Saya kira Eep memang tidak jernih ketika membicarakan tentang Soekarno. "Bapak otoritarianisme" itu, Soeharto, bukan Soekarno. Kalau Soekarno mungkin, "Bapak Pede..", karena ia begitu pede jadi pemimpin dunia, walaupun tidak kesampaian 100%... In fact, Eep sendiri, menurut saya, kadang-kadang tidak bisa menempatkan posisi yang netral. Sebagai orang ICMI, dia tidak begitu kritis terhadap Habibie, juga ketika debat presiden di SCTV, terlihat pertanyaan-pertanyaan Eep tidak berimbang; dia begitu keras pada Sri Bintang (yang sebenarnya "promotor" reformasi yang lebih dulu dari semua promotor, termasuk Amien dan Megawati), tetapi pertanyaannya tidak fokus dan menggigit pada Amien. Mungkin background ICMI-nya cukup kental sehingga mewarnai posisinya terhadap Habibie (Ketua Umum ICMI) dan Amien Rais (Bekas Dewan Pakar ICMI). Soal marah-marah.., memang banyak pemimpin politik kita yang tidak bisa menahan emosi. Yusril Ihza Mahendra langsung sewot ketika diserang masalah rokok, mukanya memerah. Begitu juga Amien Rais yang langsung menohok bahasa Inggris Yusril yang belepotan, padahal "bahasa Inggris" itu sudah out of topic. Mungkin yang relatif calm adalah Sri Bintang Pamungkas. Dan jangan lupa, di cerita yang anda forward itu, yang "marah-marah" bukan Megawati lho... Saya kira, semua tokoh politik kita memang masih dalam proses pembelajaran pratis tentang demokrasi.. it's okay.., as long as the don't promote the status-quo.. Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin> ____________________________________________ Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN! Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB) Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED] -----Original Message----- From: iwans <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: 28 Mei 1999 21:02 Subject: [Kuli Tinta] [Fwd: Fw: [PAN] Tak tahan kritik !] No comment ah ... baca sendiri aja. ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
