Apakah anda tidak bosan bicara soal politik terus ? Bagaimana dengan selingan berikut ini, mudah-mudahan mampu mendinginkan hati kita semua ....... Iwan ------------ Makanan Bagi Pikiran Tidak lama setelah memulai usaha, saya mendapat cerita yang waktu itu sangat mengesankan hati dan tak akan pernah saya bisa lupakan. Beginilah ceritanya: Pada suatu hari, ketika Jepang belum semakmur sekarang, datanglah seorang peminta-minta ke sebuah toko kue yang mewah dan bergengsi untuk membeli manju (kue Jepang yang terbuat dari kacang hijau dan di dalamnya berisi selai). Bukan main terkejutnya si pelayan melihat pelanggan yang begitu jauh dari sederhana itu di tokonya yang mewah dan bergengsi itu. Karena itu dengan buru-buru dibungkusnya manju itu. Tapi belum lagi ia sempat menyerahkan manju tersebut kepada si pengemis, munculah si pemilik toko seraya berseru, "Tunggu. Biarkan saya yang menyerahkannya." Seraya berkata begitu, diserahkannya bungkusan itu pada si pengemis. Sambil menerima pembayaran dari tangan si pengemis, ia membungkuk hormat dan berkata. "Terimakasih atas kunjungan anda." Setelah si pengemis berlalu, si pelayan bertanya pada si pemilik toko, "Mengapa harus kau sendiri yang menyerahkan kue itu? Kau belum pernah melakukan hal itu pada pelanggan manapun. Kalau bukan saya maka selalu kasirlah yang menyerahkan barang tersebut. Apalagi dia hanyalah seorang peminta-minta. Anda membingungkan saya." Sahut si pemilik toko, " Saya mengerti mengapa kau heran. Tapi kita harus gembira dan bersyukur atas kedatangan pelanggan khusus ini, dan aku ingin langsung menyatakan terimakasih. Biasanya yang datang adalah pelanggan biasa, tapi kali ini lain ..." "Mengapa lain?" tanya si pelayan. "Hampir semua dari pelanggan kita adalah orang kaya, dan bagi mereka membeli kue di tempat kita sudah merupakan hal yang bisa. Tapi orang itu pasti begitu merindukan manju kita sehingga mungkin ia sudah berkorban untuk tidak membelanjakan uangnya untuk keperluan lain demi untuk mendapatkan manju itu. Saya tahu, bahwa manju itu sangat penting baginya. Karena itu saya memutuskan ia layak dilayani oleh si pemilik toko sendiri. Itulah penjelasan yang bisa kuberikan ...". Cerita itu sederhana tapi indah. Dan cerita itu menyadarkan saya bahwa setiap pelanggan berhak atas penghormatan yang sama. Nilai seorang pelanggan bukanlah ditentukan oleh prestise pribadinya atau besarnya pesanan yang dilakukannya. Dan saya rasa, di sinilah seorang usahawan sejati mendapatkan sukacita, dan di sinilah ia harus meletakkan nilainya. BAGAIMANA PENDAPAT ANDA ?
______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
