedih pula harus kita akui bahwa itulah yang terjadi di negeri kita saat ini. Kita mungkin butuh masa transisi sampai 20 tahun ke depan. Indonesia 2020, itulah yang perlu kita gapai. Bukan 1999 dan bukan pula 2004. Selesai. ISA
______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
