Diakui (oleh hampir seluruh lapisan masyarakat) ataupun tidak (oleh
sebagian
besar islam fundamental, radikal), disadari ataupun tidak Ibu Megawati
merupakan pemimpin Indonesia yang paling maju dalam berbagai hal dan diakui
kepemimpinannya baik dari dalam maupun luar negeri. Simaklah beberapa fakta
berikut termasuk beberapa lawan politik Megawati :
- Mega memperoleh pengakuan dari negara India dengan dianugerahinya diri
Megawati sebagai penerima Memorandum of Understanding pada awal tahun 1999,
penghargaan ini diberikan karena mempunyai kesepahaman dalam perjuangan
bagi
tegaknya demokrasi di dunia.
- Oleh Asiaweek magazine, Megawati juga ditempatkan sebagai tokoh no. 26
dari 50 tokoh yang paling berpengaruh di Asia. Di Indonesia Mega merupakan
orang nomor kedua yang mendapatkan penghargaan setinggi itu dibawah Gus Dur
(no. 23 di Asia, no. 1 di Indonesia). Gus Dur memperoleh penghargaan ini
karena ia dianggap sebagai tokoh PBNU yang berhasil dengan memimpin sekitar
40 juta warga Nadlatul Ulama di Indonesia, ini didapatkan otomatis  karena
kedudukannya sebagai ketua umum PBNU. Sedangkan bagi Megawati, yang
disebut-sebut sebagai simbol perjuangan demokrasi di Indonesia oleh majalah
tersebut, memerlukan perjuangan yang keras demi tegaknya demokrasi. Di era
Seoharto, Mega diperlakukan dengan sangat tidak adil dan cenderung amat
kejam serta melanggar hak-hak azasi manusia (peristiwa 27 Juli 1996). Hal
yang sama terjadi pada era Habibie (presiden tanpa legitimasi), Mega tetap
dipersulit diantaranya gugatannya terhadap PDI Soerjadi yang tetap ditolak.
Majalah Asiaweek menempatkan Soeharto pada peringkat ke-29, Habibie
peringkat 31, Wiranto peringkat ke-32, sedangkan Amien Rais peringkat
ke-35.
- Megawati merupakan satu-satunya pemimpin yang kepemimpinannya dapat
diterima oleh hampir 27 propinsi (mungkin terkecuali Aceh yang terus
bergolak melalui Gerakan Aceh Merdeka dan menuntut referendum).
Kepemimpinnya diakui oleh masyarakat di pulau-pulau besar seperti Jawa,
Sumatera (minus Aceh), Kalimantan, Sulawesi (minus Ujung Pandang yang
tampaknya dipengaruhi oleh Money Politics oleh Habibie dan kroni-kroninya
serta issue bahwa Habibie adalah putra daerah Bugis). Belakangan Habibie
juga mengaku-ngaku bahwa dalam dirinya juga mengalir darah Jawa karena dari
nenek moyang garis ibunya yang katanya ada darah Jawa. Issue terakhir ini
tampaknya dihembuskan untuk meredam rahasia umum, bahwa penduduk pulau Jawa
hanya bisa menerima pemimpin yang berasal dari tanah Jawa juga.
- Megawati dapat diterima dengan baik dan luas oleh seluruh masyarakat di
Maluku. Hal ini terlihat dari kunjungannya yang mendapat sambutan sangat
meriah di Ambon baru-baru ini.
- Megawati mempunyai hubungan yang amat erat dan baik dengan Uskup Belo di
Timor-timur.
- Megawati merupakan figur yang amat dihormati oleh masyarakat Bali yang
mayoritas beragama Hindu. Karena hal ini pula ia sempat mendapat serangan
dari AM. Syaifuddin yang menuduh dan meragukan kualitas keislaman Mega.
Sekali lagi orang semacam mister AM justru mendapat reaksi hujatan
masyarakat, terutama masyarakat Bali, sampai-sampai AM harus minta maaf.
- Megawati merupakan figur yang dapat diterima oleh seluruh agama dan etnis
di Indonesia meliputi Islam, Kristen Protestan, Katolik, Buddha dan Hindu
serta aliran kepercayaan kepada Tuhan YME. Baru-baru ini MUI melalui ketua
umumnya KH. Ali Yafie mengeluarkan semacam fatwa untuk menjegal Mega dengan
pernyataan bahwa harus memilih partai yang caleg-calegnya islam. MUI
sendiri
merupakan organisasi yang terus berusaha melegitimasi pemerintahan Habibie
dan Soeharto dimasa lampau, pro status quo. Padahal faktanya bahwa
caleg-caleg PDI Perjuangan merupakan satu-satunya partai terdiri dari
berbagai agama. Tokoh kristen yang juga salah satu ketua PDI Perjuangan
Theo
Syafei merupakan seorang kristen. Sebagian besar etnis Tionghoa yang
beragama Budhha juga merupakan simpatisan PDI Perjuangan. Hampir seluruh
