Kalau saya sih, asal bukan "Orang-Lama......:)
Salam,
bRidWaN
----
At 01:31 PM 5/21/99 +0700, you wrote:
>Saya siiih, milih partainya Amien Rais.
>Alasannya mudah saja, sejarah mencatat, siapa yang menarik gerbong
>reformasi atau lokomotif yang menumbangkan kekuasaan yang diktator, itulah
>orang yang diberi kesempatan pertama untuk menggantikan rezim yang tumbang.
>Semoga beliau nanti bisa menjadi Presiden R.I. ke 4 yang adil, jujur, dan
>membawa R.I. menjadi negara yang makmur, baldatun toyyibatun wa robbun
>ghofur, amien ya robbal alamien.
>
>
>Terima kasih,
>
>
>B. Ghalib
>Public Relations
>
>> ----------
>> From: GIGIH NUSANTARA[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
>> Sent: Friday, May 21, 1999 10:53 AM
>> To: [EMAIL PROTECTED]
>> Subject: [Kuli Tinta] Ke mana pilihan kita
>>
>> Ke Mana Pilihan Kita
>>
>> PEMILU sudah kian dekat. Hanya kurang sekitar dua minggu lagi. Kita
>> harapkan Pemilu kali ini benar-benar bersih. Ya jurdil, ya luber, ya
>> aman, ya macam-macam, persis seperti negara-negara yang menjunjung
>> kehormatan diri bangsanya, dan demokratis.
>>
>> Akan Anda kemanakan pilihan Anda?
>>
>> Untuk mereka yang begitu cinta dengan pak-ndut, maka pilihlah partai
>> gulungan-karton. Jika Anda PNS, forget it-lah sama himbauan PNS MESTI
>> NETRAL, dan lain sebagainya itu. diam-diam, atasan Anda juga memantau.
>> Dia masih dekat dengan birokrat atasannya, yang sudah karatan dengan
>> kedunguannya. Diam-diam mereka toh masih berjiwa gulungan-karton tadi.
>> Bukankah jabatan itu juga mereka dapat karena berhasil mempertontonkan
>> loyalitas mereka terhadap partai tersebut (d/h bukan partai, ngakunya).
>> Bentuk loyalitas itu, antara lain, ditunjukkan dengan kegetolannya main
>> akrobat, kulupsi.
>>
>> Tetapi, ingak... ingak...., memilih partai ini dan membuatnya menang
>> sama saja akan membenturkan seluruh isi negeri ini ke dalam kancah
>> Kurusetra. Ngabri yang sudah siap-siap untuk ganti teman, akan terbelah
>> dua, byak.... Seluruh anak negeri di luar gulungan-karton akan
>> bersumpah untuk tak hendak tunduk. Belahan ngabri yang pro-reformasi
>> akan menunjukkan jatidiri, berpihak pada kubu reformasi. Separatis
>> berkesempatan untuk memproklamirkan diri, karena berkat ulah gerombolan
>> sibejat (siberat, lain lagi) selama 32 tahun lalu itulah yang membuat
>> derita berkepanjangan nan traumatis itu.
>>
>> Jika Anda waras, cobalah untuk tidak mencoblos tanda gambar beringin
>> ini (sayangi, jangan dirusak dengan coblosan Anda).
>>
>> Sebaliknya, jika Anda pro reformasi, mencoba membalik keadaan menjadi
>> serba baik, serba demokratis, serba tenggangrasa, serba memberdayakan
>> kemanusiaan, menggandeng tangan sahabat-sahabat di Aceh dan Timtim,
>> untuk membuat negeri ini menjadi Indonesia Baru (dan bolehlah kita
>> menyebut Hari Kebangkitan Nasional ke-II) maka jangan buang percuma hak
>> suara Anda pada partai-partai yang tak jelas juntrunganya. Suara Anda
>> akan hilang ditelan pengumpulan angka yang tak menghasilkan suara.
>>
>> Jika itu yang Anda lakukan (memilih partai-partai yang lucu-lucu, yang
>> ketuanya belum pernah nongol di pentas politik nasional sama sekali),
>> maka kelompok pro-reformasi akan kehilangan sebagian dari kekuatannya.
