At 23:15 28/05/99 +0700, you wrote: >Saya kira Eep memang tidak jernih ketika membicarakan tentang Soekarno. >"Bapak otoritarianisme" itu, Soeharto, bukan Soekarno. Kalau Soekarno >mungkin, "Bapak Pede..", karena ia begitu pede jadi pemimpin dunia, walaupun >tidak kesampaian 100%... In fact, Eep sendiri, menurut saya, kadang-kadang >tidak bisa menempatkan posisi yang netral. Sebagai orang ICMI, dia tidak >begitu kritis terhadap Habibie, juga ketika debat presiden di SCTV, terlihat >pertanyaan-pertanyaan Eep tidak berimbang; dia begitu keras pada Sri Bintang >(yang sebenarnya "promotor" reformasi yang lebih dulu dari semua promotor, >termasuk Amien dan Megawati), tetapi pertanyaannya tidak fokus dan menggigit >pada Amien. Mungkin background ICMI-nya cukup kental sehingga mewarnai >posisinya terhadap Habibie (Ketua Umum ICMI) dan Amien Rais (Bekas Dewan >Pakar ICMI). Komentar: Pernah ada sebuah surat pembaca yang mengkritik cukup pedas Eep di harian Suara Indonesia, atas kritikan Eep yang mengatakan Mega dan Gus Dur adalah pengendara hasil reformasi belaka. Penulis surat itu mengatakan, lalu apakah Eep sendiri tidak termasuk pengendara hasil reformasi. Ketika Soeharto berkuasa tidak terdengar suaranya. Setelah Soeharto jatuh baru jualan kritikan-kritikan terhadap rezim Orba. > >Soal marah-marah.., memang banyak pemimpin politik kita yang tidak bisa >menahan emosi. Yusril Ihza Mahendra langsung sewot ketika diserang masalah >rokok, mukanya memerah. Begitu juga Amien Rais yang langsung menohok bahasa >Inggris Yusril yang belepotan, padahal "bahasa Inggris" itu sudah out of >topic. Mungkin yang relatif calm adalah Sri Bintang Pamungkas. Dan jangan >lupa, di cerita yang anda forward itu, yang "marah-marah" bukan Megawati >lho... Komentar: Makanya saya pernah bilang, wah, kita punya calon presiden yang tensinya tinggi. Baru ditanya/dikritik seperti itu saja sudah merah mukanya. Bagaimana kalau sudah jadi presiden, menghadapi kritikan-kritikan yang lebih pedas kelak? Daniel H.T. ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
