Well,
Yang munculin tuduhan ini kok nggak tanggung-tanggung bohongnya ...?
(ada Pastur tinggal serumah dengan perempuan, pasturnya bekas atau aktif
.....?) tega-teganya dia bicara tanpa didukung fakta , apa di agamanya
diajarkan begitu ....? untuk memfitnah orang lain pakai memutar balikkan
kebenaran ....? untunglah agama saya tidak mengajarkan saya untuk
memfitnah orang lain (apalagi hanya karena iseng, ketakutan kayak bung
Hasan, menjelekkan agama/pribadi lain ...!). Ini mah fitnah murahan.
Satu pertanyaan saya, kok nggak ada fitnahan lain yang lebih canggih ....?
yang lebih menonjolkan intelegensi/logika .......? pfhuuiich ....!
> ----------
> From: M Gunadi Henoch[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, June 02, 1999 3:19 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] WARDAH HAFIZ
>
> > >Tolong konfirmasi rekan wartawan, apa betul ada tuduhan dari Kopermas(
> >?)> >bahwa Wardah Hafiz hidup serumah dengan seorang pastor Katolik ?
> >Bagaimana > >reaksi Wardah Hafiz ?
> >Bagaiamanapun > >kabar tersebut sempat membuat shock diri saya . Dan
> >bagaimanapun , kalau > >benar , bagi saya paling sedikit, >mengurangi
> > >kekuatan moral pernyataan > >Wardah Hafiz.
>
> Kenapa nggak sekalian ditambahkan di situ: agen Mossad, agen CIA, binaan
> konglomerat Yahudi internasional dan sederet gelar lain yang bisa dengan
> mudah dituduhkan sebagaimana nasib orang-orang seperti Wardah lainnya.
>
> Salam, MGH
>
> ****************
> To keep the latest headlines,
> please reload http://www.mandiri.com every hour.
>
>
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!