>> Jika kelompok partai pro-reformasi bisa menghasilkan suara yang sama
>> sekali kuat, kehilangan suara Anda tak jadi masalah. Tetapi jika
>> kehilangan suara dari Anda itu membuat kelompok pro-reformasi menjadi
>> tak terlalu besar, seimbang dengan kelompok pro status-quo, dan mungkin
>> akan kalah karena kelompok status-quo menjalin koalisi, sayang sekali,
>> perjuangan dan nyawa para syuhada reformis menjadi sia-sia.
>>
>> Jadi ?
>>
>> Teguhkan suara hati Anda dengan hanya memilih partai-partai
>> 'PDI-Perjuangan, PKB dan PAN) saja. Di luar tiga partai ini kans mereka
>> pro-reformasi masih perlu diteliti selama lima tahun lagi. Di pemilu
>> lima tahun lagi baru bisa dipikirkan.
>>
>> Pemerintahan pasca habi-habi adalah sebuah pertaruhan bagi kelangsungan
>> negara kita. Jika masih kepegang habi-habi, maka harapan memperbaiki
>> bangsa ini sirna sudah. Bukan hanya menunggu lima tahun lagi saja,
>> tetapi rusaknya bukan main parah, sehingga butuh satu generasi untuk
>> membersihkan sisa-sisa korup dari peninggalan pak-ndut.
>>
>> Buatlah tiga partai tersebut benar-benar menang mutlak (kalau perlu
>> suara mereka di atas 50%, misalnya PDI Perjuangan 50%, PKB 50%, dan PAN
>> 50%, sehingga totalnya lebih dari 100% he... he...he...). Apakah saat
>> ini bersimpati ke partai yang bukan 3 diatas, untuk pemilu saat ini,
>> dengan penuh rasa hormat, pilihlah tiga partai yang sudah jelas
>> platformnya itu. Dijamin, utang-utang luar negeri akan dihapus sama
>> orang sono (duh, enaknya!) karena mereka ingin negeri ini pulih dengan
>> cepat.
>>
>> Meski Anda memilih tiga partai di atas, namun tetaplah bersifat kritis.
>> Orang Aceh tetap harus meminta kembali semua hak-haknya sebagai
>> warganegara (sementara, jangan nuntut merdeka dulu). Orang Timtim, coba
>> ikuti omongan Xanan yang kalau PDI-Perjuangan menang ia akan gabung
>> PDI-Perjuangan, untuk bersama-sama membangun Timtim sejajar dengan
>> propinsi lain (yang maju).
>>
>> Jika pemerintahan oleh tiga partai tersebut ternyata menyeleweng dari
>> garisnya semula, marilah kita yang pertama untuk mengingatkannya. Jika
>> tetap tak menggubris, jadilah yang pertama untuk menghalangi langkah
>> keliru mereka. Jika tetap keras kepala, marilah kita yang pertama
>> menggalang pemerintahannya, at any risk!
>>
>> Sikap kritis bukan sekedar 'waton sulaya' yang artinya 'asal beda'.
>> Jika Anda punya program dan misi tertentu, baik kita formulasikan
>> bareng-bareng, jadikan bagian dari GBHN, untuk dititipkan kepada
>> penyelenggara pemerintahan hasil pemilu (oleh tiga partai tadi). Yang
>> orang Aceh buat rumusan mengenai aspirasi Aceh, demikian juga semuanya,
>> dari Sabang sampai Merauke (indahnya kata-kata ini). Juga para aktivis
>> perempuan. diskusikan, seminarkan, formulasikan, tindaklanjuti, awasi
>> terus, dan kalau perlu labrak (asal jangan pukul-pukulan,
>> tembak-tembakan).
>>
>> Malu ah, sama negara-negara tetangga. Bangsa segede ini kok kayak
>> balita. Suka ngambek, mecahin gelas, sukar dibujuk (yang buntutnya emak
>> dan bapak marah, pada digebukin kabeh yang nakal-nakal itu, trus lari
>> ke tetangga, ngadu).
>>
>> GIGIH
>> _____________________________________________________________
>> Do You Yahoo!?
>> Free instant messaging and more at http://messenger.yahoo.com
>>
>> ______________________________________________________________________
>> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>
>> Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>>
>>
>>
>>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!