umat Hindu, terutama masyarakat Bali amat mendukung ibu Mega, hal ini dapat
dimaklumi bahwa ibu Bung Karno adalah Balinese yang beragama Hindu. Umat
Islam sendiri sebagian besar mendukung Megawati karena Mega juga bersahabat
baik dengan Gus Dur dari PBNU dan pimpinan Partai PKB (Matori Abdul Jalil).
Islam terbesar di Indonesia adalah NU bukan Muhammadiyah atau islam-islam
fundamental lainnya.
- Simpatisan PDI Perjuangan terdiri dari semua lapisan masyarakat, mulai
dari masyarakat kelas bawah seperti pedagang asongan, pedagang kaki-5,
tukang becak, petani, pekerja. Demikian pula masyarakat menengah dan kelas
atas seperti Arifin Paniogoro, dll. Bahkan tokoh paranormal seperti Permadi
turut berkampanye untuk PDI Perjuangan.
- Amien Rais berusaha menjegal Mega dengan komentar bahwa perempuan tidak
boleh jadi presiden. Setelah merebaknya tema kampanye persamaan hak untuk
semua orang, termasuk perempuan, tokoh plin-plan ini kemudian kelihatan
harus menjilat ludahnya sendiri dengan berkampanye bahwa perempuan juga
harus diperjuangkan untuk kesamaan hak baik dengan kampanye langsung maupun
melalui iklan di TV. Dasar plin-plan dan ironisme seorang tokoh yang
mengaku
reformative. Please remember, all men are created equal in democracy
country. Tokoh ini ternyata lupa dengan ajaran negeri paman Sam yang
mengutamakan demokrasi, ironisnya mister Rais adalah lulusan universitas
Chicago.
- Yusril Izha Mahendra mencoba menjegal Mega dengan issue kultus individu.
Tokoh Partai Bulan Bintang ini ketakutan karena ia sendiri tidak punya
kharisma sama sekali dan kedekatan historisnya dengan mantan presiden
Soeharto, karena ia adalah orang yang sering membuat naskah pidato presiden
Soeharto serta sering nginap di rumah tokoh nomor wahid KKN itu. PBB
sendiri
diduga didanai cendana dan terdiri dari tokoh-tokoh keras seperti Ahmad
Sumargono, tokoh KISDI yang merekrut PAM SWAKARSA pada saat terjadinya
tragedi Semanggi beberapa waktu lalu. Terakhir ia juga merekrut keturunan
bekas pemberontak seperti pemberontak Daud Beureuh yang dimuat di Kompas
beberapa waktu lalu.
- Adi Sasono, tokoh calon presiden dari PDR (Partai Daulat Rakyat), adalah
seorang tokoh oportunis yang memanfaatkan kedekatannya degan Habibie,
memanfaatkan dana JPS (konon 6.5 Trilyun, menurut Wardah Hafidz, tokoh
Konsorsium Kemiskinan Kota), dan dana KUT untuk kepentingan Money Politics.
Padahal oleh Toby Mutis (rektor Trisakti) bahwa konsep ekonomi kerakyatan
Adi Sasono harus diredefinisi karena cenderung retorika demi rakyat kecil
dengan membagi-bagikan duit untuk kepentingan politik praktis semata
sementara banyak rakyat lain justru amat menderita karena salah alamatnya
JPS. Janji-janji jika PDR atau Golkar menang maka tidak perlu dikembalikan
kredit-kredit tersebut.
- Sri Bintang Pamungkas, tokoh ini sebetulnya hebat, namun sayangnya
terlalu
idealis sehingga ia telah kehilangan momentumnya. Dulu terkenal bersama
Megawati dengan simbol Mega-Bintang yang terus maju melawan kezaliman
Soeharto. Tetapi kemudian serasa tenggelam karena kesalahan dalam memilih
timing yang tepat dengan harus mendekam dipenjara. Selain itu, ia juga
dikenal terlalu menonjolkan diri sendiri dan cenderung tidak mampu memanage
orang-orang pintar, hal sebaliknya justru Megawati dikelilingi oleh
orang-orang pintar yang dikoordinasikan dengan amat baik. Jika Bintang
menang, maka presiden tanpa menteri dan cenderung terus terjadi re-shuffle
kabinet.
- Pemerintahan kabinet Habibie-wiranto tidak mau dan tidak mampu
menyelesaikan kasus-kasus besar, mulai dari kerusuhan mei 1998, penembakan
mahasiswa Trisaksi, Semanggi, sampai dengan kasus pemboman mesjid Istiqlal.
- Dari 3 putaran kampanye terlihat betapa besarnya semangat dan jumlah dari
massa pendukung PDI Perjuangan. Jika pemilu berlangsung luber, jurdil, maka
hampir dipastikan bahwa PDI Perjuangan akan menang dan meraih suara
mayoritas.

