Bung Mar1668,
Terimakasih atas info anda . Anda telah mengira bahwa saya, Abdullah Hasan,
sama dengan pemosting lain , mungkin Hasan Rasyidi. Saya ini juga orang NU.
nggak pernah merasa, apalagi menuduh Gus Dur itu antek Yahudi.
Wassalam.
----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, June 01, 1999 6:11 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] WARDAH HAFIZ
> At 01:06 PM 6/1/1999 -0700, you wrote:
> >Memangnya kenapa? Apa nggak boleh? Mereka adalah suami istri yang sah.
> Suami
> >Wardah adalah Mas Wiladi yang dulunya memang pernah jadi orang
> seminari.
> >Wardah sendiri dibesarkan dalam keluarga yang memiliki tradisi
> pesantren.
>
> SMP dan SMA Wardah di Muhammadyah. Tapi Wardah berasal dari
> keluarga Masyumi, namun karena tinggal di Jombang (Wardah lahir
> di Jombang), mereka juga dekat dengan tradisi NU.
>
> Bung Hasan, sebaiknya Anda tabayyun dulu sebelum menuduh sesuatu.
> Karena saya lihat dalam posting Anda, Anda sangat mudah menuduh
> orang-orang PKB, NU hanya semata-mata karena sentimen saja. Gus Dur
> itu bukan antek Yahudi. Dengan menggandeng kaum minoritas di bawah
> payung Islam Universal, beliau berusaha membentengi bangsa kita dari
> gempuran neokolonialisme baru (persaingan antara kapitalis raksasa Cina
> dan Yahudi). Itulah sebabnya jauh-jauh hari beliau membina hubungan
> dengan tokoh-tokoh Israel. Jika saja kita tahu ada apa di balik
> Kerusuhan
> Mei 98 dan kerusuhan-kerusuhan lanjutan pasca Mei (salah satu tujuannya
> adalah rebutan kekayaan alam Indonesia yg melimpah ruah. You know,
> siapa menguasai migas, dia menguasai dunia), niscaya kita akan bersyukur
>
> bahwa kita punya ahli strategi politik kelas dunia seperti Gus Dur.
> Dengan
> cantik Gus Dur bermain di tengah, bukan untuk kepentingannya
> sendiri, tapi semata-mata karena kecintaannya pada bangsa ini.
> Gogon, Eggy, Adi dg Kisdi dan PBBnya hanya ditunggangi oleh
> Lobby Moslem yg sesungguhnya ditunggangi lagi oleh Lobby Yahudi.
> Karena tidak mengerti petanya, mereka menjadi korban, orang-orang
> yang diiming-imingi lalu dikorbankan, kasihan. Itu pula sebabnya kenapa
> Wiranto cs sangat hormat pada Gus Dur. Bahkan Syarwan Hamid yg
> jelas-jelas musuhnya Mega, juga respek padanya. Para wartawan pasti
> tahu, Wiranto berkali-kali menemui Gus Dur tanpa publikasi. Gus Dur
> sudah membiarkan dirinya dihujat banyak orang demi kepentingan umat.
> Ingat sewaktu dia menggandeng Tutut? Pembantaian umat Islam langsung
> berhenti begitu Tutut digandeng Gus Dur. Cobalah wartawan mencoba
> melihat fenomena yang ada lalu mencoba menganalisanya. Saya pernah
> tanya Gus Dur kenapa beliau hanya bicara sedikit pada wartawan, beliau
> bilang, jika semua diberitahu, wartawan jadi goblok dan tidak belajar
> berpikir.
>
> Salam,
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!