Meskipun sarkastik namun ada kesan keberatan dan sekaligus pesan untuk
menghargai perbedaan!
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, May 27, 1999 6:16 AM
Subject: [Kuli Tinta] ANTARA MEGAWATI DAN AMIEN RAIS
Membandingkan Amien Rais dan Megawati, sungguh tak adil. Dibandingkan
dengan
Ratna Sarumpaet, Nusrsyahbani Katjasungkana, Budiman Sudjatmiko atau
Rama
Pratama, Karlina Leksono, Mari E. Pangestu saja, Megawati sudah pasti
kedodoran.
Tetapi ada yang mereka semua tak miliki, tetapi ada pada Mega.
1. Bapaknya seorang Proklamator Tercinta.
2. Tahu diri.
Saya sendiri-- terlepas dari kedunguan dan ketololan Mega sebagai
pemimpin --
akan menghormati PDI-P yang akan memenangkan Pemilu 1999. Kita harus
menghormati pilihan rakyat, suka atau tidak atas hasil pemilu ini.
Mega jadi
Presiden Ke-4 RI, karenanya, juga tak bakal tertahankan.
Mayoritas rakyat Indonesia adalah berpendidikan non universitas,
setingkat
SMP lah. Rakyat Indonesia pasti akan memilih partai atau pemimpin
partainya
yang level pendidikan dan intelektualitasnya sama dengan mayoritas
rakyat itu.
Tetapi bung!, sekali lagi, kita harus hormati apa pun hasil pemilu.
Biarkan
PDI-P menang dan mengurus negara bersama Presiden (Feodalisme)
Megawati
Soekarno. Betapa pun demokrasi melahirkan kelucuan, ketololan,
kedunguan dan
kenaifan-- barangkali itu cuma proses sementara saja. Lebih baik
negara ini
diurus sama orang bodoh atau preman dibandingkan sama tentara.
salam,
ramadhan
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!