Bukan begitu mas Iwan, kalau banyak atau ada beberapa capress kita sebagai anak bangsa harus pintar-pintar memilih, logikanya andai anda beli sesuatu dipasar pasti anda akan membeli barang yang yang terbagus/terbaik untuk anda. Jadi wajar kalau kita bisa memilih-milih mana pemimpin yang baik, dalam artian sebenarnya jadi sebagai bahan perbandingan saja. Kita berdiskusi tentu untuk menuju ke hal yang terbaik buat kita semua, terutama bangsa ini yang sedang dirundung malang berkepanjangan. Have a nice day... iwans wrote: > Para Internaut yang budiman, > > Betul, sungguh tak adil. Dan biarkan saja seperti itu. Nggak usah diperbandingkan. > Kita maklum-maklum saja. Kalau memang prosesnya jujur, adil dan demokratis maka > silahkan Megawati ke Istana Negara. Tercapai juga ambisinya untuk kembali ke > Istana Negara, tempat yang pernah menjadi taman bermainnya waktu kecil. Mungkin > dia ingin bernostalgia dan balik ke istana. Maklumlah, istana tentu punya banyak > kenangan untuknya. Wow, keren ! > > Yang jelas kita harus segera ucapkan selamat untuk Megawati yang berhasil menyodok > Amien Rais dan semua calon Presiden lainnya sehingga di MPR berhasil gol menjadi > Presiden. Yang jelas kalau Megawati jadi Presiden maka Amien akan jadi pemimpin > oposisi. Sesuai dengan janjinya toh? Asyik, akhirnya kita punya pemimpin oposisi > yang jauh lebih berkelas dibandingkan presidennya. Tentu akan gayeng sekali > melihat Presiden Megawati dikritik habis-habisan lewat koran, majalah, TV dan > sebagainya itu termasuk media yang meneropong kehidupan pribadinya. Juga melihat > Presiden Megawati yang menolak diwawancarai langsung oleh media massa atau diajak > berdebat di depan umum oleh para pemimpin oposisi. > > Coba, saya mau lihat apakah Presiden Megawati akan tahan dihujat terus-menerus dan > tidak membreidel media massa yang menghujat dia ? Saya mau lihat apakah > Menteri-menteri yang diangkat olehnya mampu dalam enam bulan menyelesaikan krisis > ekonomi sebagaimana yang dijanjikan semua juru kampanye PDI Perjuangan dalam > setiap kampanyenya ? Saya mau lihat apakah MPR yang kini bersidang sedikitnya satu > tahun sekali itu bisa bertahan untuk tidak melakukan impeachment terhadap Kepala > Negara ? > > Kalau Amien Rais kalah dan benar-benar batal jadi Presiden RI serta menjadi > pemimpin oposisi maka pada saat itulah kita bisa punya pengalaman bagaimana > menjadi oposisi yang baik. Dan karena Megawati yang menjadi Presiden maka sederet > besar partai Islam yang sejak pagi-pagi tidak mendukung Presiden dari kalangan > wanita pasti juga akan ikut menjadi oposisi. > > Kabinet Megawati saya ramalkan akan didukung oleh PKB, PDI Perjuangan sendiri, > ABRI, PKP dan kelompok nasionalis lainnya. Perilaku mereka harus kita awasi terus > agar tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme. Kalau Megawati kemudian > menempuh cara-cara otoriter seperti bapaknya karena gerah menghadapi kritik dari > rakyatnya maka ayo kita kerahkan sejuta massa lagi untuk menumbangkan dirinya. > Nggak perlu lagi menunggu Pemilu 2004. > > Gimana, dengan bayangan seperti itu ? Siap nggak kita. Kalau siap, ya ayo. Monggoh > saja Presiden Megawati melenggang ke Istana negara. Hanya saja hitung-hitungannya > sekarang berapa lama dia tahan mendengar kritikan, hujatan dan cercaan lewat media > massa atas tindak tanduknya sebagai Presiden dan kepala negara. Apalagi kalau > ternyata orang-orang PDI Perjuangan lantas > melakukan balas dendam politik, wah lebih ngeri lagi. Mudah-mudahan nggak terjadi, > karena itu sulit saya bayangkan. > > (Mendadak daku terbangun ..... oh cuma mimpi toh. Alhamdulillah !) > ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