Dalam kampanyenya Mega terus mengingatkan pentingnya persatuan, budaya
politik tanpa kekerasan, perjuangan nasib kaum perempuan, buruh, serta
anak-anak di Indonesia agar jangan sampai terjadi lost generation.

Kepada umat Islam juga diharapkan agar tidak terpengaruh oleh isu-isu untuk
kepentingan agama. Pada dasarnya pemilu adalah pesta demokrasi rakyat untuk
memilih wakil-wakil rakyat bukan untuk memilih pemimpin agama dan juga
bukan
untuk menunjukkan existensi agama pada umat.

Hindari partai yang menggunakan tema Suku, Agama (ini paling bahaya dan
sedang dimanfaatkan/dieksploitasi secara berlebihan), dan Ras Antar
golongan
dalam berkampanye.

Gunakan hak pilih anda dengan berdasarkan suara hati nurani anda dan
tetaplah berdoa dan bersembahyang kepada Tuhan YME agar diberikan pemimpin
yang terbaik untuk membawa Indonesia keluar dari krisis yang amat parah dan
berkepanjangan, karena tujuan tulisan ini hanya untuk menggugah hati nurani
anda sekalian.

Hidup Ibu Megawati, coblos nomor 11, PDI Perjuangan.


Amin Riza wrote:

