Rasanya sah2 aja suatu kelompok menginginkan aspirasinya dipenuhi, apalagi
kelompok itu merasa - dan benar adanya - dirinya sebagai mayoritas. Namun
pertanyaan mengapa dia tdk membuat parpol sendiri, ya di sini rasanya
alasannya cenderung politis.

Pertama tentu ruang geraknya menjadi kurang bebas. Perjuangan yg ingin
dilakukan hanya bisa dilakukan dari satu arah, yaitu dari partainya.
Sedang sekarang bisa dilakukan dari partai manapun tanpa adanya kecurigaan
dari siapapun, karena dia bisa dg berani mendeklarasikan dirinya sbg non
partisan.

Kedua tidak mesti wanita yg ingin aspirasinya dipenuhi akan
bergabung/memilih 'partai perempuan'. Karena seorang perempuan juga adalah
bagian dari kelompok lain. Seorang perempuan bisa lebih merasa sbg seorang
nasionalis sekuler, ia juga bisa lebih merasa sbg seorang nasionalis
religius, atau ia bisa merasa sebagai apapun lah.

Ketiga, sebelum verifikasi oleh tim sebelas, rasanya memang ada partai
perempuan, entah siapa yg mendirikan. Yg jelas partai tersebut tidak lolos
verifikasi.

beDoer


On Wed, 2 Jun 1999, Faiz Zakrie wrote:

> Kenapa ya Nursyahbani terlalu memaksakan tiap parpol
> untuk menyuarakan aspirasi perempuan? kenapa dia tidak
> buat parpol saja?
> 
> 
> 
> > HP_
> > 
> > Koalisi Perempuan Indonesia tak Dukung Mega sebagai
> > Capres
> > 
> >
> > 
> > ''Kami tidak akan memberikan dukungan pada Megawati
> > sebagai capres,'' tutur Nursyahbani. Ia menilai,
> > selama ini Mega
> > yang dicalonkan oleh PDI Perjuangan sangat kurang
> > dalam
> > menyuarakan aspirasi perempuan.
> > 
> >
> _________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
> 
> 
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> 
> TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
> 
> 
> 
> 
> 


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!




Kirim email ke