Iya yah... kok cuma "kasus" PDI Perjuangan.., apa Golkar tidak punya kasus itu? Kasus lain: istri Sabam Sirait ditolak jadi Caleg PDI Perjuangan dari Sulut, Taufik Kiemas juga ditolak jadi caleg dari beberapa daerah.., alasannya sama: "tidak dikenal oleh orang daerah"... Kok kasus ini tak disinggung oleh Bung Abdullah..? Ini kan pertanda bahwa suara orang di daerah itu didengar. Proses pencalonan PDI Perjuangan dan PAN yang saya tahu, mekanismenya bottom-up. Makanya Yorris sempat muncul jadi caleg PAN, walaupun kemudian dibatalkan. Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin> ____________________________________________ Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN! Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB) Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED] -----Original Message----- From: �� <[EMAIL PROTECTED]> To: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; Kuli Tinta <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: 15 Mei 1999 21:38 Subject: [Kuli Tinta] Re: [mimbarbebas] Pembodohan Pada Wong-Cilik Wah bagus sekali itu Bung....., Artinya para kader itu memiliki komitmen terhadap organisasi disamping tampaknya cukup militan. Berbeda bukan dengan di jaman Orba yang diwakili oleh tiga parpol itu dimana wakil rakyat tidak dikenal oleh rakyat dari daerah yang diwakilinya. Nah, apakah Bung Hasan juga mengetahui bahwa hal itu juga terjadi pada parpol yang lain? Sekali lagi, itu bagus Bung! Itulah embrio demokrasi dimana kedaulatan ada ditangan rakyat. Sayang informasi Bung Hasan hanya mengenai PDIP. -----Original Message----- From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]> Beberapa kader PDIP kodya Tanggerang dan Bekasi menggelar demo mendatangi Kantor PDIP. Mereka menanyakan beberapa nama yang tidak mereka kenal pada daftar Caleg . SCTV mengabarkan bahwa tidak ada pengurus PDIP yang memberikan tanggapan. Alhamdulillah. Wong cilik sudah tidak mudah menerima pembodohan dengan begitu saja. Mudah2an sikap PDIP bakal berlainan dengan sikap orde-baru yang secara cekatan menuduh yang begitu itu dengan "rekayasa", "orang2 yang tidak senang pada kemajuan kami", dsb. , dsb. Warning bagi yang gampang2 mengumbar image mewakili wong-cilik . Bakal ditagih ! ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