> Sindiran yang sangat sarkastis bung Yap. Jangan patah dulu, permainan masih 
>berlangsung. Semua sedang belajar dari proses. Semoga tidak semua orang berpegang 
>pada : pengalaman adalah guru terbaik. Karena dia selalu datang terlambat. Semoga 
>yang terjadi setelah Pemilu tidak sehitam yang bung Yap khawatirkan.
> Pada keprihatinan yang sama, saya sedang berdoa semoga dalam 20 hari kedepan 
>datanglah kesadaran para tokoh reformasi untuk menjadi lebih dewasa dan menyatukan 
>langkah.
>
> Harus diakui tokoh pro reformasi kurang konseptual, dengan membiarkan komposisi 
>DPR/MPR tak tersentuh. Inilah penyakit : best effort. Mereka lupa diri dalam euphoria 
>ketika Soeharto dengan seenaknya menyatakan berhenti. Mereka lupa bahwa itu pelecehan 
>hukum. Berhenti seenaknya, tanpa pertanggung jawaban. Bahaya sekali bagi suatu negara 
>kalau semua pejabat boleh menyatakan berhenti kapan dia mau. Sama bahayanya kalau 
>pejabat nggak mau mundur juga walau sudah jelas salahnya atau tidak legitimate.
>
> Seharusnya saat itu Soeharto langsung ditahan, supaya tidak dapat konsolidasi. Lalu 
>Harmoko cs digusur dari Senayan, diganti tokoh reformis, lalu dipilih Presiden 
>sementara yang membentuk Kabinet transisi dengan tugas utama menyelenggarakan Pemilu.
>
> Yang terjadi sama sekali jauh dari itu. Jadi memang terlalu pagi untuk optimis, tapi 
>juga terlalu cepat untuk patah arang.
> Saya paham sakitnya hati Anda kalau lihat Harmoko masih bisa cengengesan dilayar TV 
>bersama para pimpinan partai tanpa massa dan tidak sah sama sekali, macam Budi 
>Hardjono dan Ipar Faisal Tanjung yang jadi Wakil ketua DPR/MPR itu yang dapat 
>suaranya juga disulap dari Sumut.
> Bung Yap, do you still remember option number four : pray. Don't take : Forget it, 
>please. Make sense?
>
> --
>
> On 10 May 99 10:49:12 EDT   Yap C.Young wrote:
> >Iyalah bung Iwan, teman-teman di Jakarta juga masih optimis Golkar memenangkan
> >Pemilu kali ini, walaupun prosentasenya tidak seoptimis Bomer Pasaribu, tetapi
> >masih diatas 50% setelah ditambah kursi ABRI dan jatah 200 kursi perwakilan.
> >Karena itu benturan antar pendukung partai reformis harus terus digalakkan,
> >dan jangan kunjung bersatu. Biarlah tragedi Trisakti dan Semanggi menjadi
> >kenangan. Penjarahan Mei menjadi dongeng saja. Teruskan serangan yang tajam
> >kepada PDIP, PAN dan PKB. Dengan demikian mundurnya Akbar Tanjung dari Kabinet
> >tidak menjadi pengorbanan yang sia-sia. Jangan khawatir, kalau tidak dapat
> >diadu domba, kan masih banyak cara lain yang dapat ditempuh, penculikan,
> >penyuapan, penjebakan hukum, sampai cara-cara sederhana lainnya untuk
> >menghilangkan tokoh reformis dari daftar manusia. Kalau nggak bisa dirayu ya
> >digebuk. Golkar pasti menang, dengan tenang atau dengan perang.
> >
> >iwans <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >I was confused. Sungguh !
> >
> >What's mean do you say ? Saya hanya tulis fakta-faktanya saja kok. Makanya
> >berbentuk tanya jawab. Pengantarnya itukan bukan bagian dari fakta. Itu
> >pendapat saya pribadi. Dan kita boleh adu argumentasi disini. Bagi saya,
> >apa yang dikatakan KKG tak ada bedanya bila hal yang sama kita ajukan pada
> >Akbar Tandjung. Apa bedanya ? Nothing.
> >
> >Golkar juga bertekad tidak akan mengubah UUD 1945 secuilpun. Begitu juga
> >PDIP.
> >
> >PDIP akan mempertahankan dwifungsi ABRI, sama saja dengan Golkar.
> >
> >Golkar dan PDIP juga tidak bersedia ikut debat calon Presiden.
> >
> >Begitu seterusnya. Jadi apa beda Golkar dengan PDIP. Cuma warnakan ?
> >
> >Bagaimana sih ? Atau di forum kuli-tinta ini dilarang untuk
> >menjelek-jelekkan PDIP ? Dilarang menghujat Megawati ? Saya kira itu
> >bertentangan dengan sikap demokrasi yang kabarnya diemban oleh partai ini
> >dan tentu saja seluruh simpatisan serta pengikut partai ini. Dan saya
> >justru bingung, apakah posting saya itu sebegitu jeleknya sehingga anda
> >merasa enggan menjawabnya ? Kenapa tidak saudara ajukan saja argumentasi
> >yang bagus untuk membela posisi PDIP andai saudara mendukungnya.
> >
> >Itu lebih bagus. Dan saya lebih menghargai saudara Citra yang
> >terang-terangan punya argumen soal kucing dalam karung yang kena tepung,
> >ketimbang orang-orang yang nggak jelas juntrungannya.
> >
> >Itu saja.
> >
> >eg wrote:
> >
> >> Justru itu yang tidak boleh dilakukan wartawan, seharusnya kita
> >> memaparkan
> >> apa yang sebenarnya terjadi, nggak usah diberi bumbu lain sehingga
> >> lebih
> >> sedap atau dikurangi kuahnya sehingga menjadi asin.
> >>
> >> Regards
> >> =======================
> >>
> >> He... he.... , aku ingin tertawa...........
> >>
> >> ______________________________________________________________________
> >> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> >> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >>
> >> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
> >
> >
> >
> >
> >______________________________________________________________________
> >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
> >
> >
> >
> >
> >____________________________________________________________________
> >Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
> >
> >______________________________________________________________________
> >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
> >
> >
> >
> >
>
> Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
> Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com
>
> ------------------------------------------------------------------------
> @Backup - The #1 Online Backup Service
> Automatic, Safe, Reliable Backup and Restores. FREE for
> 30 Days. INSTALL Now and have a chance to win a Palm Pilot V!
> http://clickhere.egroups.com/click/218
>
> eGroup home: http://www.eGroups.com/group/bhinneka
> http://www.eGroups.com - Simplifying group communications





______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!




Kirim email ke